<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-26636772</id><updated>2011-12-14T16:01:35.898-08:00</updated><title type='text'>Info Beasiswa  Dalam dan Luar Negeri</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://infosiswa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infosiswa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>jhibriel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>27</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26636772.post-4576415566195605357</id><published>2008-04-06T23:47:00.000-07:00</published><updated>2009-04-06T01:17:46.609-07:00</updated><title type='text'>Peran Internet Dalam Pendidikan</title><content type='html'>Peran Internet Dalam Pendidikan, Langkah dalam Pembelajaran Modern&lt;br /&gt;Oleh : Miftah Nashir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Latar Belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pendidikan merupakan hak dan tanggung jawab setiap individu, untuk mendapatkan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu.[1] Dan pendidikan layak merupakan hak bagi setiap manusia  dalam kehidupannya, ini merupakan kebutuhan dasar yang mau tak mau harus terpenuhi, bila tidak maka akan terjadi ketimpangan dalam segala hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pendidikan merupakan media pembentuk insan yang cendekia, bermoral dan menjungjung tinggi nilai kemanusiaan juga ketuhanan. Dan selayaknya pula bila kita dituntut untuk mendukung berbagai aspek yang berkaitan dengan pendidikan , baik itu sarana prasarana ataupun berbagai hal yang mendukungnya, karena hal itu akan menunjang keberhasilan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Alat untuk menunjang keberhasilan pendidikan itu terdapat banyak aspek, termasuk di dalamnya sarana prasarana, lingkungan, juga tak kalah pentingnya adalah sistem pendidikan itu sendiri. Sejauh mana keberhasilan pendidikan bisa dicapai tergantung bagaimana kualitas dari sistemnya. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;      Media yang terkait dengan dunia pendidikan itu bervariasi, bisa melalui media konvensional dan juga yang melalui media modern, seperti komputerisasi sekolah. Kenyataan dilapangan membuktikan bahwa penggunaan media modern seperti itu  masih langka dan  belum sepenuhnya merata di Indoensia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kenyataan ini dapat dimaklumi mengingat dunia pendidikan di Indonesia masih sangat ketinggalan , bahkan jauh di bawah tetangga kita Malaysia. Anggaran yang diberikan oleh pemerintah untuk dunia pendidikan belum memadai yakni hanya 10 persen, maka tak heran kalau prestasi dunia pendidikan di Indonesia semakin menurun dan tak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Padahal kalau kita melihat di negara - negara yang sudah maju, komputerisasi pendidikan merupakan suatu hal yang diutamakan dan sistemnya sudah berjalan dengan baik , hal itu disebabkan karena para pendidiknya mampu menggarap teknologi dan punya kesadaran bahwa untuk belajar itu tidak melulu menggunakan media tradisional yang sudah usang. Kenyataan di Indonesia masih banyak yang  menggunakan metode tradisional yang kaku dan  kurang mengeksplorasi kemampuan siswa dalam mencari informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Penggunaan media modern dalam pendidikan seperti komputer memang terkesan mahal atau dikesankan mahal, tetapi sangatlah besar manfaatmya. Apalagi kalau komputer yang terhubung dengan saluran Internet, dapat dipastikan bahwa informasi yang didapat oleh siswa maupun guru akan lebih kaya dan bervariasi dibanding hanya berkutat dengan buku teks pelajaran saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Berkaitan dengan hal di atas penulis tertarik untuk mengupas fenomena pendidikan yang berkembang di era globalisasi, hanya saja penulis menitikberatkan untuk membahas tentang perkembangan dunia pendidikan yang berkaitan dengan media pembelajarannya, apalagi sekarang telah banyak berkembang Pembelajaran Jarak Jauh ( Distance Learning ) dimana pembelajaran model ini sudah banyak diterapkan di negara-negara maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Budi Raharjo berpendapat bahwa sebelum adanya Internet, masalah utama yang dihadapi oleh pendidikan di seluruh dunia adalah akses kepada sumber informasi. Perpustakaan yang konvensional merupakan sumber informasi penting dan  sayangnya tidak murah. Buku-buku dan jurnal harus dibeli dengan harga mahal. Pengelolaan perpustakaan sekolah yang baik juga tidak mudah. Sehingga akibatnya banyak tempat di berbagai lokasi di dunia (termasuk di dunia Barat) yang tidak memiliki perpustakaan yang lengkap. Adanya Internet memungkinkan mengakses kepada sumber informasi yang mulai tersedia banyak. Dengan kata lain, dengan adanya Internet masalah akses  tidak akan menjadi masalah lagi. [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, masalah kelangkaan sumber informasi konvensional (perpustakaan) lebih berat dibanding dengan tempat lain, pada kenyataannya perpustakaan di Indonesia sangat langka sekali keberadaanya , kalaupun ada itupun hanya ada di tingkat Kabupaten atau Provinsi yang aksesnya jauh dari desa, bisa dibayangkan betapa minimnya informasi yang diterima oleh siswa di daerah. Meskipun di tiap sekolah memiliki perpustakaan , kenyataannya masih jauh dari memadai. Adanya Internet merupakan salah satu solusi jitu untuk mengatasi masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Selanjutnya dalam artikel yang berlainan Budi Raharjo menjelaskan tentang kemudahan dalam mengakses perpustakaan lewat Internet serta dalam mengakses perpustakaan di negara lain.[3] Sesuai dengan perkembangan zaman, materi perpustakaan berkembang tidak hanya berupa bahan kertas, akan tetapi dapat berupa bentuk lain, seperti film, file komputer dan CD. [4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Adanya Internet membuka sumber informasi yang tadinya susah diakses. Akses terhadap sumber informasi bukan menjadi malasah lagi. Perpustakaan merupakan salah satu sumber informasi yang mahal harganya. Adanya Internet memungkinkan seseorang di Indonesia untuk mengakses perpustakaan di Amerika Serikat. Mekanisme akses perpustakaan dapat dilakukan dengan menggunakan program khusus (biasanya menggunakan standar Z39.50, seperti WAIS) aplikasi telnet (seperti pada aplikasi hytelne atau melalui web browser (Netscape dan Internet Explorer).[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Internet dapat dianggap sebagai sumber informasi yang sangat besar. Bidang apapun yang kita minati, pasti ada informasinya di Internet. Contoh-contoh sumber informasi yang tersedia secara online antara lain: Library, Online Journal dan  Online courses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era globalisasi ini , Internet merupakan sebuah alat untuk menyebar luaskan seluruh informasi., tanpa batas bahkan tanpa sensor dari pihak manapun, yang uniknya kita bisa membagi (share) informasi apa saja dan siapapun  bebas untuk mengaksesnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut para ahli, pengguna Internet semakin bertambah dari tahun ke tahun, pada tahun 1994 pengguna Internet hanya berkisar 3 juta orang, pada tahun 1996 jumlah ini menjadi dua kali lipat yaitu menjadi 60 juta pengguna, 100 juta pada tahun1998 dan pada tahun 2006 mencapai 1 miliar orang yang menggunakan Internet. Menurut hasil survey Netcraft Secure Server Survey yang meneliti tentang perkembangan web ternyata web sudah tumbuh menjadi 74.409.971 buah pada bulan Oktober 2006. Dalam survey tersebut disebutkan bahwa layanan berupa e-mail, newsgroup, chat, file sharing, digital library, blog, community serta e-commerce adalah layanan yang banyak diminati para pengguna Internet.[6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan Internet yang tidak ada pada perpustakaan konvesional sangatlah beragam, berikut adalah kemudahan akses yang ditawarkan Internet :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Akses ke pakar. Internet menghilangkan batas ruang dan waktu sehingga memungkinan seorang siswa berkomunikasi dengan pakar di tempat lain. Seorang siswa di Jakarta dapat berkonsultasi dengan dosen di Bandung atau bahkan di San Fransisco, Amerika Serikat.&lt;br /&gt;  2. Media kerjasama. Internet bisa dijadikan sebagai media penghubung antara berbagai civitas akademika di Nusantara yang mudah, efisien, dan lebih  murah. Para siswa ataupun guru bisa saling bertukar informasi dengan yang lainnya di seluruh Indonesia atau dunia sekalipun. Dari kegiatan komunikasi yang intensif inilah  diharapkan muncul kerja sama yang saling menguntungkan berbagai pihak.  [7]&lt;br /&gt;  3. Pertukaran informasi yang lebih cepat.&lt;br /&gt;  4. Bisa dilakukan secara langsung dan live.&lt;br /&gt;  5. Cakupannya mengglobal dan mendunia ,sehinga kita leluasa untuk mencari referensi kapanpun dan di manapun .&lt;br /&gt;  6. Meningkatkan pergaulan global .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari semua dampak negatif Internet yang selalu  mengintai, penulis berpendapat bahwa pembelajaran melalui Internet adalah suatu hal yang urgen dan keadaannya sangat dibutuhkan bagi para pelajar di Indonesia khususnya bagi para santri SMA Plus Muallimin Persis Rajapolah. Maka pengajaran dengan melibatkan Internet adalah penting sekali.                                 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu pemahaman yang benar tentang Internet mutlak diperlukan, mengingat banyaknya tantangan yang akan dihadapi di masa depan yang semakin terbuka dan up to date.  Maka selayaknya para praktisi pendidikan pun tak ketinggalan untuk berkecimpung dalam bagian ini, karena belajar pada dasarnya bisa dilakukan kapanpun, siapapun dan di manapun tanpa ada batas ruang dan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari latar belakang di atas, penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ PERAN INTERNET DALAM PENDIDIKAN, LANGKAH MENUJU PEMBELAJARAN MODERN .” Penulis melihat bahwa ke depan perilaku manusia sedikit besarnya akan berubah seiring dengan memasyarakatnya Internet , apalagi jika Internet sudah menyentuh kalangan menengah ke bawah. Dan hal ini bisa dimafaatkan dalam bidang pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Rumusan Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Berdasarkan permasalahan yang telah di uraikan, maka penulis merumuskannya sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    1. Apakah Internet itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    2. Apa manfaat Internet bagi guru dan siswa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    3. Bagaimana peran Internet dalam pendidikan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    4. Bagaimana contoh pola pembelajaran modern melalui Internet ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Signifikansi Penulisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Setiap karya yang dibuat tentunya mempunyai tujuan tertentu untuk apa karya tersebut dibuat. Dan berdasarkan rumusan di atas, maka tujuan dari karya ini adalah : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    1. Untuk mengetahui tentang Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    2. Untuk mengetahui manfaat Internet bagi guru dan siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    3. Untuk mengetahui sejauh mana Internet berperan dalam pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    4. Untuk mengetahui contoh pola pembelajaran modern melalui Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Adapun kegunaan dari karya tulis ini adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    1. Melalui karya tulis ini diharapkan guru dan siswa mampu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; memanfaatkan Internet sebaik mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    2. Melalui karya tulis ini diharapkan guru dan siswa dapat berpartisipasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    3. Melalui karya tulis ini diharapkan timbulnya kesadaran pada diri guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        dan siswa tentang pentingnya pemanfaatan Internet dalam pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.  Metode Penelitian dan Penulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    1. Metode Penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Dalam penelitian ini, Penulis mengunakan metode kepustakaan (Library Research), yaitu dengan mengumpulkan sumber-sumber bacaan, diantaranya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.       Sumber Primer, yaitu buku berjudul “ Komputerisasi Pendidikan Nasional”, karangan Oemar Hamalik , dan situs www.oke.or.id.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Sumber Sekunder, yaitu dengan cara mengumpulkan dan merangkum sumber-sumber bacaan, baik berupa artikel, buku-buku, jurnal, yang berhubungan dengan pembahasan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis juga menggunakan menggunakan metode pencarian sumber di Internet pada situs – situs yang di percaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  2. Metode Penulisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Dalam penelitian karya tulis ini, penulis menggunakan metode Deskriptif , yaitu mendeskripsikan atau memaparkan apa yang telah penulis baca dari sumber –sumber yang berkaitan dengan penelitian ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INTERNET DAN PERKEMBANGANNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian  Internet          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Internet adalah singkatan dari Interconnection Networking. Dikatakan juga sebagai a global network of computer networks yang berarti Internet merupakan sebuah jaringan komputer dalam skala global. [8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dinyatakan pula bahwa Internet adalah jaringan komputer dunia yang saling terhubung antara satu dengan yang lainnya dan terhubung melalui  IP (Internet Protocol). Sehingga memungkinkan komputer-komputer yang  ada di dunia ini dapat saling berkomunikasi tanpa batas wilayah , hukum ataupun budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara fisik Internet dianalogikan sebagai jaring laba-laba (The Web) yang menyelimuti bola dunia dan terdiri dari titik-titik (node) yang saling berhubungan. Node bisa berupa komputer, jaringan lokal atau peralatan komunikasi, sedangkan garis penghubung antar simpul disebut sebagai tulang punggung (backbone) yaitu media komunikasi terestrial (kabel, serat optik, microwave, radiolink) maupun satelit . Node terdiri dari pusat informasi dan database, peralatan komputer dan perangkat interkoneksi jaringan serta peralatan yang dipakai pengguna untuk mencari, menempatkan dan atau bertukar informasi di Internet. [9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum Internet adalah sebuah database yang sangat besar yang menampung berbagai macam informasi yang sangat banyak, sehingga bisa dianalogikan sebagai sebuah perpustakaan besar yang bersumber dari berbagai belahan dunia.[10] Internet merupakan sarana yang ampuh yang dapat menghubungkan ke sejumlah besar informasi seperti koleksi dan layanan perpustakaan. [11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Lani Sidharta dalam Oke.or.id menyatakan bahwa Internet tidak hanya berupa interkoneksi antar jaringan komputer saja, tapi Internet sebagai sumber daya informasi yang sangat lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;….. walaupun secara fisik Internet adalah interkoneksi antar jaringan komputer namun secara umum Internet harus dipandang sebagai sumber daya informasi. Isi Internet adalah informasi, dapat dibayangkan sebagai suatu database atau perpustakaan multimedia yang sangat besar dan lengkap. Bahkan Internet dipandang sebagai dunia dalam bentuk lain (maya) karena hampir seluruh aspek kehidupan di dunia nyata ada di Internet seperti bisnis, hiburan, olah raga, politik dan lain sebagainya. [12]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Dalam lingkup teknologi Internet merupakan jutaan komputer bahkan lebih yang saling terhubung dalam sistem komunikasi global. Hal ini  diungkapan Yannis Karaliotas, dia menuliskan  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At a technological level, the Internet is millions of computers (no one is quite sure how many,) interconnected through the worldwide telecommunications systems. All these computers are able to share information with each other because they use common communications protocols. At the human level, the Internet is the people who use those computers and the information they share. The people come from all walks of life, acting both as private individuals and representatives of organisations. Everyone on the Internet can publish information on any subject they wish, and almost everything published is available to everyone else. As a result, the content is staggeringly extensive and varied.[13]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Secara umum Jasmadi meringkas keunggulan Internet sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Komunikasi murah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Sumber informasi besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Tantangan baru untuk berusaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Keterbukaan “tanpa sensor”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Jangkauan yang tidak terbatas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kegunaan Internet di spesifikasikan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Internet sebagai Media Komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Internet sebagai Media Promosi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Internet sebagai Media Komunikasi Interaktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Internet sebagai alat Research and Development&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Internet sebagai sarana Pertukaran Data  [14]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Sejarah Internet  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internet muncul pertama kali pada akhir dekade 60-an saat United States Department of Defense (DoD) membutuhkan standar baru dalam komunikasi jaringan militer (MILnet). Standar baru ini harus mampu menghubungkan seluruh komputer yang ada di DoD dengan komputer milik kontraktor dan organisasi ilmiah serta penelitian di universitas. Jaringan ini diharapkan kuat dan aman terhadap berbagai kemungkinan kerusakan seperti bencana atau perang. [15]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1969 dibentuk Advanced Research Project Agency (ARPA) yang bertugas melakukan penelitian jaringan komputer menggunakan teknologi packet switching. Hingga tahun 1972 jaringan ini telah menghubungkan lebih dari 20 host dan disebut sebagai ARPANet. ARPANet kemudian menjadi backbone Internetworking institusi pendidikan, penelitian, industri dan kontraktor . Tahun 1986 ARPANet mulai dikomersialkan dan dikelola oleh Advanced Network Service (ANS).[16]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrew S. Tanenbaum (1996) berpendapat bahwa yang berandil  besar dalam perwujudan Internet adalah tergabungnya jaringan regional seperti SPAN (jaringan fisika energi tinggi), BITNET (jaringan mainframe IBM), EARN (jaringan akademis Eropa dan digunakan pula di Eropa Timur) dan ditambah dengan sejumlah link transatlantik yang beroperasi pada 64 Kbps - 2 Mbps pada tahun 1988.[17]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Jaringan Internet di dunia pada awalnya didukung oleh beberapa negara,seperti : Amerika , Kanada, Eropa, Jepang dan Asia. Hal ini diungkapkan oleh Khoe Yao Tung dalam Oke.or.id.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaringan pendukung Internet di seluruh dunia adalah : Amerika didorong oleh NFS - ANSNet dan CO+RE (jaringan non profit terbatas)yang bekerjasama dengan Commercial Internet Exchange (CIX) serta Sprint(perusahaan telekomunikasi umum) tahun 1990. Pengesahaan RUU NREN (National Research and Education Network) oleh Kongres Amerika pada Desember 1991. Ditambah 8 aliansi jaringan regional yang tergabung dalam The Corporation for Regional an Enterprise Networking (CoREN) yaitu : BARRNet, CICNet, MIDNet, EARNet, NorthWestNet, MYSERNet, SURANet dan WestNet. CoREN bekerjasama dengan perusahaan telekomunikasi komersial MCI. Kanada dengan jaringan backbone nasional CA* NetAustralian Academic and Research Network (AARNET)The Europe Backbone (EBONE) dan The European UNIX Network (EUNet) dan RIPE organisasi jaringan e-mail Eropa Jepang memiliki Widely Integrated Distributed Environtment (WIDE), Today International Science Network (TISN), Japan Academic Interuniversity Network (JAIN) dan Japan UNIX Network (JUNET). [18]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drew Heywood  menjelaskan bahwa standar bahasa komputer itu terdiri dari serangkaian TCP yang berperan sebagai pengendali transmisi paket data serta menyatukan bahasa dan kode berbagai komputer di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar bahasa komputer universal telah dikembangkan sejak 1969, terdiri dari serangkaian protokol komunikasi disebut Transfer Control Protocol yang bertugas mengendalikan transmisi paket data, koreksi kesalahan dan kompresi data dan Internet. Protocol yang bertugas sebagai pengenal (identifier) dan pengantar paket data ke alamat yang dituju. Protokol IP menyatukan bahasa dan kode berbagai komputer di dunia sehingga menjadi standar utama jaringan komputer. IP berkembang cepat dan kaya fasilitas karena bersifat terbuka, bebas digunakan, ditambahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemampuan baru oleh siapapun dan gratis karena tidak dimiliki oleh siapapun. [19]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Khoe Yao Tung , Drew Heywood dan Andrew S. Tanenbaum dalam oke.or.id fungsi utama protokol IP adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;File Transfer Protocol (FTP) yaitu fasilitas transfer file antar komputer Surat elektronik (E-mail) atau fasilitas surat menyurat antar komputer yang terdiri atas Simple Mail Transfer Protocol (SMTP) sebagai dasar komunikasi e-mail, Multi Purpose Internet Mail Extensions (MIME) yaitu standar format binergrafik, dan suara agar dapat ditransmisikan melalui e-mail, Post Office Protocol(POP) yaitu sistem penerima e-mail, Network News Transfer Protocol (NNTP) sarana pertukaran berita, artikel dan diskusi melalui e-mail Emulasi terminal jarak jauh (Telnet, Remote Login) yang memungkinkan suatu komputer (client) untuk masuk dan mengendalikan host yang terletak jauhdarinya, misalnya pada network yang lain atau di Internet Simple Network Management Protocol (SMNP) yaitu protokol pengendalianperalatan network jarak jauh.[20]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drew Heywood  menyebutkan : “ fungsi utama itu masih diikuti dengan fasilitas Domain Name System (DNS) yaitu metode penamaan dan pengalamatan suatu network berdasarkan kelompoknya.” [21]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang Andrew S. Tanenbaum  memberi pengertian fungsi secara singkat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Aplikasi TCP / IP menghasilkan 4 fasilitas penting E-mail, News, Remote Login dan Transfer File. Semula tampilan Internet masih berupa teks murni, revolusi terjadi ketika WEB atau World Wide Web (WWW - tampilan grafis dan multimedia di Internet) diperkenalkan WEB dan HTML.”[22]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampurna dalam Oke.or.id menjelaskan tentang apa yang disebut dengan Web dan HTML . WEB adalah sekelompok kode berbasis teks yang sederhana dan universal, disebut Hypertext Markup Language (HTML). Karena berbasis teks, HTML dikenali dan diterjemahkan segala jenis komputer dalam bentuk tampilan informasi yang sama. HTML adalah kreasi Tim Berners Lee, kumpulan ilmuwan di Geneva Swiss. Maret 1989 Tim memperkenalkan WEB dan HTML sebagai standar antar muka distribusi informasi di Internet yang mampu menggabungkan teks, grafik dan multimedia dengan metode navigasi menu pada mesin UNIX.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HTML adalah bahasa kode pemrograman yang menjadi dasar bagi terwujudnya WEB. Dengan HTML seluruh sistem komputer yang saling berbeda dapat mengenali format yang ditampilkan dalam situs Internet. HTML berbasis teks yang sangat sederhana dan praktis sehingga dapat dipahami oleh berbagai jenis komputer dalam platform sistem yang berbeda. Dokumen HTML mengandung perintah teks yang disebut tag untuk menampilkan tulisan, gambar, warna, suara, video, animasi dsb. serta link yang menghubungkan berbagai topik. Dengan adanya HTML maka tampilan situs menjadi lebih cantik [23]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Web, Internet dan Perkembangannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan Internet berawal sejak Januari 1992, ketika itu pengguna Internet membentuk The Internet Society yang mempromosikan Internet. Tahun 1994 CERN dan MIT membentuk World Wide Web Consortium (W3C) sebagai badan tunggal bagi pengembangan WEB serta berwenang menetapkan berbagai standar di dalamnya.[24]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Andrew S. Tanenbaum dalam Oke.or.id : akhir 1990 telah berkembang menjadi 3 ribu jaringan dan 200 ribu komputer. Tahun 1992 satu juta host terhubung ke Internet dan tahun 1995 terdapat puluhan backbone, ratusan jaringan menengah regional, puluhan ribu LAN, jutaan host dan pengguna. Pertumbuhannya mencapai dua kali lipat setiap tahun (data penelitian Paxton, 1996).[25]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Perkembangan WEB semakin pesat sehingga yang tadinya tampilannya hanya berupa teks, sekarang mampu menampilkan berbagai objek seperti gambar, foto, atrau animasi. “Kini WEB adalah antar muka paling populer di Internet yang mampu menampilkan tidak hanya teks namun juga grafik, suara, video dan dimensi virtual (3D). Diperkirakan pada akhir 1998 telah lebih dari 10 juta WEB site dibangun oleh institusi pendidikan,bisnis, pemerintahan, media massa, hiburan, militer dan sebagainya dengan pengguna lebih dari 100 juta. ” [26]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Internet Service Provider (ISP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran ISP sangat membantu dalam penghematan biaya akses karena biaya akses akan ditanggung bersama oleh sejumlah pelanggan ISP tersebut.         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koneksi langsung ke Internet akan memakan biaya tinggi yang tidak mungkin ditanggung oleh pengguna perorangan. Maka didirikanlah perusahaan penyedia jasa yang membangun infrastruktur koneksi ke Internet (diluar sistem telepon) dan kemudian membagi kapasitas yang dimilikinya kepada pelanggan. Dengan demikian biaya koneksi akan menjadi ringan karena ditanggung bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai organisasi komersial, ISP harus berbentuk badan usaha yang sah menurut hukum yang berlaku juga terdaftar dalam lembaga Internet internasional serta memiliki alokasi IP address (alamat Internet) yang diatur oleh Internet Address Network Authority (IANA) dan memiliki domain yang terdaftar dan diakui komunitas Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kriteria umum untuk mengetahui kehandalan provider di Indonesia: Dari sisi pelanggan perlu diketahui berapa banyak data dapat dipindahkan antara 2 titik dalam 1 detik ? Ini merupakan ide dasar bagi standar laju transfer data yang dinyatakan dalam satuan Bit Per Second (Bps.). Semakin besar nilai Bps, maka semakin cepat data dipertukarkan, satuan ini dibakukan sebagai standar kecepatan modem. [27]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tak kalah penting adalah bandwidth yang dimiliki ISP. Bandwidth adalah lebar pita saluran yang dapat dilewati data pada saat yang sama, dapat dianalogikan dengan 'berapa lebar jalan yang akan dilewati mobil'. Semakin besar bandwidth yang dimiliki maka semakin banyak data dapat ditransmisikan.  [28]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Peralatan Standar yang Perlu Dimiliki untuk Akses Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pada dasarnya Internet bisa di akses melaui komputer jenis apapun. Dan jenis komputer yang popular digunakan oleh pengguna adalah Sistem Operasi Windows.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internet dapat diakses siapapun melalui segala jenis komputer seperti Mac, PC, Notebook, Palmtop, Mini komputer yang menjalankan sistem UNIX, DOS, Windows, OS2 atau System Mac. Karena jenis komputer yang paling populer adalah PC dengan sistem Windows maka referensi ini berdasarkan kriteria PC, sistem lain mengikuti standar yang setara dengannya.CPU 486 16 Mb. plus Harddisk 1 Gb. dan modem 28.8 Kbps. telah cukup cukup memenuhi syarat minimal untuk memakai Internet secara lengkap. Perangkat yang lebih baik dan lengkap akan banyak membantu terutama dalam hal kecepatan proses. Processor sekelas Pentium generasi terbaru, RAM diatas 32 Mb., chipset teknologi terakhir , monitor layar lebar, multimedia dan modem 33.6 Kbps. - 56 Kbps yang mendukung berbagai standar transmisi data serta koreksi kesalahan adalah pilihan terbaik. [29]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Untuk perangkat lunak, umumnya pengguna di Indonesia familiar dengan komputer jenis PC dengan perangkat lunak yang bekerja di platform DOS dan Windows dengan uraioan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Sistem Operasi : MS Windows 3.x (+ Win32s), MS Windows 95, NT, IBM OS2, LINUX / UNIX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-    Browser : Internet Explorer 3.x, 4.x, Netscape Navigator 3.x, 4.x&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; (Communicator) Utility lain : FTP, Telnet, Finger, IRC, Mail + News&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Reader dan sebagainya . Dan yang tak boleh ketinggalan adalah Anti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Virus yang bisa bekerja menangkal serangan dari Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utility Lain Browser adalah software navigasi yang berfungsi sebagai penunjuk dan penuntun sekaligus menampilkan apa yang dijumpai di Internet bagi pengguna Finger adalah fasilitas pencari identitas suatu alamat di Internet Telnet adalah suatu fasilitas yang memungkinkan seseorang menghubungi dan menggunakan komputer yang berada di tempat lain (remote) melalui Internet FTP (File Transfer Protocol) adalah protokol yang menjembatani pertukaran file antara dua sistem di Internet. [30]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Bagaimana Setiap Sistem di Internet Dapat Saling Mengenali ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem di Internet dapat saling mengenali berkat adanya berbagai protokol transfer data dan sistem pengalamatan yang unik untuk masing-masing node dan berbeda satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam-macam protokol ini adalah : HTTP (Hypertext Transfer Protocol) adalah protokol utama WEB yang mengatur tata cara yang harus dipakai oleh Browser untuk mengambil dokumen WEB dalam format HTML FTP (File Transfer Protocol) yaitu protokol yang mengatur tata cara transfer file dalam bentuk biner dan teks antara dua node Internet Gopher yaitu protokol yang dirancang untuk mengakses sistem gopher (suatu server dengan sistem menu) atau melalui Telnet. Telnet adalah protokol untuk melakukan remote access melalui Internet antara dua node yang terpisah jauh.  NNTP (Network News Transfer Protocol) adalah protokol yang mendistribusikan beritadi Usenet yang sering disebut sebagai News SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) adalah protokol untuk pengiriman e-mail POP (Post Office Protocol) adalah protokol untuk menerima, mengenali dan menyimpan e-mail Dan sejumlah protokol lain yang bertambah sesuai perkembangan teknologi Internet.[31]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh protokol ini dapat mengetahui lokasi suatu informasi berkat adanya metode pengalamatan di Internet yang disebut URL (Uniform Resource Locator). Formatnya adalah sebagai berikut : protokol_transfer://nama_host/path/nama_file contohnya : http://www.mtv.com/music/index.html (http) protokol transfer yang dipakai, (www) menunjukkan host tersebut mendukung WEB, (mtv) adalah nama host yang dituju, (com) adalah nama top domain, (music) adalah path yang dicari dan (index.html) adalah dokumen yang akan ditampilkan oleh browser dalam format HTML. Selain itu sistem pengenal dan penamaan di Internet mengikuti suatu standar pengkategorian yang disebut Domain Name System (DNS). Dengan DNS setiap nama di Internet harus mengikuti kategori domain yang sudah ditentukan agar bisa dikenali.[32]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Sistem Kerja E-Mail&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem mail Internet bekerja sebagaimana kotak surat biasa, namun bedanya surat dikirim dalam bentuk dokumen dan di distribusikan secara elektronik sehingga disebut E-mail. Kelebihan e-mail adalah kecepatan, jarak ribuan mil hanya akan ditempuh selama beberapa detik  sedang dengan jasa pos bisa memakan waktu berminggu-minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Format pengalamatan e-mail terdapat beberapa aturan yang berlaku, hal ini  memudahkan pengguna dalam menggunakan email serta memastikan setiap email yang dikirim sampai pada tujuan yang dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Format pengalamatan mail mengikuti standar sebagai berikut : identitas_pemilik@nama_host misalnya dna3dc@mlg.ywcn.or.id (dna3dc) menunjukkan identitas pemilik alamat kotak surat (mail box), (@) menunjukkanbahwa format pengalamatan ini khusus untuk e-mail, (mlg) lokasi geografis host (Kota Malang), (ywcn) nama host, (or) menunjukkan identitas domain host ywcn yaitu organisasi umum, (id) identitas top domain host yaitu berada di negara Indonesia. Secara umum format ini mirip URL dan tetap mengikuti standar DNS. Protokol yang menentukan distribusi mail di Internet disebut Simple Mail TransferProtocol (SMTP) yang berbasis kode ASCII.[33]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Internet Mendukung Multimedia, Game dan Hiburan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Dengan kemajuan yang diraih oleh WEB kini semakin banyak macam informasi yang dapat ditampilkan di Internet. Sehingga bisa dikatakan Internet merupakan sumber dunia hiburan tak terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jutaan kios yang mendukung multimedia (grafis, animasi, video, film, suara, efek 3D dsb.) muncul dalam berbagai tujuan dan visi. Bahkan kini dengan software tertentu PC anda bisa dijadikan video phone ke tujuan manapun dengan pulsa local.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan teknologi tele conference konsep kegiatan pendidikan jarak jauh bisa diwujudkan. Demikian juga game baik yang on line maupun yang harus dibeli, shareware dan freeware telah menjadi bagian dari kekayaan Internet. Dunia hiburan yang lain seperti musik, film, televisi, majalah, koran, tabloid, teater juga telah berada di Internet. Kita bisa mendapatkan klip video yang  di sukai dalam bentuk MPEG yang dengan mudah dapat di download secara gratis. Informasi mengenai artis, gosip dan pernik selebritis lainnya tersedia melimpah. Banyak fans club yang membuka kios Internet dengan beragam informasi yang tidak terdapat dalam situs resmi. Dunia hiburan adalah daya tarik yang lain bagi Internet karena kekayaannya. Media massa adalah kelebihan lainnya.[34]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layanan lain yang tersedia di Internet adalah koran online,  sehingga kalau seseorang tidak mendapatkan koran edisi cetak, maka jalan keluarnya adalah dengan mengakses edisi online, dan  koran online ini cukup mudah untuk di cetak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koran on line akan menghadirkan berita terkini dengan lebih cepat daripada loper koran. Hal ini akan lebih menghemat waktu serta uang jika dibandingkan dengan membeli koran dari loper koran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERAN INTERNET DALAM PENDIDIKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Peran Komputer dalam Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Sebelum penulis membahas tentang peran Internet dalam pendidikan, maka penulis akan membahas dahulu tentang peranan komputer dalam pendidikan, karena bagaimanapun berbicara Internet berarti berbicara komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Oemar Hamalik menyebutkan bahwa terdapat enam peranan komputer dalam pendidikan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Penggunaan komputer sebagai kalkulator super.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Penggunaan komputer untuk mengajarkan komputer dan programnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Penggunaan komputer sebagai alat bantu dalam pembelajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Model tutor pengganti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.      Model laboratorium simulasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.      Model pengajaran   [35]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Selama ini media belajar masih menggunakan media tradisional yang dianggap masih memenuhi kebutuhan belajar. Padahal sejak dulu terknologi telah diterapkan dalam bidang pendidikan, sejak ditemukannya kertas, mesin cetak, radio, TV, komputer, dan lain – lain segera dimanfaatkan dalam pendidikan. Alat-alat ini dimanfaatkan dalam pendidikan sebagai “teaching machine” yang sengaja dibuat khusus untuk tujuan pendidikan   [36]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Penggunaan teknologi dalam pendidikan bertujuan untuk mengatasi kekurangan guru dalam mengatasi berbagai masalah dalam   bidang  pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Banyak yang diharapkan dari alat-alat teknologi pendidikan untuk membantu mengatasi berbagai masalah pendidikan, misalnya untuk mengatasi kekurangan guru guna memenuhi aspirasi belajar penduduk yang cepat pertumbuhannya atau untuk membantu pelajar untuk menguasai pengetahuan yang sangat pesat berkembang sehingga disebut eksplosi pengetahuan untuk membantu siswa belajar secara individual dengan lebih efektif dan efisien.[37] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Selain itu, Susan Brooks Young menulis dalam bukunya , Digital-Age Literacy for Teachers: Applying Technology Standards to Everyday Practice menyatakan bahwa siswa-siswi lebih menyukai mengerjakan tugas dengan bantuan teknologi dari pada dengan cara tradisional :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini guru-guru harus mendapatkan kenyataan bahwa menyelesaikan tugas-tugas dengan metode tradisional masih bisa berjalan, tetapi ini akan membuat siswa-siswi menjadi dingin.Kenapa? karena di luar kelas mereka mempunyai akses ke teknologi yang dapat membuat mereka dapat mengerjakan tugas-tugas yang sama yang lebih masuk akal bagi mereka. Daripada memegang cara lama bagaimana dahulu guru-guru belajar, guru seharusnya memanfaatkan teknologi di dunia nyata dan paling tidak, mencerminkan, kalau tidak memimpin, penggunaan teknologi dikelas.[38]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih khusus, penggunaan teknologi dalam pendidikan salah satunya adalah  penggunaan komputer yang berkaitan erat dengan Internet. Pada awalnya, penggunaan komputer dalam pendidikan dikhawatirkan akan mengubah peranan guru, tetapi pengalaman penggunaan teknologi dalam pendidikan mengatakan bahwa dalam proses belajar mengajar guru tetap memegang peranan yang sangat penting.[39]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, penggunaan teknologi dalam pendidikan dalam hal ini penggunaan komputer dapat merangsang murid untuk  belajar lebih kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses belajar dengan komputer setiap murid secara individual menghadapai komponen dalam mata pelajaran menurut keinginan masing-masing ….jadi boleh dikatakan bahwa murid itu sendiri yang bertanggung jawab atas pelajarannya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;….Selain membimbing murid dalam pelajaran , komputer juga dapat menyimpan informasi lebih banyak yang dapat digunakan oleh setiap murid yang ingin memperluas pengetahuannya lebih dari apa yang di tuntut dalam kelas.[40]   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengimbangi perkembangan teknologi yang berkembang saat ini, maka agar tidak terjadi masalah , para pendidik diharapkan memiliki keterampilan serta sikap positif terhadap perkembangan alat teknologi yang bermanfaat bagi pendidikan.[41]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan komputer dalam pendidikan antara lain berfungsi sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Komputerisasi mempercepat pengolahan data pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Pekerjaan analisa data tepat dan mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Kesalahan menghitung dapat dihindari pada tingat minimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Komputer memiliki daya ingat yang sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.      Komputer membantu proses belajar [42]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Bill Gates, pendiri Microsoft mengatakan dalam bukunya, The Road Ahead, bahwa ketika alat teknologi yang tepat berada di tangan siswa-siswi maka hal itu akan merangsang mereka untuk lebih mengeksplorasi potensinya  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu peduli tentang pendidikan, tetapi sekarang saya seorang ayah sehingga saya memberikan pemikiran yang lebih mendalam. Saya melihat dari pengalaman pribadi bagaimana pembelajaran akan meningkat  jika alat- alat yang tepat ada di tangan  dan bagaimana sulitnya itu ketika alat yang baik dan informasi tidak tersedia. Potensi manusia terbuang ketika siswa-siswi di mana saja –terutama sekali anak-anak, yang secara ilmiah mencintai komputer dan interaksi- tidak mempunyai akses ke teknologi informasi yang menjadi barang biasa dalam dunia bisnis yang berpikir ke depan.[43]     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Manfaat Internet dalam Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Internet memberikan kontribusi pada pendidikan berkaitan dengan penyediaan informasi yang tepat, cepat dan cermat. Maka tak heran kalau terjadi sebuah kecenderungan baru bagi pola pikir pelajar modern yang lebih memilih Internet sebagai media penyedia informasi daripada  harus bersusah payah mencari dari berbagai buku yang belum jelas ada atau tidak informasi yang di cari.[44]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, perkembangan internet dalam dunia pendidikan telah menghasilkan sebuah sistem pembelajaran yang atraktif dan inofatif yang disebut dengan sistem pembelajaran jarak jauh. Dengan adanya sistem ini maka seorang pelajar tidak perlu lagi pergi ke sekolah selayaknya sekolah formal.Namun cukup meluangkan waktunya untuk “bertatap muka” dengan dosen lewat monitor komputer.[45]                       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian yang dilakukan oleh Christie (1996) dalam Angelfire.com terhadap penggunaan mail elektronik dan pencarian informasi di kalangan pelajar menengah mendapati bahwa , selain pelajar lebih antusias dalam belajar kelompok juga mereka lebih dekat dengan alat teknologi sehingga merangsang mereka untuk lebih tahu terhadap “alam yang baru ditemui” (virtual reality), dampaknya mereka selalu mendapatkan informasi terbaru.[46]  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya pembelajaran dalam suasana baru seperti menggunakan internet di sekolah telah membawa banyak perubahan kepada para pelajar. Mereka lebih mahir dalam membuat kajian dan berpikir lebih kritis.[47]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat beberapa hal yang penting yang perlu diketahui oleh pendidik berkaitan dengan internet :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Internet hanya akan bertindak sebagai sebagai sumber dan alat bantu dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Sehingga guru dituntut untuk merancang aktifitas pembelajaran agar internet dapat digunakan secara maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Komputer dan Internet tidak akan mengubah peranan guru. Malah sebaliknya, guru akan dituntut untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka, terlebih dalam bidang Informasi dan Teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Penggunaan Internet dapat mengurangi beban guru dan murid, selain berbagai tugas dapat diselesaikan dengan cepat, teratur dan sistematis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Internet akan bermanfaat bagi guru, murid serta ibu bapaknya dalam menghadapai perkembangan informasi dan teknologi juga era glonalisasi. Semakin berkembambangnya industri berbasis informasi yang akan menjadi corak kehidupan masa yang akan datang, oleh karena itu perlu diperhatikan oleh segenap masyarakat khususnya warga pendidikan serta orang tuanya. [48]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      1.  Manfaat Internet Untuk Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.   Meningkatkan Pengetahuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Internet merupakan sebuah data base yang sangat besar yang menyimpan banyak informasi, informasi yang terlingkup di Internet mencakup tentang politik, budaya, sosial bahkan pendidikan. Dengan segala kemudahan yang diberikan Internet, maka pengguna diberi kesempatan yang sebebas-bebasnya untuk mengakses informasi yang ada di Internet. Sehingga guru yang akrab dengan Internet akan selangkah lebih maju dari yang lain dan menjadi orang yang lebih dulu tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.      Berbagi Sumber dengan Rekan Seprofesi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Banyak layanan Internet yang menyediakan forum diskusi online. Forum tersebut dimaksudkan untuk mengumpulkan orang yang mempunyai hobi,profesi ataupun daerah yang sama untuk saling berbagi informasi sehingga terjadi diskusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Biasanya sebuah forum dispesifikasi dengan berbagai segmen yang berbeda beda, dari mulai hiburan, pendidikan, kesehatan, teknologi, gaya hidup dan sebagainya. Adapula forum yang hanya mengkhususkan pada satu segmen saja misalkan pendidikan, yang berarti topik diskusi yang dibahas dalam forum ini adalah pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      c.    Bekerja Sama dengan Guru di Luar Negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Hal ini bisa dilakukan dengan adanya berbagai program yang tersedia di Internet, biasanya program ini berupa penawaran produk pendidikan berupa software sebagai alat untuk mempermudah dalam penyampaian materi kepada murid. Software ini sering menawarkan metode yang praktis dalam mengajar maupun dalam pembuatan soal, sehingga KBM terselenggara dengan efektif dan terarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.      Berpartisipasi dalam Forum Pendidikan Regional Maupun Internasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang telah dijelaskan pada pembahasan yang terdahulu, bahwa terdapat forum online yang menampung user dari berbagai belahan dunia manapun, sehingga lewat forum inilah para pendidik meningkatkan pengetahuannya dengan bergabung pada forum diskusi regional ataupun internasinal, di sini guru bebas mengungkapkan pengalamannya ke sesama teman seprofesi, karena bagaimanapun pengalaman setiap orang berbeda-beda.             &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e.      Mencari Sumber Bahan Mengajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Dengan adanya mesin pencari ( Search Engine)  seperti Google.com,Yahoo.com, Altavista.com, msn.com dan yang lainnya merupakan tool yang bisa digunakan untuk mempermudah dalam pencarian  informasi. Pengguna hanya tinggal mengetikan keyword ( kata kunci) informasi yang ingin di cari lalu dengan sekali klik, maka search engine langsung menyediakan URL yang mengandung informasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Untuk menggunakan alat ini perlu adanya konsistensi dari pengguna tentang iformasi apa yang akan dicarinya. Hal ini untuk menghindari pemborosan waktu juga biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internet adalah rimba belantara informasi, siapapun bisa tersesat didalamnya. Sering pengguna intenet tidak menyadari bahwa dirinya berada dalam suatu tempat yang tidak memberikan manfaat atau tidak menemukan apa yang dicarinya sesuai dengan minat dan tujuan berInternet. Masalah ini muncul akibat ketidaktahuan, "hendak ke mana ?" adalah pertanyaan yang umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dimungkinkan karena search engine memiliki features atau fasilitas pencarian berdasarkan kesesuaian kata kunci yang dimasukkan terhadap data base yang dimilikinya baik itu sesuai seluruhnya, sebagian maupun tidak sesuai. Features ini dapat berperan berkat adanya operator logika dalam metode digital yang berbentuk pemisahan kriteria atas batasan "dan" "atau" "sama dengan" "tidak sama dengan" serta "benar" "salah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penentuan sikap dan tujuan sebelum melakukan koneksi Internet adalah patokan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perilaku yang harus selalu diingat. Kebijaksanaan akan mencegah anda tersesat atau membuang sumber daya (waktu, tenaga, uang, pulsa) secara percuma atau untuk hal2 yang kurang bermanfaat. Tentukan terlebih dahulu tujuan anda berInternet, cari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;informasi dari teman, buku, majalah atau media lain di mana alamat yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berhubungan, fokuskan pencarian pada topik dan informasi yang anda inginkan dan pergunakan search engine untuk memaksimalkan pencarian. [49]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Maka keberadaan mesin pencari ini akan mempermudah guru untuk mencari bahan pelajaran tambahan yang tidak ada dalam buku pelajaran. Selain itu, buku pelajaran tidak bisa di up date secara instant saat suatu data dalam buku tersebut telah berkembang seiring perubahan zaman. Salah satu kelebihan internet adalah pertukaran informasi yang serba cepat, informasi yang ada di belahan dunia manapun bisa sampai kepada kita dalam hitungan detik, sehingga perubahan informasi terbaru yang terkait dengan bahan yang di ajarkan bisa langsung di akses tanpa harus membeli buku keluaran terbaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               f. Mencari Metode Belajar Baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Hal ini bisa saja didapatkan dari teman seprofesi lain lewat diskusi online, atapun bisa di cari menggunakan bantuan search engine dengan menggunakan kata kunci ( keyword)  yang tepat, misalkan kita mau mencari topik  “teknik belajar yang baik” maka pengguna mengetikan di kotak pencarian dengan menggunakan keyword seperti : teknik belajar, belajar modern, teknik belajar modern, belajar yang baik. Lalu setelah itu klik perintah pencarian, setelah beberapa saar maka akan muncul judul – judul artikel yang dimaksud.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    2. Manfaat Internet bagi Siswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                a.  Meningkatkan Pengetahuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin banyaknya layanan yang membidik segmen pelajar semisal yahooligans.com,  google scholar dan lain – lain yang mengkhususkan diri untuk melayani siswa – siwa yang ada di seluruh dunia membuat mereka semakin aktif dan kreatif untuk menambah ilmu pengetahuan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Sebenarnya bila dibandingkan dengan para siswa zaman 70-an , siswa zaman sekarang sangat diuntungkan sekali dengan adaanya Internet, kalau dulu untuk mencari referensi harus membeli buku atau meminjam buku ke perpustakaan yang memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit, maka siswa sekarang dimanjakan dengan banyaknya layanan di Internet yang membantu mereka dalam menyelesaikan masalah mereka di sekolah.  Tidak hanya itu,  Internet bisa di jadikan sebagai media suplemen informasi yang tidak di berikan oleh gurunya di kelas , maka tak heran kalau siswa akan lebih dulu mengetahui informasi daripada gurunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Ketika melakukan surfing di dunia maya, siswa dirangsang untuk lebih mengetahui informasi yang tersedia tersebut, dengan bantuan mesin pencari informasi apapun akan mudah untuk didapatakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.      Meningkatkan Kepekaan Akan Permasalahan yang Ada di Seluruh Dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Banyaknya situs berita seperti detik.com, republika.co.id, kompas.co.id dan lain–lain memberikan konsumsi informasi kepada siswa dengan lebih banyak, apalagi kebanyakan situs berita di Internet hampir setiap hari di up date, seperti detik.com yang selalu meng-up date beritanya setiap terjadi perkembangan berita tersebut, bahkan di up date setiap jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Belum lagi konsumsi informasi dari situs berita luar negeri yang mudah di akses akan memberikan khazanah ilmu pengetahuan bagi siswa , sehingga nantinya informasi yang telah didapat bisa disintesiskan dengan pelajaran yang telah dipelajari, dengan begitu kepekaan berpikir dan respon akan permasalahan nasional ataupun global siswa semakin terasah .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                c.  Meningkatkan Komunikasi dengan Siswa Lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Salah satu kelebihan internet yaitu transfer informasi yang serba cepat, sehingga memungkinkan terjadi komnikasi lisan ataupun tulisan secara langsung. Layanan internet yang bisa menyediakan fasilitas ini adalah Yahoo Messenger dari Yahoo, Google Talk dari Google ataupun bisa mengunakan IRC (Internet Relay Chat). Dengan keberadaan layanan – layanan seperti itu memungkinkan siswa yang ada di seluruh dunia bisa saling berkomunikasi secara langsung, secara otomatis dalam kegiatan komunikasi tersebut terjadi sharing ilmu pengetahuan yang bisa menambah pengetahuan siswa, selain itu bisa memberikan kesempatan kepada siswa untuk bisa berinteraksi dengan sesamanya yang berbeda latar belakang budaya, agama dan negara.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  d. Mengembangkan Kemampuan di Bidang Penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internet juga secara langsung ataupun tidak langsung turut mengembangkan kemampuan siswa dalam bidang penelitian, ketika seorang siswa di beri tugas untuk membuat sebuah karya tulis, kecenderungan siswa untuk mencari informasi adalah dengan Internet, dalam Internet informasi tersebar dan berserakan sehingga dibutuhkan kemampuan khusus untuk mencari informasi yang tepat dan dapat di percaya, maka pada tahap ini siswa dituntut untuk menganalisis sumber tersebut dan mensinkronkan dengan tema yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                f. Sebagai Media Praktek Ilmu yang Didapatkan Di Sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Terdapat banyak situs yang menyediakan tentang materi pelajaran yang dipelajari di sekolah dan sesuai dengan kurikulumnya , dengan begitu siswa diharapkan mampu mencari bahan yang belum diterima oleh gurunya, untuk kemudian dicarinya di Internet karena bisa saja bahan yang ditemukan di Internet lebih baik dan bermutu daripada yang siswa dapatkan di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                e. Merangsang Siswa untuk Menggunakan Bahasa Asing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena banyaknya sumber yang tersedia dalam format bahasa Inggris, maka secara ototmatis siswa dirangsang untuk mempelajari bahasa tersebut untuk bisa mengetahui informasi lebih jauh, dan kebanyakan informasi yang berbahasa Indonesia umumnya mengambil referensi dari sumber yang berbahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Selain itu,  banyak istilah yang berkaitan dengan Internet menggunakan bahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Pola Pembelajaran Modern di Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Belajar Jarak Jauh ( E-Learning )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            a. Sejarah E-learning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran modern jarak jauh dimulai ketika Isaac Pitman berpikir untuk menulis dengan cepat Britain lewat korespondensi pada tahun 1840-an. Sejak perkembangan layanan pos berkembang pada abad ke 19 korespondensi komersial yang diadakan oleh universitas mulai berkembang dengan menyediakan pendidikan jarak jauh kepada mahasiswanya yang ada di luar negeri. Setelah adanya komputer dan Internet kegiatan belajar model ini menjadi semakin mudah. University of London  adalah yang pertama kali menawarakan gelar untuk program belajar jarak jauh yang mendirikan External Programme pada tahun 1858. Adapun yang lainnya yaitu University of South Africa,  yang menyediakan Pendidikan Korespondensi sejak 1946.[50]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        b. Konsep E-Learning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bidang pendidikan, media Internet memiliki tiga karakter khas yang menyebabkannya menjadi sangat penting dalam proses pembelajaran di sekolah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) sebagai media interpersonal dan juga sebagai media massa yang memungkinkan terjadinya komunikasi one-to-one maupun one-to-many,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) memiliki sifat interaktif ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) memungkinkan terjadinya komunikasi secara sinkron&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   ( synchronous ) maupun tertunda (asynchronous ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Implementasi ketiga karakter tersebut, maka terciptalah sebuah metode yang atraktif dan komunikatif dalam sistem pembelajaran yakni sistem pembelajaran jarak jauh secara online.  [51]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E-learning juga didasari ide dengan pertanyaan tentang bagaimana cara membelajarkan masyarakat dan memasyarakatkan belajar. Hal ini didasari karena masih banyaknya kelompok sosial dalam  masyarakat yang berdiam diri secara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pasif dan tidak mempunyai upaya untuk melakukan kegiatan belajar secara terencana  dan tertuju. Oleh  sebab  itu  perlu   adanya   sistem  pembelajaran yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memberikan kesempatan belajar kepada mereka yang bersifat lebih menantang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;merangsang, mendorong, dan mengarahkannya untuk memperoleh kemampuan secara optimal.  [52]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu metode pengajaran tradisional dianggap  masih kurang efektif jika dibandingkan dengan metode pengajaran modern. Sistem ini diharapkan dapat menambah metode dan materi pengajaran tradisional seperti diskusi dalam kelas, buku, CD-ROM dan pelatihan komputer non Internet. [53]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa karateristik sistem belajar jarak jauh ( E-Learning ) yang membedakannya dengan program pendidikan lainnya , yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1)      merupakan sebuah sistem pembelajaran yang disajikan dari jarak jauh dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dapat menjangkau peserta didiknya dimanapun mereka berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2)      Proses belajar dilakukan secara mandiri berdasarkan pendekatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    cara belajar siswa aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3)      Sumber belajar adalah bahan – bahan yang telah disediakan berupa modul yang telah dikembangkan sesuai kurikulum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4)      Interaksi belajar mengajar dilakukan secara tidak langsung , melainkan dengan bantuan dan bimbigan oleh tutor yang memiliki kualifikasi professional tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5)      Diselenggarakan dalam satuan waktu tertentu sesuai dengan tuntutan program. Program E-learning bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan peserta didik. Programn E-Learning disusun dalam jenjang-jenjang pendidikan sesuai dengan jenis dan sifat pendidikannya.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6)      Penilaian dalam program ini lebih ditekankan pada menilai diri sendiri secara formatif, berbeda dengan penilaian summatif yang menitikberatkan mutu secara nasional. .[54]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih khusus, sistem pendidikan jarak jauh merupakan metode pengajaran dimana aktivitas pengajaran dilaksanakan secara terpisah dari aktivitas belajar. Hal ini dikarenakan siswa bertempat tinggal jauh atau terpisah dari lokasi lembaga pendidikan. Sebagian karena alasan sibuk sehingga siswa yang tempat tinggalnya dekat dari lokasi lembaga pendidikan tidak dapat mengikuti proses pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya E-learning, siswa tidak perlu repot untuk datang ke kampus tapi cukup mempelajari di rumah atau di manapun juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa tidak perlu datang ke kampus, tapi cukup duduk di rumah atau di kantor. Duduk di depan layar televisi yang dilengkapi dengan monitor yang tersambung dengan jaringan internet atau web-camera, siswa dapat mengikuti proses belajar mengajar. Mendengarkan penjelasan instruktur dari layar televisi dan sekaligus bisa bertanya melaui microphone dan monitor. Dan instruktur yang sedang berada di kampus bisa memperhatikan siswa melalui layar televisi pula. Proses belajar mengajar bisa berlangsung secara normal sabagaimana layaknya sistem pendidikan langsung, meskipun siswa dan instruktur berada di tempat yang berbeda. Keterpisahan kegiatan pengajaran dari kegiatan belajar adalah ciri yang khas dari pendidikan jarak jauh. [55]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di beberapa negara maju, pendidikan jarak jauh merupakan alternatif pendidikan yang cukup digemari. Sistem pendidikan ini diikuti oleh anak-anak, siswa, karyawan, eksekutif, bahkan ibu rumah tangga dan orang lanjut usia (pensiunan). Beberapa tahun yang lalu, hampir semua sistem pendidikan jarak jauh dilakukan dengan surat menyurat, atau dilengkapi dengan materi audio dan video. Tapi, saat ini hampir semua sistem pendidikan jarak jauh atau distance learning khususnya di Amerika, Australia dan Eropa berbasis pada web atau teknologi informasi dan dapat diakses melalui Internet.[56]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendukung kelancaran proses belajar mengajar dalam e-learning, maka hal yang diperlukan adalah sarana penunjang yang berbasis teknologi informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana sistem pendidikan langsung atau konvensional, sistem pendidikan jarak jauh juga membutuhkan sarana prasarana penunjang pendidikan, agar tujuan umum pendidikan bisa diwujukan sesuai dengan jenjang pendidikannya. Sarana penunjang biasanya berupa modul-modul pelajaran yang dikirim kepada siswa. Sarana bisa juga berbasis teknologi informasi. Munculnya teknologi informasi dan komunikasi pada pendidikan jarak jauh ini sangat membantu sekali. Seperti dapat dilihat, dengan munculnya berbagai pendidikan secara online atau web-school atau cyber-school, dengan menggunakan fasilitas internet. Pendekatan sistem pengajaran yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pengajaran secara langsung (real time) ataupun dengan cara menggunakan sistem sebagai tempat pemusatan pengetahuan (knowledge). Hal ini memungkinkan terbentuknya kesempatan bagi siapa saja untuk mengikuti berbagai jenjang pendidikan sejak taman kanak-kanak (TK) sampai perguruan tinggi (PT).[57]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        c. Faktor Penunjang Keberhasilan E-learning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi instruktur (guru), beberapa faktor yang penting untuk keberhasilan sistem pendidikan jarak jauh adalah perhatian, percaya diri guru, pengalaman, mudah menggunakan perlaatan, kreatifitas, active learning, dan kemampuan menjalin interkasi dan komunikasi jarak jauh dengan siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi siswa, salah satu faktor yang penting adalah keseriusan mengikuti proses belajar mengajar di saat instruktur (guru) tidak berhadapan langsung dengan siswa. Pada tahap ini, keterlibatan dan kehadiran ‘orang-orang’ di sekitar, termasuk anggota keluarga memegang peranan penting dan strategis. Kehadirannya bisa mendukung berlangsungnya proses belajar mengajar secara efektif, tapi sebaliknya bisa juga menjadi penghambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor yang lainnya adalah active learning dan komunikasi yang efektif. Partisipasi aktif siswa akan mempengaruhi cara bagaimana mereka berhubungan dengan materi yang akan dipelajari.[58]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tercapainya keberhasilan dalam sistem e-learning ini ditunjang dengan adanya komunikasi yang efektif dan maksimal antara guru dan siswa dengan menggunakan fasilitas pendidikan yang tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan sistem pendidikan jarak jauh ditunjang oleh adanya interaksi dan komunikasi yang efektif dan maksimal antara intstruktur (guru) dan siswa, interaksi antara siswa dengan berbagai fasilitas pendidikan seperti mudul-modul pendidikan interaksi antara siswa dengan ‘orang-orang’ sekitarnya, dan adanya pola pendidikan aktif dalam masing-masing interaksi tersebut. Juga keaktifan dan kemandirian siswa dalam pendalaman materi, mengerjakan soal-soal ujian, dan kreativitas mencari materi-materi penunjang dari sumber-sumber lain seperti internet atau digital-library.[59]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Kelebihan dan Kekurangan E-Learning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                1) Kelebihan E-Learning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bentuk yang beragam, e-learning menawarkan keuntungan-keuntungan yang tidak ternilai untuk para pengajar dan pelajar. Kelebihan e-learning adalah sebagai berikut. :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a)      Jalan Alternatif Untuk Pemerataan Dalam Bidang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem ini dijadikan  satu alternatif pemerataan kesempatan dalam bidang pendidikan. Sistem ini dapat mengatasi beberapa masalah yang ditimbulkan akibat beberapa diantaranya; keterbatasan tenaga pengajar, jarak antara lembaga pendidikan dan siswa yang berjauhan, kelangkaan pengajar berkualitas, dan lain lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                              b)  Mengefektikan Waktu dan Biaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga penyelenggara e-learning dapat mengurangi bahkan menghilangkan biaya perjalanan untuk pelatihan, menghilangkan biaya pembangunan sebuah kelas dan mengurangi waktu yang dihabiskan oleh pelajar untuk pergi ke sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil survei di Amerika, menyatakan bahwa program ini sangat efektif dalam meningkatkan kualitas dan dapat menekan biaya serta waktu menjadi lebih singkat .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Computer based distance-learning sangat efektif, memungkinkan 30% pendidikan lebih baik, 40% waktu lebih singkat, dan 30% biaya lebih murah. Bank Dunia (World bank) pada tahun 1997 telah mengumumkan program Global Distance Learning Network (GDLN) yang memiliki mitra disebanyak 80 negara di seluruh dunia (sampai dengan Juni 2000, pusat yang beroperasi baru 15 negara, dan 5 diantaranya di Asia tetapi belum di Indonesia). Melalui GDLN ini maka World Bank dapat memberikan e-learning kepada mahasiswa 5 kali lebih banyak dengan biaya 31% lebih murah. [60]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                              c)   Lebih Mandiri dalam Belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadikan siswa untuk berusaha melangkah maju, memilih sendiri peralatan yang digunakan untuk penyampaian belajar mengajar, mengumpulkan bahan-bahan sesuai dengan kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d)      Mudah dicapai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemakai dapat dengan mudah menggunakan aplikasi e-learning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di manapun juga selama mereka terhubung ke internet. E-learning dapat dicapai oleh para pemakai dan para pelajar tanpa dibatasi oleh jarak, tempat dan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                              e)  Meningkatkan Kemampuan Bertanggung Jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kenaikan tingkat, pengujian, penilaian, dan pengesahan dapat diikuti secara otomatis sehingga semua peserta (pelajar, pengembang dan pemilik) dapat bertanggung jawab terhadap kewajiban mereka masing-masing di dalam proses belajar mengajar.[61]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                2) Kekurangan E-learning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Beberapa kekurangan yang dimiliki oleh pemanfaatan E-learning adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                              a) Kurangnya Interaksi Antara Pengajar dan Pelajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;proses belajar mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                              b) Mengabaikan Aspek Sosial dan Akademik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                              c) Perubahan Peran Pengajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berubahnya peran pengajar dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT (Information, Communication and Technology).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d)      Membutuhkan akses Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet ( mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon ataupun komputer).Serta kurangnya  yang mengetahui dan memiliki keterampilan tentang internet dan penguasaan bahasa komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                              e) Membutuhkan Manajemen Khusus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Tidak seperti sistem pendidikan langsung, sistem pendidikan jarak jauh membutuhkan pengelolaan dan manajemen pendidikan yang “khusus”, baik dari sisi siswa maupun instruktur (guru) agar tujuan pendidikan bisa terwujud. Pendidikan harus fokus pada kebutuhan instruksional siswa.[62]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; A. Kesimpulan                                        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Dari pembahasan yang tercantum dalam karya tulis ini, dapat disimpulkan  bahwa ketersediaan akses Internet untuk pelajar maupun pengajar dapat membantu meningkatkan kualitas  pendidikan dan dapat mengjemat waktu serta biaya untuk pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  2. Saran – saran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah karya tulis ini sampai kepada Pembaca, maka Penulis berharap :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Para siswa serta guru di SMA Plus Muallimin khususnya dapat membiasakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     diri  dalam menggunakan Internet sebagai alat bantu dalam pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Kepada Kepala Sekolah serta Dewan Sekolah SMA Plus Muallimin agar memprioritaskan perencanaan pembangunan Laboratorium Komputer yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dilengkapi dengan akses Internet sebagai penunjang prestasi sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deshinta Arrova Dewi , “ Revolusi Pendidikan di Iran ”, Percikan Iman, Juli 2005, hal.60.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi Raharjo, “ Internet Untuk Pendidikan”, www.cert.or.id/~budi/articles/internet-pendidikan.doc, 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi Raharjo, “ Implikasi Teknologi Terhadap Pendidikan”, www.aurajogja.wordpress.com, 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Losa HS, Membina Perpustakaan Madrasag dan Sekolah Islam,Bandung: ADi Citra Karya Nusa, 2002, hal. 23 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shari Buxbaun, Library Service , Jakarta : Murai Kencana, 2004, hal. 45&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nana, “ Definisi Internet “ , http://www.total.or.id, 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T.n  , “ 10 Pertanyaan Pokok  tentang  Internet dan Intranet” , http://oke.or.id, t.t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yudha Yudhanto, “ Kampanye Internet Sehat ”, Percikan Iman,Januari 2006,hal. 46.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Oemar Hamalik, Komputerisasi Pendidikan Nasional,Bandung: Mandar Maju, 1989, hal. 69&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasution, Teknologi Pendidikan, Bandung: Bumi Aksara, 1994, hal. 100&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T.n ,” Sukses Dalam Belajar”, www.bocsoft.net , 22 Mei 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Nelza M. Ikbal, “ Peran Internet dalam Pendidikan”, SMAN 1 Probolinggo, Maret 2007, t.h.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T.n , “ Kebaikan Internet”, www.angelfire.com, 2007, t.h. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T.p., “ Distance Education “, http://en.wikipedia.org, September 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fauzan , “Sistem Pendidikan Jarak Jauh”,http://fauzan.wordpress.com ,04 Juli 2006, t.h. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [1] Deshinta Arrova Dewi , “ Revolusi Pendidikan di Iran ”, Percikan Iman, Juli 2005, hal.60.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [2] Budi Raharjo, “ Internet Untuk Pendidikan”, www.cert.or.id/~budi/articles/internet-pendidikan.doc, 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [3] Budi Raharjo, “ Implikasi Teknologi Terhadap Pendidikan”, www.aurajogja.wordpress.com, 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [4] Losa HS, Membina Perpustakaan Madrasag dan Sekolah Islam,Bandung: ADi Citra Karya Nusa, 2002, hal. 23 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [5] Budi Raharjo, “ Implikasi Teknologi Terhadap Pendidikan”, Op. Cit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [6] Yudha Yudhanto, “ Kampanye Internet Sehat ”, Percikan Iman,Januari 2006,hal. 46. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [7] Budi Raharjo, “ Implikasi Internet Terhadap Pendidikan ”, Op. C it. t.h.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     [8] Nana, “ Definisi Internet “ , http://www.total.or.id, 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [9] T.n  , “ 10 Pertanyaan Pokok  tentang  Internet dan Intranet” , http://oke.or.id, t.t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [10] Yudha Yudhanto, Op. Cit., hal. 46&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [11] Shari Buxbaun, Library Service , Jakarta : Murai Kencana, 2004, hal. 45&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [12] T.n., “ 10 Pertanyaan Pokok  Tentang  Internet dan Intranet”,Op. Cit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [13] Yannis Karaliotas, “ Learning on and Over the Internet”,    http://users.otenet.gr, t.t.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     [14] Jasmadi , Panduan Praktis Menggunakan Fasilitas Internet ,Yogyakarta: Andi, 2004,hal. 45&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [15] Yudha Yudharto, Op. Cit., hal. 46.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       [16]  T.n., “ 10 Pertanyaan Pokok  Tentang  Internet dan Intranet”, Op. Cit.        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [17]  Ibid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [18]  Ibid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    [19]  Ibid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [20] Ibid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [21] Ibid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [22] Ibid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [23] Ibid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [24] Ibid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [25] Ibid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [26] Ibid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [27]  Ibid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [28] Ibid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [29] Ibid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [30] Ibid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [31] Ibid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [32]  Ibid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [33] Ibid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [34] Ibid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [35] Oemar Hamalik, Komputerisasi Pendidikan Nasional,Bandung: Mandar Maju, 1989, hal. 69&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [36] Nasution, Teknologi Pendidikan, Bandung: Bumi Aksara, 1994, hal. 100&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [37] Ibid , hal 24&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [38] T.n ,” Sukses Dalam Belajar”, www.bocsoft.net , 22 Mei 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [39] Nasution, Op. Cit., hal. 111&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [40] Ibid., hal. 109 .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [41] Ibid., hal. 107&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [42] Oemar Hamalik, Op. Cit., hal. 22&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [43] T.n , Op. Cit., t.h.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [44]  M. Nelza M. Ikbal, “ Peran Internet dalam Pendidikan”, SMAN 1 Probolinggo, Maret 2007, t.h.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     [45] Ibid., t.h. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     [46] T.n , “ Kebaikan Internet”, www.angelfire.com, 2007, t.h. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     [47] Ibid, t.h. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[48] Ibid., t.h.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [49] T.n, “ 10 Pertanyaan Pokok  tentang  Internet dan Intranet”, Op. Cit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [50]  T.n., “ Distance Education “, http://en.wikipedia.org, September 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     [51]  M. Nelza. M. Iqbal., Op.Cit., t.h.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [52] Oemar Hamalik, Op. Cit., hal. 23&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [53]  Frita Romaru, Op. Cit., t.h.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [54] Oemar Hamalik, Op. Cit., hal. 26&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [55] Fauzan , “Sistem Pendidikan Jarak Jauh”,http://fauzan.wordpress.com ,04 Juli 2006, t.h. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [56] Fauzan, Ibid, t.h&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [57] Ibid, t.h. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    [58] Ibid, t.h..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    [59] Ibid. , t.h.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       [60] Ibid.,t.h.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [61] Frita Romaru, Op. Cit, t.h.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      [62] Ibid., t.h&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26636772-4576415566195605357?l=infosiswa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infosiswa.blogspot.com/feeds/4576415566195605357/comments/default' title='Catat Ulasan'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26636772&amp;postID=4576415566195605357' title='1 Ulasan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/4576415566195605357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/4576415566195605357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infosiswa.blogspot.com/2008/04/peran-internet-dalam-pendidikan.html' title='Peran Internet Dalam Pendidikan'/><author><name>jhibriel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26636772.post-8388410149091721725</id><published>2007-08-11T03:40:00.000-07:00</published><updated>2009-04-06T01:21:50.093-07:00</updated><title type='text'>Strategi Menghemat Biaya Kuliah</title><content type='html'>Oleh: Safir Senduk &lt;br /&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 650/XIII &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi adalah tahun ajaran baru bagi mereka yang baru masuk ke sekolah tinggi, entah itu sekolah tinggi, akademi, institut atau apa pun. Beberapa dari Anda yang memiliki anak umur 18 atau 19 tahun yang akan masuk ke sekolah itu mungkin masih belum memutuskan sekolah mana yang tepat untuk anak Anda. Bisa karena alasan lokasi, mutu, atau yang paling sering: karena masalah biaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kalau pada saat ini anak Anda yang berumur 18/19 tahun datang kepada Anda, duduk dan mengatakan: "Mama/Papa, tolong belikan saya mobil baru. Saya tadi melihat mobil baru di koran, dan sepertinya mobil itu cocok buat saya. Saya perlu mobil supaya gampang pergi ke mana-mana. Harganya cuma Rp 45 juta. Beli, ya?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa jawaban Anda? Mungkin Anda akan menolaknya. "Enak saja... Memangnya dia pikir orang tuanya ini pohon uang, apa?" Anda mungkin berpikir bahwa tidak ada seorang pun anak Anda yang bisa datang seenaknya kepada Anda dan minta dibelikan mobil baru. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagaimana kalau anak Anda datang kepada Anda, duduk, dan mengatakan: "Mama/Papa, saya sudah lihat tiga sekolah yang menurut saya cukup baik. Saya hitung-hitung, sampai lulus cuma perlu bayar Rp 60 juta. Jadi sekitar Rp 12 juta setahun. Saya ingin masuk ke situ. Bisa, ya?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa jawab Anda? Bukan hanya Anda dan suami/istri akan mengiyakan, tapi mungkin bersedia me-lakukan apa pun supaya anak Anda bisa masuk ke sekolah yang dia inginkan. Anda mungkin akan menguras semua isi tabungan Anda, pinjam uang ke bank, atau mengambil pekerjaan sampingan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malah ada lagi cara yang paling mudah, yakni pinjam uang ke saudara. "Ini menyangkut masa depan anak, lo..." begitu pikir Anda. "Jika saya tidak menyanggupinya, berarti saya mungkin akan menghancurkan masa depan anak saya. Uang tidak jadi masalah buat kita. Saya akan pinjam uang kalau perlu. Yang penting dia bisa kuliah di tempat yang dia inginkan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, kalau pada saat ini Anda tidak memiliki uang cukup untuk mampu membayar biaya kuliah di tempat yang diinginkan anak Anda, maka uang yang Anda pinjam dari bank atau dari saudara untuk bisa membayar biaya kuliah tersebut bisa membuat Anda terpuruk dalam hutang. Entah itu selama beberapa bulan atau beberapa tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu halnya, kenapa Anda tidak mencoba mengakali (baca: menekan) biaya kuliah anak Anda di perguruan tinggi? Ada beberapa strategi yang saya sarankan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi 1: Bandingkan penghasilan yang kelak akan didapat dengan biaya yang mesti dikeluarkan sekarang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda perhatikan, sebetulnya Anda tidak harus selalu menyekolahkan anak Anda ke perguruan tinggi yang mahal. Sebagai contoh adalah bila anak Anda ingin menjadi seorang antropolog. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antropolog adalah profesi yang luar biasa dan saya memberikan respek penuh kepada profesi ini. Tapi harus diakui, pada kenyataannya profesi antropolog di Indonesia tidak akan mendapatkan penghasilan yang bisa dikatakan besar. Karena itu, daripada menyekolah-kan anak Anda ke jurusan antropologi di universitas yang mahal, kenapa Anda tidak mempertimbangkan jurusan antropologi di perguruan tinggi yang lebih murah biayanya? Toh itu tidak akan mempengaruhi income anak Anda kelak, kan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan strategi 1 ini ada beberapa hal yang sebaiknya Anda ketahui: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kebanyakan perusahaan tidak peduli di mana Anda sekolah. Buat mereka, sudah cukup bila Anda memiliki gelar tertentu seperti S1, misalnya. Ini karena mereka sebetulnya lebih melihat bagaimana pengalaman Anda dan bagaimana kemampuan Anda dalam menjalankan pekerjaan Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda tidak percaya, coba Anda tanyakan hal ini ke bagian SDM di perusahaan Anda, orang macam apa yang akan mereka terima sebagai karyawan baru: mereka yang kuliah di sekolah mahal dan bergengsi tapi kemampuan pas-pasan, atau mereka yang lulusan sekolah tidak terkenal tapi keterampilannya oke. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Banyak sekali lulusan universitas yang pada akhirnya bekerja di bidang yang jauh berbeda dengan bidang yang mereka tempuh dulu ketika kuliah. Coba ingat-ingat lagi bidang pekerjaan macam apa yang dijalani teman kuliah Anda dulu. Atau lihat teman-teman kerja Anda pada saat ini, apakah semua dari mereka kuliah di bidang yang sama dengan pekerjaan mereka saat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Banyak sekali lulusan universitas yang sulit dapat kerja, atau hanya bekerja beberapa tahun saja dan kembali ke rumah untuk membesarkan anak. Malahan banyak di antara mereka yang tidak pernah lagi bekerja. Atau, ada juga yang baru kembali bekerja setelah 10 atau 20 tahun berada di rumah (kebanyakan dari mereka ada yang kembali ke sekolah untuk menyegarkan ingatan mereka kembali sebelum mereka kembali masuk ke dunia kerja). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi 2: Cari sekolah S1 yang lebih murah kalau anak Anda ingin terus ke jenjang S2. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anak Anda berencana untuk memasuki bidang pekerjaan yang mensyaratkan gelar S2, akan lebih baik bila Anda mencari sekolah S1 yang tidak mahal. Ini karena sekolah S2 sendiri pada saat ini sudah cukup tinggi biayanya, dan untuk bisa masuk ke sekolah S2, kebanyakan dari sekolah-sekolah S2 itu tidak mensyaratkan agar anak Anda harus lebih dulu masuk ke sekolah S1 yang mahal. Jadi, kenapa Anda harus mencari sekolah S1 yang mahal kalau dengan sekolah S1 yang berbiaya lebih murah anak Anda punya kesempatan yang sama dengan anak-anak lain untuk masuk ke Sekolah S2? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi 3: Beritahu anggaran biaya Anda pada anak Anda - atau kalau perlu libatkan saja dia sekalian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak Anda mungkin mengatakan: "Saya mau sekolah di universitas itu atau ini." Dia tidak mengetahui biayanya sama sekali, dan Anda-lah yang harus mencari tahu berapa biayanya. Dan bila biaya sekolah itu cukup mahal, Anda jadi berpikir-pikir bagaimana caranya agar bisa membayar biayanya. Daripada melakukan hal itu, coba Anda pertimbangkan cara berikut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentukan sendiri berapa batas rupiah yang ingin Anda keluarkan untuk membayar biaya kuliah anak Anda. Lalu, tunjukkan angka ini ke anak Anda dan katakan bahwa ia harus memilih sekolah yang biayanya tidak lebih dari angka yang Anda tunjukkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau, minta agar anak Anda yang mengajukan sekolah-sekolah yang sesuai dengan keinginannya, lengkap dengan biayanya serta cara pembayarannya. Ini akan membuatnya mencari tahu sendiri biaya-biaya itu dengan datang langsung ke sekolah yang ia inginkan. Dengan demikian, secara tidak langsung anak Anda akan mengetahui dan bisa "merasakan" apakah biaya kuliah di tempat yang ia inginkan itu memang mahal atau tidak. &lt;br /&gt;Terserah Anda mau percaya atau tidak, tetapi dengan cara seperti ini, anak Anda mungkin akan mau mengusulkan sekolah yang lebih murah dibanding sekolah lain yang lebih mahal dengan bidang kuliah yang sama. Bila ia tidak mengusulkannya, mungkin Anda yang harus melakukannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * * &lt;br /&gt;Pada saat ini, biaya kuliah di universitas swasta yang cukup ternama di Indonesia adalah Rp 60 juta hingga lulus. Setelah lima tahun kuliah dan lulus, maka si sarjana baru akan bekerja dan mendapatkan gaji sebesar, katakan saja Rp 1 juta per bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan asumsi bahwa gaji itu akan naik 15 persen per tahun, maka sarjana itu cuma perlu waktu 4 tahun 1 bulan untuk bisa mendapatkan kembali Rp 60 jutanya. Tentunya dengan asumsi bahwa semua gajinya tidak dibelanjakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kalau hanya 80 persen yang dibelanjakan? Ini berarti ada 20 persen dari penghasilan itu yang disisihkan untuk bisa mengembalikan Rp 60 juta tadi. Jika demikian, seberapa lama si sarjana itu bisa mengumpulkan kembali biaya kuliahnya yang Rp 60 juta? Jawabannya: 11 tahun 1 bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, bagaimana kalau si sarjana itu bekerja di bidang yang tidak ada hubungannya dengan bidang kuliahnya? Maka Rp 60 juta yang sudah dikeluarkan orang tuanya bisa dikatakan hampir sia-sia. Karena itu, akan lebih baik apabila sejak awal si sarjana kuliah di tempat yang lebih murah. Toh, bidang pekerjaannya berbeda dengan bidang kuliahnya, kan? Jadi buat apa mengambil kuliah di tempat yang mahal biayanya kalau toh bidang pekerjaannya nanti tak berkaitan dengan bidang kuliah?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26636772-8388410149091721725?l=infosiswa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infosiswa.blogspot.com/feeds/8388410149091721725/comments/default' title='Catat Ulasan'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26636772&amp;postID=8388410149091721725' title='1 Ulasan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/8388410149091721725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/8388410149091721725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infosiswa.blogspot.com/2007/08/strategi-menghemat-biaya-kuliah.html' title='Strategi Menghemat Biaya Kuliah'/><author><name>jhibriel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26636772.post-7677687508896866915</id><published>2007-08-11T03:33:00.000-07:00</published><updated>2009-04-06T01:23:16.426-07:00</updated><title type='text'>Strategi  Memilih Perguruan Tinggi</title><content type='html'>Kemarin seleksi Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru atau SPMB (dulu UMPTN) diumumkan. Bersamaan dengan hingar-bingar pengumuman SPMB ini, serangkaian tawaran pendidikan tinggi, lembaga pendidikan ketrampilan maupun kursus mengemuka dan menghiasi berbagai sudut media cetak, elektronik, atau melalui iklan-iklan, spanduk-spanduk dan brosur-brosur yang sengaja disebar di berbagai penjuru kota. Pada saat demikian para pelajar ibarat “putri ayu” yang mendapatkan banyak “pinangan”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membengkaknya jumlah lulusan SLTA tiap tahun, sementara daya tampung PTN tetap terbatas, merupakan lahan bisnis yang memikat bagi penyelenggara-penyelenggara pendidikan. Dimulai dengan sebuah gedung, dosen, izin prinsip dari instansi terkait maka terbentuklah sebuah perguruan tinggi, yang sudah diperbolehkan menjaring calon mahasiswa. Berbagai strategi pun dilancarkan. Sejauh pengamatan penulis, strategi promosi yang dilakukan oleh para pengelola pendidikan pada intinya adalah dengan menjanjikan prospek masa depan yang cerah, dan mutu pendidikan yang paling baik. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja strategi promosi yang dilakukan oleh para pengelola pendidikan tersebut “sah-sah” saja dilakukan selama tidak menyalahi kode etik yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skeptis &lt;br /&gt;Meskipun demikian tidak ada salahnya, dalam menghadapi bentuk-bentuk promosi yang ada, para calon mahasiswa berhati-hati, waspada dan kritis. Mengingat, tujuan dari sebuah iklan adalah, untuk menarik perhatian, membangkitkan minat membaca dan atau mendengar iklan, merangsang hasrat ingin tahu, menciptakan keyakinan, melahirkan tindakan (mendaftar di perguruan tinggi yang bersangkutan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah, sikap yang paling tepat bagi para calon mahasiswa ketika berhadapan dengan sebuah iklan dan atau promosi suatu perguruan tinggi, adalah selalu bersikap skeptis. Hal ini akan memunculkan sikap-sikap investigatif, kritis, tidak gampang percaya pada pesan-pesan provokatif sebuah iklan, sehingga tidak hanyut dalam janji-janji manis yang ditawarkan. Ini sangat penting, mengingat iklan sarat dengan stereotype, yang mana secara implisit membawa tujuan-tujuan tertentu. Selain bertujuan untuk menarik perhatian publik, iklan juga membawa misi tersembunyi, yang juga harus diwaspadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihlah dengan Matang &lt;br /&gt;Berangkat dari fenomena di atas, sebelum menentukan pilihan perguruan tinggi yang diinginkan, untuk menghindari adanya penyesalan di kemudian hari, seorang calon mahasiswa diharuskan mempunyai pertimbangan pilihan yang prospektif di masa depan, selain, realitas sosial-politik dan ekonomi yang berlangsung saat ini yang harus juga dijadikan pertimbangan. Para calon mahasiswa harus sadar dan mengerti, bahwa sekolah mahal dan lulus cepat belum menjamin kemudahan bekerja, jika tidak diimbangi dengan keahlian lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertimbangan lain yang harus dilakukan para calon mahasiswa sebelum memilih perguruan tinggi swasta adalah, pertama, telaah dulu minat apa yang diinginkan. Kesalahan dalam memilih jurusan karena ketidaktahuan akan menyebabkan ganjalan selama mengikuti program studi. Kedua, berkonsultasi dengan orang-orang tertentu yang mengerti untuk mengetahui kira-kira minat apa yang cocok dan sesuai kemampuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, memilih PT yang mempunyai jurusan yang diinginkan, dan menanyakan status jurusan pilihan tersebut, karena status pilihan tersebut belum tentu sama. Untuk mengetahui status suatu program studi dapat dengan mengakses situs Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas, yaitu www.dikti.org. Di sana kita bisa melihat profil, biografi dan legalitas PTS yang bersangkutan, dan hanya di sinilah legalitas itu dijumpai, bukan dari pamflet maupun brosur PT tersebut, apalagi sekadar dari omongan individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, menanyakan informasi yang jelas pada PT tersebut, tentang perbandingan antara paket pendidikan yang ditawarkan dengan harga, fasilitas, dan kualitas pengajar. Selain itu, berapa biaya yang harus disediakan pada awal masuk dan berapa biaya perkuliahan setiap semester setelah menjadi mahasiswa. Hal ini sangat penting agar tidak kehabisan modal pada masa perkuliahan karena biaya yang semakin berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, sudah menjadi rahasia umum, mahalnya PTS antara lain disebabkan adanya sumbangan-sumbangan. Untuk itulah, seorang calon mahasiswa harus memperjelas jumlah sumbangan-sumbangan yang harus dibayar sebelum dan selama menjadi mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, menanyakan keberadaan PT tersebut pada mahasiswa yang telah masuk. Hal ini untuk menghindari adanya kekecewaan di kemudian hari, seperti kecewa karena semua fasilitas ternyata hanya ada di atas kertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah beberapa hal yang bisa dilakukan sebelum menentukan pilihan sebuah perguruan tinggi swasta. Sekali lagi, bermutu tidaknya sebuah perguruan tinggi, tidak tergantung oleh kemegahan gedung, fasilitas fisik, dan atau mahalnya biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mutu sebuah perguruan tinggi sangat tergantung pada kualitas staf pengajar, sarana dan prasarana pendukung, penanganan administrasi yang profesional, dan dibuktikan dengan prestasi, kualitas dan kreativitas civitas akademikanya di antara civitas akademika perguruan-perguruan tinggi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu iklim akademis yang partisipatif, terbuka, transparan dan bertanggungjawab menjadi salah satu ciri bermutunya sebuah lembaga pendidikan.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sidi Astutik,&lt;br /&gt;aktivis Serikat Peduli Konsumen &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;taken from :  http://riaupos.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26636772-7677687508896866915?l=infosiswa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infosiswa.blogspot.com/feeds/7677687508896866915/comments/default' title='Catat Ulasan'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26636772&amp;postID=7677687508896866915' title='0 Ulasan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/7677687508896866915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/7677687508896866915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infosiswa.blogspot.com/2007/08/strategi-memilih-perguruan-tinggi.html' title='Strategi  Memilih Perguruan Tinggi'/><author><name>jhibriel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26636772.post-480102902963458068</id><published>2007-08-11T01:59:00.000-07:00</published><updated>2009-04-06T01:24:17.861-07:00</updated><title type='text'>Problema  Pendidikan  di Indonesia dan Solusinya Menurut Nelson Tansu</title><content type='html'>Sedikit tentang &lt;a href="http://www.pembelajar.com/wmview.php?ArtID=173"&gt;Prof. Nelson Tansu, PhD&lt;/a&gt; (kelahiran 20 Oktober 1977), dia adalah salah satu dari sedikit anak muda Indonesia yg sukses di bidangnya. Dari hasil wawancaranya dengan pembelajar.com ada beberapa hal yg bisa dijadikan benang merah masalah pendidikan di Indonesia.&lt;br /&gt;Beberapa kali dia mengatakan persoalan utama yg membuat pendidikan di Indonesia tertinggal jauh adalah:&lt;br /&gt;Kurang optimalnya pelaksanaan sistem pendidikan (yg sebenarnya sudah cukup baik) di lapangan yg disebabkan sulitnya menyediakan guru2 berbobot untuk mengajar di daerah-daerah.&lt;br /&gt;Sebenarnya kurikulum Indonesia tidaklah kalah dari kurikulum di negara maju, tetapi pelaksanaannya yang masih jauh dari optimal. Implementasi pendidikan yg kurang benar.&lt;br /&gt;Kurang sadarnya masyarakat mengenai betapa pentingnya pendidik dalam membentuk generasi mendatang sehingga profesi ini tidak begitu dihargai dan dipandang sebelh mata.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kultur belajar bukanlah masalah utama tetapi kultur masyarakat secara keseluruhan karena tidak disadarinya pendidikan adalah investasi bangsa.&lt;br /&gt;Terlalu seringnya sistem pendidikan digonta-ganti tergantung kondisi politik, padahal itu bukanlah masalah utama, yg menjadi maslah utama adalah pelaksanaan di lapangan, kurang optimal.&lt;br /&gt;Kurangnya pemerataan di daerah.&lt;br /&gt;Terbatasnya fasilitas untuk pembelajaran baik bagi pengajar dan yg belajar. Hal ini terkait terbatasnya dana pendidikan yg disediakan pemerintah.&lt;br /&gt;Yah dari semua point yg diungkapkan Nelson Tansu itu sudah disadari oleh semua pihak mulai pakar pendidikan, pemerintah, dan orang tua siswa/mahasiswa. Tapi mengapa mereka terutama pemerintah terkesan enggan untuk menginvestasikan APBN-nya untuk pendidikan. Apa mungkin tidak percaya terhadap pengelolah pendidikan, yg memang hobi memanipulasi itu? Atau pura-pura tidak tahu karena garapan pendidikan hasilnya tidak bisa segera dilihat selama masa kekuasaannya? Atau karena memang sudah diketahui bahwa dana besar kalo guru tidak berbobot hasilnya tetep nol? Tapi kalo iya mengapa rekrutmen pendidik yg saat ini saya rasa lebih buruk tetep dilanjutkan gara2 desekan arus bawah. Saat ini guru banyak direkrut dari lulusan S-1 non pendidikan yg kemudian membeli "akta IV" di "kampus kali lima" dengan hanya membayar kisaran 2 juta saja.&lt;br /&gt;Banyak sekali kegiatan yg dilakukan depdiknas untuk meningkatkan bobot guru, tetapi tindak lanjut yg nol besar dari kegiatan semacam penataran, sosialisasi, atau apalah namanya. Jadi terkesan (atau memang bener yah) yg penting kegiatan itu terlaksana selanjutnya yah terserah mau kinerja lebih baik atau tidak mereka gak perduli.&lt;br /&gt;Jika kondisi semacam itu tidak diubah untuk dibenahi kecil harapan pendidikan bisa lebih maju/baik. Pendidikan jika dipolitisir maka sampai kapanpun pendidikan Indonesia sulit untuk maju. Yah memang ada beberapa sekolah sudah terpandang, namun dibandingkan populasi sekolah yg ada sangat tidak singnifikan.&lt;br /&gt;Selama ini kesan kuat bahwa pendidikan yg berkualitas mesti bermodal/berbiaya besar. Tapi oleh pemerintah itu tidak ditanggapi, kita lihat saja anggaran pendidikan dalam APBN itu. Padahal semua tahu bahwa pendidikan akan membaik jika gurunya berbobot dan cukup dana untuk memfasilitasi kegiatan pembelajaran.&lt;br /&gt;taken from : &lt;a href="http://urip.wordpress.com/"&gt;http://urip.wordpress.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26636772-480102902963458068?l=infosiswa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infosiswa.blogspot.com/feeds/480102902963458068/comments/default' title='Catat Ulasan'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26636772&amp;postID=480102902963458068' title='0 Ulasan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/480102902963458068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/480102902963458068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infosiswa.blogspot.com/2007/08/problema-pendidikan-di-indonesia-dan.html' title='Problema  Pendidikan  di Indonesia dan Solusinya Menurut Nelson Tansu'/><author><name>jhibriel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26636772.post-7416961654325950236</id><published>2007-07-21T01:41:00.000-07:00</published><updated>2009-04-06T01:25:27.095-07:00</updated><title type='text'>Memilih buku Bacaan Bermutu Untuk Anak</title><content type='html'>Beberapa ciri buku bacaan yang baik untuk anak, diantaranya:&lt;br /&gt;Menggunakan bahasa anak yang sederhana dan mudah dimengerti.&lt;br /&gt;Selain mengajarkan nilai-nilai hidup juga mendorong anak untuk mengaplikasikan dengan benar dalam kehidupan nyata.&lt;br /&gt;Memperkuat nilai-nilai moralitas dan etika yang baik.&lt;br /&gt;Membantu anak mengembangkan wawasan yang lebih luas.&lt;br /&gt;Memberi nilai hiburan yang sehat.&lt;br /&gt;Mengembangkan daya imajinasi anak tanpa menyangkali dunia realita yang ada.&lt;br /&gt;Meningkatkan rasa kasih kepada kemanusiaan tanpa membedakan ras / suku / warna kulit / budaya.&lt;br /&gt;Mendorong anak untuk mencintai dan menghargai hidup. Sementara itu hindarkan buku-buku bacaan yang:&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menekankan pada kekerasan, kejahatan, kekejaman.&lt;br /&gt;Mengumbar nafsu kedagingan dan dosa.&lt;br /&gt;Menantang dan melawan otoritas orang tua / guru dengan cara yang tidak baik.&lt;br /&gt;Menyita banyak waktu anak.&lt;br /&gt;Menghina ras / suku / warna kulit / budaya yang berbeda dengan anak.&lt;br /&gt;Mengajarkan nilai budaya yang tidak sesuai dengan norma masyarakat setempat.&lt;br /&gt;Mendorong anak untuk berpikir negatif tentang hidup.&lt;br /&gt;Tidak menghargai lingkungan dan alam.&lt;br /&gt;Terlalu banyak gambar sehingga membatasi daya imaginasi anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;taken from : pepak.sabda.org&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26636772-7416961654325950236?l=infosiswa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infosiswa.blogspot.com/feeds/7416961654325950236/comments/default' title='Catat Ulasan'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26636772&amp;postID=7416961654325950236' title='0 Ulasan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/7416961654325950236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/7416961654325950236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infosiswa.blogspot.com/2007/07/memilih-buku-bacaan-bermutu-untuk-anak.html' title='Memilih buku Bacaan Bermutu Untuk Anak'/><author><name>jhibriel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26636772.post-3828249441106932140</id><published>2007-07-21T01:15:00.000-07:00</published><updated>2007-07-21T01:18:07.827-07:00</updated><title type='text'>Membaca Skimming dengan bantuan Sofware</title><content type='html'>Ngomong-ngomong, ada aplikasi web yang bisa membantu kita untuk belajar membaca cepat, yaitu &lt;a href="http://zapreader.com/"&gt;ZAP Reader&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://spreeder.com/"&gt;Spreeder&lt;/a&gt;. Dengan aplikasi ini kita bisa meng-copy-paste bahan yang hendak dibaca atau menuliskan alamat Internetnya. Kita juga bisa mengatur kecepatan membaca yang diinginkan, misalnya 300 wpm (word per minute - kata per menit). Jadi nantinya kita dijamin sedang membaca dengan kecepatan 300 wpm ! Asyik kan ? Kita bisa mengatur sendiri seberapa cepat kita ingin membaca.&lt;br /&gt;Setelah itu tekan tombol ‘Play’ dan apa yang terjadi ? Aplikasi ini bakal "melemparkan" kata per kata di depan mata kita ! Kecepatannya sesuai dengan yang kita atur. Dengan aplikasi ini paling tidak ada tiga keuntungan yang kita dapatkan:&lt;br /&gt;Mata kita cukup fokus ke satu tempatYup, mata kita tidak perlu bergerak ke kiri ke kanan seperti biasanya waktu membaca. Cukup pusatkan ke satu tempat di layar.&lt;br /&gt;Kita diajar menghilangkan subvokalisasiSeringkali kata-katanya dilempar begitu cepat sampai kita tidak sempat "menyuarakan" di dalam pikiran kita ! Dengan begitu kita mau tak mau "dipaksa" untuk membaca tanpa subvokalisasi.&lt;br /&gt;Kita "dipaksa" untuk maju terusIni asyiknya: dengan aplikasi ini kita sama sekali tidak bisa kembali ke belakang ! Pokoknya kita dipaksa untuk maju dan maju terus !&lt;br /&gt;teken from : &lt;a href="http://www.gayahidupdigital.com/"&gt;http://www.gayahidupdigital.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26636772-3828249441106932140?l=infosiswa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infosiswa.blogspot.com/feeds/3828249441106932140/comments/default' title='Catat Ulasan'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26636772&amp;postID=3828249441106932140' title='2 Ulasan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/3828249441106932140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/3828249441106932140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infosiswa.blogspot.com/2007/07/membaca-skimming-dengan-bantuan-sofware.html' title='Membaca Skimming dengan bantuan Sofware'/><author><name>jhibriel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26636772.post-6463997492166268299</id><published>2007-07-21T01:07:00.000-07:00</published><updated>2007-07-21T01:15:18.468-07:00</updated><title type='text'>Teknik Membaca Cepat yang Baik</title><content type='html'>Salah satu perbedaan yang menyolok antara kuliah di sini dengan di Indonesia adalah jumlah bacaannya. Di sini bacaannya banyak sekali ! Dan bacaan ini harus dibaca sebelum kuliah. Sekedar gambaran, bacaannya biasa berupa paper yang panjangnya belasan sampai dua puluhan halaman dan untuk setiap kuliah bisa 2-3 paper seperti itu. Akhirnya untuk membaca saja butuh waktu berjam-jam.&lt;br /&gt;Karena tekanan yang seperti ini saya jadi lebih tertantang untuk mengembangkan teknik membaca cepat. Untuk sekarang ini saya sedang belajar membaca cepat dengan dua hal saja, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;- Menghilangkan subvokalisasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Subvokalisasi ini adalah suara yang biasa “ikut membaca” di dalam pikiran kita. Jadi waktu kita membaca, di dalam pikiran kita seperti ada suara yang menyuarakan bacaan itu. Ternyata ini sangat menghambat kecepatan membaca, karena otak kita sebenarnya mampu membaca dengan kecepatan yang lebih tinggi daripada suara di dalam pikiran kita itu. Karenanya salah satu teknik membaca cepat adalah dengan menghilangkan suara ini. Tidak mudah memang karena sudah jadi kebiasaan bertahun-tahun, tapi bagaimana pun kita perlu belajar melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;- Jangan kembali ke belakang&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Nah, ini malah lebih sulit lagi. Kalau kita sudah melewati suatu bagian bacaan maka jangan sekali-kali mengulang lagi bagian itu. Baca terus dan maju terus. Ada yang terlewat ? Jangan hiraukan, maju terus ! Ada kata-kata yang hilang ? Jangan hiraukan juga, maju terus ! Pokoknya maju terus pantang mundur ! Intinya di sini adalah kita harus membaca untuk mendapatkan ide, bukan untuk mendapatkan kata per kata . Kembali ke belakang akan sangat mengurangi kecepatan membaca kita sementara dengan maju terus toh idenya akan kita dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;taken from : &lt;a href="http://www.gayahidupdigital.com/"&gt;http://www.gayahidupdigital.com/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26636772-6463997492166268299?l=infosiswa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infosiswa.blogspot.com/feeds/6463997492166268299/comments/default' title='Catat Ulasan'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26636772&amp;postID=6463997492166268299' title='0 Ulasan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/6463997492166268299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/6463997492166268299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infosiswa.blogspot.com/2007/07/teknik-membaca-cepat-yang-baik.html' title='Teknik Membaca Cepat yang Baik'/><author><name>jhibriel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26636772.post-1481948942655839959</id><published>2007-07-14T01:19:00.000-07:00</published><updated>2007-07-14T01:21:03.471-07:00</updated><title type='text'>Sistem Penerimaan Siswa Baru Online ( PSB Online )</title><content type='html'>Tatacara  PSB online diberi Fitur dan kemudahan yang disediakan oleh sistem TELKOM PSB Real-Time Online adalah sebagai berikut: &lt;br /&gt; Multi Model Aturan&lt;br /&gt;Sistem PSB ini telah dirancang sedemikian rupa untuk bisa adaptif dan mampu menerapkan berbagai aturan dan kebijakan proses PSB di berbagai kota/kabupaten yang beragam dan berbeda-beda. Dengan demikian, kota/kabupaten yang menerapkan sistem PSB ini bisa menerapkan kebijakan dan aturannya sendiri secara bebas dan mandiri, serta tidak terikat dengan aturan tetap (fixed) atau aturan yang diterapkan di kota/kabupaten lain. Aturan2 ini ditanam dalam server aplikasi sehingga penerapan dari aturan pun dilakukan oleh sistem (ruled by system). &lt;br /&gt; Online Real Time Process&lt;br /&gt;Data Center PSB mempunyai kemampuan mengolah data calon siswa secara langsung setiap waktu (Online Real Time Process) mulai dari entri data pendaftaran, penyeleksian/perangkingan hingga pengumuman hasil penerimaan siswa di masing-masing sekolah. Seluruh proses tersebut akan dikendalikan oleh Data Center PSB secara otomatis tanpa campur tangan pihak lain secara manual. &lt;br /&gt; Integrasi Internet dan JARDIKNAS.&lt;br /&gt;Sistem TELKOM PSB Online Real Time dirancang menggunakan sistem terpusat yang terhubung dengan backbone Internet 100 Mbps. Data Center PSB juga dapat diakses ke seluruh lokasi pendaftaran PSB dengan mudah baik melalui jalur dial up modem, ADSL atau melalui JARDIKNAS. &lt;br /&gt; Basis Teknologi Web&lt;br /&gt;PSB Online Real Time dirancang memiliki kemampuan portabel agar bisa diakses dari lokasi manapun, aman dan mudah untuk dioperasikan. Seluruh aplikasi TELKOM PSB Online Real Time menggunakan basis teknologi Web yang dapat diakses dengan mudah melalui Internet maupun JARDIKNAS tanpa perlu menambah aplikasi program apapun dari sisi komputer pengguna. Para calon siswa atau orang tua siswa dapat memonitor proses seleksi PSB secara langsung di Internet setiap saat. &lt;br /&gt; Akses SMS&lt;br /&gt;TELKOM PSB Online Real Time menyediakan fasilitas informasi proses penerimaan siswa baru melalui SMS dari berbagai operator telepon seluler di Indonesia. Selain melalui Internet, para calon siswa atau orang tua siswa dapat memonitor proses seleksi PSB secara langsung melalui telepon seluler masing-masing. &lt;br /&gt;Teken from : http://www.psb-online.or.id/cont/sistem.php&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26636772-1481948942655839959?l=infosiswa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infosiswa.blogspot.com/feeds/1481948942655839959/comments/default' title='Catat Ulasan'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26636772&amp;postID=1481948942655839959' title='0 Ulasan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/1481948942655839959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/1481948942655839959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infosiswa.blogspot.com/2007/07/sistem-penerimaan-siswa-baru-online-psb.html' title='Sistem Penerimaan Siswa Baru Online ( PSB Online )'/><author><name>jhibriel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26636772.post-307304611002508679</id><published>2007-07-14T01:10:00.000-07:00</published><updated>2007-07-14T01:12:32.841-07:00</updated><title type='text'>SMA Swasta Kurang  Diminati Calon Siswa</title><content type='html'>YOGYAKARTA – Sejumlah SMA swasta di Kota Yogyakarta, tidak diminati oleh para siswa lulusan SMP dan sederajat. Hal itu terlihat dari data komputerisasi pendaftar SMA di Kota Yogyakarta. SMA Muhammadiyah 6 Yogyakarta dan SMA Mataram Yogyakata tercatat belum ada pendaftar yang beminat di sekolah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui, sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Kota Yogyakarta, untuk semua sekolah negeri yang jumlahnya ada 11, memakai sistem Real Time Online (RTO). Dimana siswa lulusan SMP dan sederajat dapat mendaftar di tiga pilihan sekolah SMA sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam aturannya, terlepas dari pembatasan kuota 80 persen untuk penduduk kota dan 20 persen untuk siswa dari luar kota, seorang siswa berhak mendaftar di dua sekolah negeri dan satu swasta di wilayah Kota Yogyakarta. Jika pada pilihan pertama siswa tersebut tidak masuk atau tidak diterima, yang bersangkutan bisa mencabut berkasnya di sekolah tempat ia mendaftar.&lt;br /&gt;Berkas pendaftaran itu kemudian bisa dipakai untuk masuk sekolah pilihan kedua atau ketiga. ”Pada pilihan petam dan kedua, saya tidak lolos. Masing-masing di SMAN 1 dan SMAN 3 Yogyakarta (sekolah favorit). Terpaksa saya harus mencabut berkas di SMAN 3 dimana&lt;br /&gt;kemarin saya mendaftar,” ujar Purniawan, salah satu siswa lulusan SMP di Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, pilihan ketiganya jatuh di sekolah swasta yang notabene tidak begitu diminatinya. Akhirnya, Purniawan terpaksa memilih sekolah di SMA negeri di luar kota atau sekolah swasta favorit di luar kota Yogyakarta. Kasus-kasus semacam itu banyak terjadi dalam PPDB atau Penerimaan Siswa Baru (PSB) SMA di Kota Yogyakarta tiga hai belakangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena banyak siswa memilih sekolah negeri di luar kota untuk berjaga-jaga ketika tidak lolos PPDB di sekolah dalam kota, nasib sekolah swasta banyak tidak diminati. Dari pantauan Jumat (6/7/2007). Sejumlah sekolah hanya diminati segelintir siswa, dan bebeapa lainya bahkan tidak ada yang mendaftar melalui sistem RTO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di SMA Berbudi (swasta), Giwangan, Yogyakarta, tercatat hanya ada delapan calon siswa yang mendaftar melalui sistem komputerisasi internet RTO. ”Sebenarnya ada 10 yang terdaftar melalui RTO. Namun satu orang mencabut berkasnya dan pindah ke ke sekolah luar kota, dan satu lagi belum registrasi sampai siang ini,” ujar Patono, Wakil Kepala Sekolah SMA Berbudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Jumat hari ini menjadi hari terakhir PPDB di sekolah negeri se Yogyakarta. Di SMAN 3 Yogyakarta misalnya, siswa dari luar kota yang terendah Nilai Ujian Nasional (NUN) yang diterima di SMA tersebut adalah 28,87. Siswa bernama Pasga tersebut adalah lulusan SMP N 4 Pakem, Sleman. (moch fauzi/sindo/fit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taken from : http://www.okezone.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26636772-307304611002508679?l=infosiswa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infosiswa.blogspot.com/feeds/307304611002508679/comments/default' title='Catat Ulasan'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26636772&amp;postID=307304611002508679' title='0 Ulasan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/307304611002508679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/307304611002508679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infosiswa.blogspot.com/2007/07/sma-swasta-kurang-diminati-calon-siswa.html' title='SMA Swasta Kurang  Diminati Calon Siswa'/><author><name>jhibriel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26636772.post-5604585053224965246</id><published>2007-06-30T01:59:00.000-07:00</published><updated>2007-06-30T02:01:42.578-07:00</updated><title type='text'>PERBEDAAN HASIL BELAJAR MEMBACA ANTARA</title><content type='html'>Oleh : Drs. Sugiarto, MA.*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah ada perbedaan hasil belajar membaca antara siswa laki-laki dan perempuan yang diajar dengan menggunakan teknik skimming.  Penelitian ini dilakukan di SLTP Muhammadiyah 31 Rawamangun Jakarta Timur pada CAWU I tahun ajaran 2001-2002 dengan populasi semua siswa dan sampelnya siswa tingkat II sebanyak 34 orang yang diambil dengan teknik acak bertujuan.  Data penelitian ini dijaring dengan menggunakan instrumen berupa tes membaca, sedangkan materinya disesuaikan dengan topik-topik atau pokok bahasan yang sudah diajarkan di kelas yang diteliti.  Data yang terjaring selanjutnya dianalisis dengan menggunakan t-test dengan taraf signifikansi (a) = 0,05 untuk mengetahui hasil perbedaan membaca antara siswa laki-laki dan perempuan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata membaca siswa perempuan sebesar 92,12 adalah secara signifikan lebih tinggi dari pada nilai rata-rata membaca siswa laki-laki sebesar 91,53.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci: teknik membaca, skimming, scanning, kemampuan berbahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Drs. Sugiarto, MA Dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Negeri Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1 Latar Belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca merupakan salah satu di antara empat keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis) yang penting untuk dipelajari dan dikuasai oleh setiap individu.  Dengan membaca, seseorang dapat bersantai, berinteraksi dengan perasaan dan pikiran, memperoleh informasi, dan meningkatkan ilmu pengetahuannya.  Menurut Bowman and Bowman (1991: 265) membaca merupakan sarana yang tepat untuk mempromosikan suatu pembelajaran sepanjang hayat (life-long learning).  Dengan mengajarkan kepada anak cara membaca berarti memberi anak tersebut sebuah masa depan yaitu memberi suatu teknik bagaimana cara mengekplorasi “dunia” mana pun yang dia pilih dan memberikan kesempatan untuk mendapatkan tujuan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca bukanlah suatu kegiatan pembelajaran yang mudah.  Banyak faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan siswa dalam membaca.  Secara umum faktor-faktor tersebut dapat diidentifikasi seperti guru, siswa, kondisi lingkungan, materi pelajaran, serta teknik mempelajari materi pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor terakhir yang dapat mempengaruhi keberhasilan siswa dalam membaca adalah penguasaan teknik-teknik membaca.  Ada beberapa teknik membaca yang dapat diterapkan untuk dapat mencapai prestasi membaca yang baik, diantaranya dengan teknik survei, question, read, recite, dan review (SQ3R), dan teknik scanning and skimming.  Penelitian ini dilakukan untuk membuktian apakah teknik skimming dapat mempengaruhi keberhasilan siswa dalam belajar membaca serta mengevaluasi apakah ada perbedaan hasil belajar antara siswa laki-laki dan perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan hasil belajar membaca antara siswa laki-laki dan perempuan yang diajar dengan teknik skimming dianggap perlu untuk diteliti karena menurut teori keduanya memiliki karakteristik yang berbeda dalam minat baca dan kemampuan linguistiknya.  Misalnya, secara teori kemampuan linguistik perempuan pada umumnya berkembang lebih dahulu dan lebih baik jika dibandingkan dengan laki-laki.  Harris (1998:58) mengatakan bahwa laki-laki dan perempuan mempunyai perbedaan dalam sikap belajar.  Misalnya perempuan biasanya menggunakan strategi belajar yang lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki.  Perbedaan karakteristik ini dapat berpengaruh terhadap kemampuan skimming mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2 Rumusan Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, masalah yang terkait dengan penelitian ini dapat diidentifikasi sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Bagaimana cara meningkatkan keterampilan membaca siswa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Bagaimana mengajarkan membaca dengan teknik skimming?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Apakah ada perbedaan hasil belajar membaca antara siswa laki-laki dan perempuan yang diajar dengan teknik skimming?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Bagaimana tingkat signifikansi teknik membaca dengan teknik skimming terhadap hasil belajar siswa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang muncul di atas terlalu luas, maka dalam penelitian ini dibatasi pada pembuktian apakah ada pengaruh latihan membaca dengan teknik skimming terhadap hasil belajar siswa, serta pengkajian apakah ada perbedaan prestasi antara siswa laki-laki dan perempuan.  Dengan demikian, permasalahan ini dapat dirumuskan sebagai berikut. Apakah terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa laki-laki dan perempuan yang diajar dengan teknik skimming?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Kajian Literatur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1 Hakikat Membaca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang kegiatan membaca, para ahli memberikan definisi yang berbeda tetapi pada dasarnya mereka mempunyai persamaan persepsi tentang membaca, yaitu merupakan sebuah proses.  Allen dan Valette (1977: 249) mengatakan bahwa membaca adalah sebuah proses yang berkembang (a developmental process).  Pada tahap awal, membaca sebagai suatu pengenalan simbol-simbol huruf cetak (word recognition) yang terdapat dalam sebuah wacana.  Dari membaca per huruf, per kata, per kalimat, kemudian berlanjut dengan membaca per paragraf dan esei pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kustaryo (1988:2) menyimpulkan bahwa pengertian membaca adalah suatu kombinasi dari pengenalan huruf, intellect, emosi yang dihubungkan dengan pengetahuan si pembaca (background knowledge) untuk memahami suatu pesan yang tertulis.  Menurut Kustaryo, yang kurang lebih sama seperti yang diungkapkan Allen dan Valette (1977), untuk seorang pemula membaca berarti mengenal simbol (printed symbol) dari sebuah bahasa.  Pemahaman bacaan secara bertahap akan dikuasai setelah tahap word recognition ini dikuasai.  Tentunya setelah mengadopsi strategi-strategi membaca yang sesuai dengan tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Davies (1997: 1) memberikan pengertian membaca sebagai suatu proses mental atau proses kognitif yang di dalamnya seorang pembaca diharapkan bisa mengikuti dan merespon terhadap pesan si penulis.  Dari sini dapat dilihat bahwa kegiatan membaca merupakan sebuah kegiatan yang bersifat aktif dan interaktif.  Dengan pengetahuannya, pembaca harus bisa mengikuti jalan pikiran penulis dan dengan daya kritisnya ditantang untuk bisa merespon dengan menyetujui atau bahkan untuk tidak menyetujui gagasan atau ide-ide yang dilontarkan seorang penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2 Hakikat Skimming&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Wiener dan Bazerman (1978: 65), skimming adalah proses membaca cepat untuk mencari fakta.  Orang yang membaca dengan menggunakan teknik skimming harus melihat kalimat-kalimat yang diperkirakan mengandung informasi yang diperlukan secara cepat untuk mendapatkan fakta-fakta yang ada dalam setiap paragraf.  Jadi, ketika seseorang melakukan skimming, ia berarti tengah mencari jawaban dari suatu pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melakukan proses skimming dengan benar perlu diperhatikan langkah-langkah sebagai berikut :(1) Seorang pembaca perlu memastikan bahwa dirinya mengetahui informasi yang dibutuhkan, (2) Seorang pembaca harus melihat baris demi baris, kalimat per kalimat secara cepat, (3) Seorang pembaca perlu mengingat dan berpikir tentang informasi yang dibutuhkan selama ia melakukan proses skimming, dan (4) Pembaca perlu memperlambat proses skimmingnya ketika mendapatkan kalimat-kalimat yang memungkinkan untuk mendapatkan informasi yang dicarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mikulecky (1990 : 138-139) menambahkan bahwa skimming adalah salah satu teknik membaca secara cepat.  Skimming yang efektif memerlukan kemampuan pembaca untuk dapat memproses teks secara cepat sehingga mendapatkan gambaran umum tentang teks tersebut.  Skimming berbeda dengan scanning, teknik lain membaca secara cepat.  Scanning berguna untuk menemukan informasi khusus dari sebuah teks, seperti nomor telepon, sebuah kata di kamus, tanggal lahir pada buku biografi dan lain-lain.  Akan tetapi, skimming lebih komprehensif.  Skimming yang efektif membutuhkan pengetahuan tentang organisasi teks, kata-kata kunci (lexical clues), kemampuan untuk menentukan pikiran utama (main idea), dan kemampuan membaca lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skimming dilakukan untuk mendapatkan informasi yang diinginkan dan untuk menentukan apakah akan meneruskan membaca atau tidak, atau untuk me-review teks yang telah dibaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah yang disarankan Mikulecky (1990) untuk melakukan skimming pada sebuah artikel adalah sebagai berikut: (1) Bacalah paragraf pertama dan kedua untuk mendapatkan overview dari sebuah artikel, (2) Pada paragraf ketiga dan selanjutnya, mulailah tinggalkan bagian-bagian yang tidak diperlukan dan bacalah kalimat-kalimat dan frase-frase kunci untuk mendapatkan main idea dan beberapa detail yang dibutuhkan, dan (3) Bacalah seluruh paragraf terakhir yang biasanya merupakan sebuah rangkuman dari sebuah artikel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3 Perbedaan Sikap Belajar dan Kebiasaan Cara Membaca Antara Laki-laki dan Perempuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3.1 Perbedaan Sikap Belajar Bahasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa peneliti setuju bahwa kemampuan linguistik perempuan berkembang lebih dahulu dan lebih baik jika dibandingkan dengan laki-laki. Gipps, seperti yang dikutip oleh Callaghan (1998: 3), berpendapat bahwa suprioritas linguistik perempuan sedikit sekali pengaruhnya terhadap performance dan kemampuan berbahasanya.  Mereka menolak anggapan bahwa perbedaan gender itu dipengaruhi oleh faktor-faktor genetik, hormon, atau struktur otak.  Yang mempengaruhi perbedaan ini adalah faktor-faktor lingkungan dan sosio-psikologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maubach dan Morgan (2001: 41-42), dengan mengutip dari beberapa peneliti, mengatakan bahwa faktor-faktor seperti sosialisasi, tekanan sosial, seks dan karir, dan sikap terhadap pelajaran dan guru sangat membantu perkembangan bahasa perempuan.  Pendapat ini diperkuat oleh pernyataan Goodwyn yang dikutip oleh Daly (Davison and Moss ed., 2000: 228), bahwa dalam hal kemampuan antara laki-laki dan perempuan sebenarnya tidak ada perbedaan yang esensial, tetapi perbedaan itu terletak pada sikap.  Perbedaan sikap ini juga terjadi dalam mengimplementasikan strategi-strategi belajar membaca.  Menurut Oxford (Harris, 1998: 58) perempuan lebih banyak menggunakan strategi-strategi belajar membaca dibandingkan dengan laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3.2  Perbedaan Kebiasaan Cara Membaca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa perbedaan sikap akan mempengaruhi kemampuan berbahasa laki-laki dan perempuan.  Dari sikapnya yang self confident, laki-laki cenderung menyukai berbicara secara spontan dalam bahasa asing.  Akan tetapi, menurut Browne (1996), yang dikutip oleh Maubach dan Morgan (2001: 45), laki-laki mempunyai kesulitan lebih banyak daripada perempuan dalam bidang membaca dan menulis.  Perempuan lebih banyak membaca dan menghasilkan tulisan jika dibandingkan dengan laki-laki pada tahun-tahun pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi seperti diungkapkan sebelumnya bahwa faktor-faktor luar sangatlah berpengaruh terhadap kemampuan berbahasa seseorang, juga dalam kemampuan membaca.  Menurut Harris (1998: 59) laki-laki lebih memilih untuk membaca informasi-informasi faktual daripada cerita dan hanya mencari informasi tertentu yang diinginkannya daripada membaca dari awal sampai akhir.  Mereka lebih menyukai membaca untuk kebutuhan dan kesenangan pribadi.  Ini bukan hanya untuk menambah motivasi belajar, tapi juga untuk mengindikasikan bahwa pengetahuan awal itu penting untuk memfasilitasi pemahaman suatu bacaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barton (1997: 13) juga menyatakan bahwa beberapa anak laki-laki cenderung berpendapat bahwa membaca novel fiksi merupakan pekerjaan perempuan, dan mereka cenderung membaca suatu teks informasi, majalah, komik, koran dan artikel dalam internet.  Kedua ahli tersebut sebenarnya mendukung atau setuju dengan hasil penelitian Bugel dan Buunk (1996: 15-27) yang menyatakan bahwa interest dan prior-knowledge sangat mempengaruhi nilai pemahaman bacaan seseorang.  Perempuan mempunyai interest dan prior knowledge yang berbeda dengan laki-laki.  Perempuan cenderung mempunyai minat terhadap bacaan yang bersifat feminin.  Sebaliknya, laki-laki menyukai topik bacaan yang bersifat maskulin.  Untuk topik-topik yang netral, tidak ada suatu perbedaan yang signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dapat disimpulkan bahwa perbedaan cara membaca bisa dipengaruhi oleh topik bacaan yang dibaca karena adanya perbedaan minat dan pengetahuan si pembaca.  Perbedaan topik yang didasarkan atas perbedaan minat dan pengetahuan awal akan mempengaruhi motivasi apakah ia akan membaca seluruh bacaan dari awal sampai akhir atau hanya membaca informasi-informasi yang dibutuhkannya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Metodologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1 Tempat dan Waktu Penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini dilakukan di SMP Muhammadiyah 31 Jakarta, Jl.  Balai Pustaka Barat, Rawamangun, Jakarta Timur pada Cawu I tahun akademik 2001/2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2 Metode Penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan variabel bebas pengajaran membaca dengan menggunakan teknik skimming.  Sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar membaca bahasa Inggris yang diperoleh siswa.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu belajar untuk setiap sesi adalah 45 menit, dan rata-rata waktu belajar di tempat penelitian ini adalah 2 x 45 menit (90 menit).  Jumlah pertemuan yang dilakukan untuk penelitian ini adalah 12 kali tatap muka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3 Populasi dan Sampel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Populasi dalam penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu populasi target dan populasi terjangkau.  Sebagai populasi target adalah seluruh siswa SLTP Muhammadiyah 31 Jakarta sebanyak sembilan kelas yang terdiri dari tiga tingkat I, tiga tingkat II, dan tiga tingkat III dengan jumlah total 384 siswa.  Sedangkan, yang dijadikan populasi terjangkau untuk penelitian ini adalah siswa tingkat II yang semuanya berjumlah 128 siswa.  Penelitian ini sengaja tidak mengambil siswa tingkat I untuk dijadikan populasi karena materi bacaannya dianggap terlalu sederhana untuk diajarkan dengan menggunakan teknik skimming.  Sementara itu, penelitian ini juga tidak mengambil tingkat III sebagai populasi target karena mereka harus bersiap diri untuk menghadapi EBTA dan Ujian Akhir Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan sampel untuk penelitian ini adalah satu tingkat II SLTP Muhammadiayh 31 Jakarta yang terdiri dari 34 siswa.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.4 Instrumen Penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur hasil belajar membaca siswa adalah soal tes membaca yang berbentuk pilihan ganda dengan jumlah soal sebanyak 15, dengan masing-masing soal terdiri dari empat pilihan jawaban: A, B, C, dan D.  Sebelum digunakan, soal tes membaca tersebut diujicobakan di tingkat IIB SLTP Muhammadiyah 31 Jakarta, dan diikuti oleh 39 siswa.  Uji coba tersebut dimaksudkan untuk melihat tingkat keabsahan dan kehandalan soal yang digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.5 Teknik Analisis Data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meneliti hasil belajar membaca yang dicapai oleh siswa serta melihat perbedaan hasil belajar membaca antara siswa laki-laki dan perempuan dipakai teknik statistik dengan menggunakan rumus t-test.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Kerangka Berpikir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting di samping tiga keterampilan berbahasa lainnya.  Karena membaca merupakan sarana untuk mempelajari dunia lain yang diinginkan.  Manusia bisa memperluas pengetahuan, bersenang-senang, dan menggali pesan-pesan tertulis hanya dengan membaca.  Akan tetapi, membaca bukanlah suatu pekerjaan yang mudah.  Membaca adalah sebuah proses yang bisa dikembangkan dengan menggunakan teknik-teknik yang sesuai dengan tujuan membaca tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu teknik yang bisa mengembangkan membaca adalah teknik skimming.  Dengan teknik skimming, seseorang dengan cepat bisa memperoleh suatu gambaran umum tentang apa yang sedang dibacanya.  Teknik ini sangat bermanfaat bagi seseorang yang mempunyai sedikit waktu, tetapi ingin mengetahui secara cepat general information tanpa mempedulikan secara rinci kata-kata sulit dan informasi yang mendetail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hubungannya dengan perbedaan jenis kelamin, ternyata beberapa ahli menemukan suatu perbedaan sikap dan cara membaca antara laki-laki dan perempuan.  Laki-laki mempunyai kesulitan lebih banyak dalam membaca jika dibandingkan dengan perempuan, sehingga nilai reading comprehension laki-laki adalah lebih rendah jika dibandingkan dengan perempuan.  Perbedaan ini ternyata lebih banyak dipengaruhi oleh sikap mereka, interest, background knowledge, bahan dan topik bacaan yang dipilih, serta motivasi untuk membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penjelasan di atas ternyata ada suatu perbedaan sikap dan cara antara laki-laki dan perempuan dalam membaca.  Dari dua kesimpulan ini bisa ditarik sebuah hipotesis bahwa ada perbedaan antara kemampuan skimming laki-laki dan perempuan.  Untuk itu, diperlukan sebuah eksperimen untuk membuktikan apakah ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan skimming laki-laki dan perempuan terhadap hasil belajar membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Hasil Penelitian dan Pembahasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.1 Deskripsi Data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data yang diperoleh dari hasil penelitian adalah: (1) Hasil belajar siswa perempuan setelah diajar dengan teknik skimming mempunyai nilai rata-rata 92,12, jumlah nilai simpangan yang dikuadratkan sebesar 531,71 dengan jumlah subyek sebanyak 17 dan, (2) Hasil belajar membaca siswa laki-laki setelah diajar dengan teknik  skimming mempunyai nilai rata-rata 91,53, jumlah nilai simpangan yang dikuadratkan sebesar 486,7 dengan jumlah subyek sebanyak 17.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.2 Pengujian Hipotesis&lt;br /&gt;Berdasarkan kalkulasi analisis data dengan uji t, didapatkan nilai t-hitung sebesar 1,44.  Untuk mengetahui apakah Ho ditolak atau tidak pada taraf signifikan 0,05 untuk tes satu arah (one tailed), maka nilai t-hitung dibandingkan dengan nilai t-tabel untuk derajat kebebasan (dk) sebesar 32 setelah diinterpolasi adalah 0,013, ternyata nilai t-hitung lebih besar dari nilai t-tabel (1,44 &gt; 0,013).  Ini berarti hipotesis nol (Ho) yang menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil belajar membaca antara siswa laki-laki dan perempuan yang diajar membaca dengan teknik skimming ditolak.  Hal ini berarti sama dengan hasil penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.3 Pembahasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari analisis data diperoleh hasil sebagai berikut: nilai rata-rata siswa perempuan (X1) sebesar 92,12 dan nilai rata-rata siswa laki-laki (X2) sebesar 91,53.  Hal ini menunjukkan bahwa apa yang telah diungkapkan oleh para ahli dalam kajian teori dapat diterima bahwa kemampuan linguistik dan keterampilan siswa perempuan dalam mengaplikasikan teknik-teknik belajar membaca cenderung lebih baik jika dibandingkan dengan siswa laki-laki.  Jumlah kuadrat simpangan/nilai deviasi kelompok siswa perempuan adalah 531,71 dan kelompok siswa laki-laki adalah sebesar 486,70.  Setelah dihitung dengan rumus t-test menghasilkan t-hitung sebesar 1,44.  Hasil interpolasi derajat kebebasan adalah 32.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi t-hitung lebih besar dari t-tabel (1,44 &gt; 0,013).  Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar membaca siswa perempuan dan siswa laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut teori yang diungkapkan oleh para ahli bahwa kemampuan linguistik perempuan lebih baik dan berkembang lebih cepat dibandingkan dengan kemampuan linguistik laki-laki.  Selain itu, siswa perempuan cenderung menggunakan pendekatan yang bervariasi dalam mempelajari bahasa dibandingkan dengan laki-laki.  Bahkan, minat siswa perempuan dalam mempelajari bahasa menurut teorinya juga lebih tinggi dibandingkan dengan minat laki-laki.  Semua ungkapan teoritis tersebut telah terbukti benar dalam penelitian ini.  Namun demikian, tidak berarti bahwa kecenderungan tersebut tidak dapat diubah sama sekali.  Hal ini tergantung pada upaya-upaya yang dilakukan oleh para guru bahasa Inggris dan para peneliti yang berminat dalam hal tersebut.  Artinya, bila dilakukan pendekatan-pendekatan tertentu yang sesuai dengan minat siswa laki-laki bukan tidak mungkin bahwa mereka juga dapat mencapai prestasi yang sama dengan siswa perempuan.  Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan memberikan pendekatan alternatif sehingga dapat menumbuhkembangkan minat siswa laki-laki dalam mempelajari bahasa.  Dengan harapan bahwa keduanya, yaitu siswa perempuan dan laki-laki dapat memperoleh prestasi yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.4  Keterbatasan Penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun telah diusahakan secara maksimal untuk dapat melaksanakan penelitian ini, tetapi tidak dapat dihindari bahwa penelitian ini mempunyai kelemahan-kelemahan.  Misalnya, eksperimen pengajaran membaca dengan teknik skimming tidak dapat dilakukan dalam waktu lebih lama dari tiga minggu untuk menghindari agar tidak mengganggu proses pembelajaran yang sudah terjadwal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koefisien reliabilitas soal tes membaca yang digunakan sebagai instrumen penelitian tergolong rendah, yaitu 0,23.  Hal ini dapat diakibatkan oleh adanya perbedaan prosedur pembuatan tes yang dilakukan oleh tim peneliti dengan kebiasaan yang dilakukan oleh guru yang bersangkutan dalam membuat soal-soal tes membaca.  Peneliti tidak melakukan perbaikan instrumen dikarenakan dapat mengganggu proses belajar para siswa di sekolah tersebut.  Sesungguhnya, setiap perbaikan instrumen perlu diujicobakan dan dilakukan tes ulang terhadap siswa yang diteliti, sedangkan izin yang diberikan oleh pihak sekolah terhadap peneliti waktunya sangat terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  Simpulan dan Saran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.1 Simpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah terbukti secara empiris bahwa t-hitung lebih besar dari t-tabel, yaitu 1,44 &gt; 0,13.  Hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar membaca siswa laki-laki dan perempuan yang diajar dengan teknik skimming.  Kesimpulan ini memperkuat sebagian pendapat yang mengatakan bahwa kemampuan linguistik perempuan berkembang lebih dahulu dan lebih baik jika dibandingkan dengan laki-laki.  Dengan kata lain, pendapat ini dapat dikatakan bahwa kemampuan membaca siswa laki-laki dan siswa perempuan memang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.2 Saran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat koefisien reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini tergolong rendah, maka perlu diadakan penelitian lebih lanjut dengan memperbaiki atau menyempurnakan instrumen yang ada sehingga dapat dilakukan penelitian yang lebih baik.  Bagi guru bahasa Inggris disarankan untuk meningkatkan pemahaman tentang teknik skimming selain juga mengetahui tahapan-tahapan penerapan teknik tersebut dalam pembelajaran.  Karena telah terbukti dalam hasil penelitian bahwa teknik ini berpengaruh positif terhadap kemampuan membaca siswa.  Perlu diupayakan pendekatan-pendekatan tertentu dalam mengajar siswa laki-laki untuk dapat mencapai prestasi belajar membaca yang lebih maksimal sehingga dapat mencapai prestasi sebagaimana siswa perempuan dapat mencapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka Acuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allen, Edward David dan Rebecca M. Valette. 1977. Classroom Techniques for Languages and English as Second Languages. New York: Harcout Brace Jovanovich, Inc. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barton, Amanda. 1997. “Boy’s Underachievement in GCSE Modern Languages: Reviewing the Reasons”. Language Learning Journal no. 16.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bowman, Dr. James D. dan S. Ray Bowman. 1991. “Using Television Commercial to Develop Reading Comprehension.” Reading Improvement vol.28 no. 4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Browne, A. 1996. Developing Language and Literacy. London: Paul Chapman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bugel, Karin dan Bram P. Buunk. 1996. “Sex Differences in Foreign Languages Text Comprehension”. The Modern Language Journal vol. 80(1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Callaghan, Martine. 1998. “An Investigation into the Causes of Boys’ Underachievement in French”. Language Learning Journal no.17.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Davies, Florence. 1997. Introducing Reading. New York: Penguin English.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Davison, Jon dan John Moss ed. 2000. Issues in English Teaching. London: Routledge. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harris, Vee. 1998. “Making Boys Make Progress.” Language Learning Journal no.18.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kustaryo, Dra. Sukirah. 1988. Reading Techniques for College Students. Jakarta: Depdikbud. Dirjen Dikti PPLPTK. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maubach, Anne-Marie dan Carol Morgan. 2001. “The Relationship Between Gender and Learning Styles Amongst a Level Modern Language Students”. Language Learning Journal, No 23.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mikulecky, Beatrice S. 1990. A Short Course in Teaching Reading Skills. USA: Addison – Wesley Publishing Company. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiener, Harvey S. dan Charles Bazerman. 1978. Reading Skills Handbook. USA:&lt;br /&gt;                   Houghton Mifflin Company.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26636772-5604585053224965246?l=infosiswa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infosiswa.blogspot.com/feeds/5604585053224965246/comments/default' title='Catat Ulasan'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26636772&amp;postID=5604585053224965246' title='0 Ulasan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/5604585053224965246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/5604585053224965246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infosiswa.blogspot.com/2007/06/perbedaan-hasil-belajar-membaca-antara.html' title='PERBEDAAN HASIL BELAJAR MEMBACA ANTARA'/><author><name>jhibriel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26636772.post-1229556056356949358</id><published>2007-06-21T23:18:00.000-07:00</published><updated>2007-06-21T23:28:25.641-07:00</updated><title type='text'>Membantu Anak Belajar</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;oleh : Dr. Martin Leman&lt;br /&gt;Sebagai orang tua,  adalah sebuah kebanggaan tersendiri  yang tak akan hilang bila berhasil  membimbing  anak dalam studi dan menjadikannya sukses.  Bahkan  orang tua, akan rela berusaha semaksimal mungkin dan melakukan apa saja demi membantu anak sukses dalam studinya. Tapi bagaimana caranya yang paling  tepat ? Inilah yang sering menjadi masalah…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Membantu anak dalam studi, bukanlah hal yang sederhana, bahkan bisa menjadi suatu tantangan tersendiri baik secara intelektual maupun emosional.  Sebaliknya, jika kita berpendapat bahwa belajar dan membuat pekerjaan rumah adalah tanggung jawab anak dan gurunya semata, dan orang tua tidak perlu campur tangan adalah sangat tidak tepat. Belajar dan membuat pekerjaan rumah memang merupakan  bagian dari proses perkembangan diri anak, di mana anak berusaha untuk meluaskan dunianya. Justru di sinilah orang tua harus berperan agar anak dapat berkembang dengan baik, dan terarah pada arah yang postif.&lt;br /&gt;        Pendapat bahwa keberhasilan seseorang dalam studi ditentukan sejak ia masih di sekolah dasar adalah benar. Pola belajar seseorang memang dibentuk saat ia masih duduk di tingkat sekolah dasar, sesuai dengan masanya ia mengalami perkembangan mental dan pembentukan karakternya. Di masa ini anak tidak hanya belajar tentang berhitung, membaca, atau menghafal pengetahuan umum saja, melainkan juga belajar tentang tanggung jawab, skala nilai moral, skala nilai prioritas dalam kegiatannya, dan juga soal kedisiplinan. Hal ini yang sering kita lupakan, di mana kadang kala kita sebagai orang tua “terlalu ikut campur” dalam mengerjakan pekerjaan rumah anak kita. Malah sudah menjadi rahasia umum bahwa tidak sedikit tugas atau pekerjaan rumah yang diberikan guru kepada anak, malah dikerjakan oleh orang tuanya.  Kita harus ingat bahwa mengerjakan pekerjaan rumah bagi seorang anak, bukanlah sekedar menyalin atau memindahkan catatan ke buku pekerjaan rumah demi sebuah nilai yang bagus di buku. Apa yang hendak dicapai dengan memberikan pekerjaan rumah selain agar ia mengulang bahan pelajaran, adalah juga untuk mendidik anak agar ia  bertanggung jawab terhadap suatu tugas, untuk melatih ia mengatur jadwal, dan melatih ia mengerjakan sesuatu sendiri.&lt;br /&gt;        Jadi  kita sebagai orang tua tidak boleh membantu ia mengerjakan pekerjaan rumahnya ? Bukan begitu, ……. permasalahannya adalah bagaimana caranya yang paling tepat. Kita tetap harus membantu anak kita dalam belajar dan mengerjakan pekerjaan rumahnya, namun dengan cara yang tepat. Berikut ini beberapa cara yang tepat dalam membantu anak belajar dan membuat pekerjaan  rumahnya :&lt;br /&gt; §         Mulailah dengan mengajarinya untuk belajar dan membuat PR secara teratur, dan rutin. Sebisa mungkin dijadwalkan jam berapa ia harus belajar. Dengan demikian lama-kelamaan ia akan merasakan bahwa belajar adalah sesuatu yang memang seharusnya ia lakukan setiap hari, dan menjadi sebuah kebiasaan. Ini juga akan membantunya saat ulangan atau ujian, di mana ia tidak belajar terlalu berat lagi menjelang hari  ujian, karena bahannya sudah ia cicil sebelumnya.&lt;br /&gt;§         Tanamkanlah dalam diri anak bahwa kegiatan belajar adalah sesuatu yang perlu diprioritaskan dalam kegiatan sehari-hari.  Jangan kacaukan jam belajar anak dengan acara-acara seperti berbelanja ke mall,  atau malah mengajaknya bermain pada saat seharusnya ia belajar. Bila anak sejak  kecil merasa bahwa acara belajarnya  adalah suatu acara yang dianggap penting oleh orang tuanya, ia pun akan beranggapan bahwa belajar itu memang penting.&lt;br /&gt;§         Perhatikanlah  bagaimana si kecil belajar. Apakah ia belajar dengan senang hati ? Atau dengan ekspresi kesal dan frustrasi ? Sebagai orang tua kita harus tanggap, apa kira-kira yang si kecil rasakan saat ia belajar. Jika ia belajar dalam suasana hati yang senang, apa yang ia pelajari akan lebih  melekat dalam dirinya dan ia juga tidak merasakan berbeban untuk belajar. Bila ia tampak kesal atau tidak senang saat ia belajar, cobalah cari apa penyebabnya. Apakah ia mengalami kesulitan berkonsentrasi ? Atau ia terganggu oleh sesuatu ? Di sini orang tua  harus pandai-pandai membuat suasana hati si kecil gembira saat ia belajar.&lt;br /&gt;§         Jika kita melihat anak kesulitan dalam mengerjakan PR-nya, jangan ragu untuk membantunya. Bantu dia, tetapi tetaplah ingat untuk tidak mengambil alih tugas itu dari anak kita. Carilah tahu apa yang menyebabkan ia kesulitan. Apakah pertanyaannya ia tidak pahami ? ataukah karena ia tak tahu harus mencari di mana jawaban pertanyaannya ? ataukah karena sebab – sebab lain ? Dari situ kita bisa menuntun anak untuk perlahan-lahan menyelesaikan tugasnya. Sekali lagi, biarkan ia yang mengerjakannya dengan bantuan orang tua, jangan malah orang tuanya atau kakaknya yang menyelesaikan tugasnya.&lt;br /&gt;§         Pujilah usahanya dalam belajar dan membuat perkerjaan rumah, bukan cuma hasil akhirnya saja. Kadang kala anak sudah berusaha susah payah mengerjakan tugasnya, tetapi hasilnya tidak sempurna. Hal ini wajar. Sangat wajar sekali, sebab justru memang itulah tujuan tugas itu diberikan, yaitu untuk mengasah ketrampilan anak. Kita pun tidak pernah mengasah pisau yang sudah tajam bukan ?&lt;br /&gt;§         Berilah pujian atau penghargaan pada anak atas usaha  dan susah payahnya. Jika  ia merasa bahwa usaha kerasnya itu dihargai, ia akan berusaha lebih baik lagi lain kali, dan ia juga tidak  akan merasa bahwa usahanya itu sia-sia belaka.&lt;br /&gt;§         Aturlah agar si kecil mempunyai tempat belajar yang cukup dan nyaman.  Bila ia belum punya meja sendiri, ia dapat mengerjakannya di meja makan, sambil ditemani orang tuanya. Biasanya anak yang masih kecil dan masih lekat dengan ibunya, akan merasa senang bila saat ia belajar atau mengerjakan PR nya, berada tidak jauh dari ibunya. Ia akan merasa aman dan mudah jika perlu suatu bantuan dari ibunya sewaktu-waktu.&lt;br /&gt;§         Sediakanlah alat tulis menulis yang ia perlukan. Sediakan pula buku-buku yang ia butuhkan. Jika anda tidak tahu apa saja yang ia perlukan, tanyakanlah padanya atau gurunya.  Tanpa tersedianya alat tulis, kertas, dan buku-buku, anak akan kesusahan saat hendak mengerjakan pekerjaan rumahnya.&lt;br /&gt;§         Ajarilah anak untuk membuat jadwal kegiatannya sehari-hari. Jadwal bisa berupa kolom-kolom kalender yang ditandai kapan ada ulangan atau ujian, kapan tugas harus dikumpulkan, dan lain sebagainya. Dengan adanya kalender kegiatan ini, baik anak maupun orang tua akan dapat melihat jadwal kegiatan dengan mudah dan cepat. Bila perlu sediakan pula papan tulis kecil atau white board untuk menulis pesan atau catatan kecil.&lt;br /&gt;§         Biasakan pula anak untuk memiliki agenda sekolah. Banyak sekolah dasar memang sudah mewajibkan muridnya untuk memiliki agenda sekolah. Dengan membiasakan anak menulis agenda, secara tidak langsung membiasakan anak membuat perencanaan untuk kegiatan esok harinya, atau beberapa hari kemudian. Bagi anak yang masih di SD, ada baiknya bila orang tua  memeriksa agenda sekolahnya, untuk mengikuti dan memantau kegiatan belajar anak.&lt;br /&gt;§         Ajak anak untuk menceritakan hari-harinya di sekolah. Biasakan anak sejak kecil untuk berbicara secara terbuka mengenai kegiatan sekolah kepada orang tua. Dengan menanyakan kegiatan di sekolahnya, anak akan merasa lebih diperhatikan, dan orang tua juga dapat memantau apa yang dialami si anak. Untuk mengajaknya bercerita, orang tua juga harus melihat situasi dan kondisi anak. Jangan ajak bicara soal ini saat  anak sedang menonton acara TV kesayangannya, atau anak sedang hendak bermain dengan temannya. Anak akan malah merasa terganggu, dan kesal, dan anak akan menjawab sekenanya saja, agar cepat selesai. Gunakanlah saat – saat di mana anak juga dalam keadaan rileks, misalnya saat makan malam bersama.&lt;br /&gt;§         Bila anak sedang  belajar, usahakan agar tidak mengganggunya dengan cara tidak menghidupkan TV.  Berikanlah suasana yang tenang bagi anak, sehingga perhatiannya tidak terganggu oleh siaran TV. Jika memang tetap hendak menyaksikan TV atau menonton video, usahakan agar suaranya tidak membuat anak terganggu atau teralih perhatiannya.&lt;br /&gt;§         Ajari  anak tentang cara belajar yang baik. Ajarilah ia cara membuat catatan yang rapi, dan bersih. Ajari ia cara membuat rangkuman dan catatan kecil bila ia  mempelajari suatu buku, dan lain sebagainya. Bila anak diajar untuk memiliki pola  belajar dengan cara yang baik dan efektif,  kelak ia akan lebih mudah untuk belajar sendiri.&lt;br /&gt;§         Hal yang sangat penting adalah komunikasi dengan anak. Jadikanlah diri kita sebagai orang tua dan pendengar bagi  anak. Dengarkanlah dahulu apa yang dirasakan dan hendak dikatakan oleh anak. Jangan malah anak belum-belum sudah diberi nasehat bertubi-tubi tanpa memberinya kesempatan mengemukakan pikirannya. Jika ia mengutarakan sesuatu yang kurang sesuai dengan kemauan orang tua, jangan langsung dimarahi atau dicela. Ajaklah bicara baik-baik dan buat ia mengerti. Hal ini penting karena akan mengkondisikan anak untuk biasabicara terbuka dan tidak berbohong pada orang tua. Ia akan merasakan bahwa ia bisa bicara apa saja dengan orang tuanya. Selain itu penting juga untuk menunjukkan pada anak bahwa orang tuanya peduli padanya dan selalu bersedia membantu bila diperlukan.&lt;br /&gt;§         Jika anak hendak belajar bersama temannya, dukunglah ia. Belajar bersama  memang dapat membantu anak, baik dalam pelajarannya sendiri,maupun dalam perkembangan bersosialisasinya.  Peran orang tua di sini adalah mengontrol apakah anak memang belajar bersama atau sekedar alasan saja untuk keluar rumah dan bermain dengan temannya. Langkah yang paling mudah untuk mengontrol anak   tanpa membuatnya merasa dicurigai, adalah dengan menyediakan rumah kita sendiri sebagai tempat mereka belajar bersama. Dengan begitu, selain membuat kita bisa mengawasi apakah mereka memang belajar, juga sekaligus membuat kita bisa mengenal  teman-teman si anak.&lt;br /&gt;§         Kebanyakan sekolah, secara rutin mengadakan acara pertemuan antara orang tua murid dengan guru. Usahkanlah agar hadir, karena inilah kesempatan terbaik untuk bertemu guru anak kita. Kita  dapat mendengar langsung dari pihak guru, bagaimana polah si anak di sekolah.  Kita dapat mendiskusikan apa ada kesulitan belajar atau masalah yang di alami anak. Demikian juga saat pengambilan rapor. Kebanyakan SD dan SMP mewajibkan rapor diambil oleh orang tuanya . Ini juga  merupakan kesempatan baik untuk bertemu dan berdiskusi dengan guru anak kita. Jadi…. Manfaatkanlah kesempatan ini sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;§         Sebaliknya, dengarkan juga komentar anak tentang gurunya. Tidak jarang  anak mengeluh tentang gurunya. Kadang anak mengeluh guru mengajar terlalu cepat, tidak jelas, terlalu galak, dan lain sebagainya. Jangan anggap sepele komentar-komentar itu. Carilah tahu apa yang dialami sebenarnya oleh anak, karena tidak jarang komentar itu muncul sebagai awal dari masalah belajar anak.  Jika ternyata memang ada masalah,pertimbangkanlah untuk bertemu dengan guru anak kita, dan diskusikan dengannya. Akan tetapi harus diingat bahwa sebelum bertemu dengan guru si anak, tanyakan dahulu pada anak, bagaimana menurutnya. Hal ini penting, terutama pada usia anak yang sudah agak besar, kebanyakan mereka merasa malu dan  terlalu dicampuri urusannya oleh orang tua, bila orang tua tiba-tiba menemui gurunya di sekolah.&lt;br /&gt;§         Akhirnya, hal yang tak kalah penting yang harus diingat adalah  bahwa setelah anak seharian berhadapan dengan gurunya di sekolah,jangan lagi kita yang seharusnya menjadi orang tuanya malah memposisikan diri sebagai guru lagi. Jadilah “orang tua” bagi anak kita, …. Yang merupakan tidak sekedar guru, melainkan juga pendidik, pengasuh, pelindung, penolong, sekaligus sahabat yang paling memahami sang anak…. Sebuah kedudukan yang  lebih  tinggi dan mulia …..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teken from ; &lt;a href="http://leman.or.id/"&gt;http://leman.or.id&lt;/a&gt; &lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26636772-1229556056356949358?l=infosiswa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infosiswa.blogspot.com/feeds/1229556056356949358/comments/default' title='Catat Ulasan'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26636772&amp;postID=1229556056356949358' title='0 Ulasan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/1229556056356949358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/1229556056356949358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infosiswa.blogspot.com/2007/06/membantu-anak-belajar.html' title='Membantu Anak Belajar'/><author><name>jhibriel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26636772.post-8651629119003954880</id><published>2007-06-21T23:15:00.000-07:00</published><updated>2007-06-21T23:35:45.554-07:00</updated><title type='text'>Membiasakan membaca pada anak</title><content type='html'>Bisa membaca dan gemar membaca, dua hal yang sangat berbeda. Sejauh ini jika diperhatikan, banyak orang tua yang anak-anaknya dalam pertumbuhan hanya berupaya mengarahkan anaknya bisa membaca lebih dini tapi tidak dalam konteks gemar membaca.&lt;br /&gt;Selain itu, ketika anak-anak sudah bisa membaca, kenyataannya mereka tidak diarahkan membaca sebagai suatu kebutuhan yang harus dilakukan setiap waktu. Jika dihubungkan dengan kondisi teknologi audio visual yang semakin cangih, bisa jadi masyarakat begitu terbuai dengan sajian informasi yang up to date. Hanya dengan cara mendengar dan melihat, berbagai informasi yang dibutuhkan setiap hari bisa diketahui. Kondisi tersebut banyak membuat orang dewasa mengabaikan kebiasaan membaca. Bagi orang tua yang memiliki anak, disadari atau tidak dapat kondisi tersebut dapat mempengaruhi anak-anak mereka.&lt;br /&gt;Seperti yang diungkapkan Psikolog Bibiana Dyah Sucahyani. Menurut Bibiana, menanamkan budaya membaca pada anak yang paling penting keteladanan dari orang tua anak bersangkutan. Artinya membuat anak gemar membaca dimulai dari orangtuanya dulu. Dalam hal ini bagaimana orang tua sejak dini dapat mengapresiasikan budaya baca pada anak dengan memberi contoh langsung kepada anak-anak. "Orang tua juga harus memberi contoh kalau ia juga suka membaca, tidak mungkin mengharapkan anak gemar membaca sementara orang tuanya sendiri tidak suka," ungkap psikolog yang juga ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah Kepri.&lt;br /&gt;Lanjut psikolog yang biasa disapa Dhea ini, orang tua merupakan contoh yang paling nyata yang mudah ditiru oleh anak-anaknya. Apapun aktivitas yang dilakukan orang tuanya, dengan sendiri biasanya anak akan ikut.&lt;br /&gt;"Tinggal bagaimana orang tua dapat mengarahkan dan menggunakan metode yang benar dan membuat anak merasa nyaman sehingga tertarik untuk membaca," sarannya.&lt;br /&gt;Sesuai dengan pertumbuhan anak, ada proses bagaimana caranya supaya anak jadi gemar membaca. Misalnya, orang tua dapat menumbuhkan minat baca pada anak dengan rajin mendongeng dan memperkenalkan buku-buku cerita yang disesuaikan dengan usianya. Membiasakan memberi hadiah berupa buku pada anak sejak dini juga sangat bagus untuk membiasakan anak terhadap buku.&lt;br /&gt;Banyaknya jenis buku yang ada, menurut Dhea orang tua harus dapat memilih buku yang tepat buat anaknya. Cara ini dapat menngurangi kemungkinan anak jenuh dengan buku tersebut. Misalnya saja, anak usia 0-2 tahun, pada masa ini anak-anak sedang pada taraf melatih motorik sehingga cara yang paling baik adalah orangtua aktif mendongeng dengan menggunakan buku-buku yang mengunakan gambar-gambar dengan aneka warna yang menarik, berbau atau berbunyi. Saat mendongeng orang tua harus dapat memberi beberapa contoh yang mudah dipahami anak.&lt;br /&gt;Selain membiasakan anak dengan buku-buku di rumah, sesekali mengajak anak jalan-jalan ke toko buku, dapat memberikan nuansa yang lain bagi anak untuk mencintai buku.&lt;br /&gt;NingrumBawa ke Toko BukuSelain menunjukan kebiasaan Ningrum dan suaminya yang suka membaca di rumah, Ningrum juga suka membawa kedua anaknya ke toko buku. "Dalam satu bulan, ada beberapa kali saya dan suami mencari buku bacaan, karena melihat kebiasaan kami, anak-anak juga jadi suka dengan buku dan di toko buku mereka sudah tahu posisi buku-buku yang mereka sukai," ujar ibu dua anak ini.&lt;br /&gt;Meskipun kedua anaknya masih balita, usia empat tahun dan dua tahun, menurutnya justru sejak dini anak menyenangi buku akan lebih baik. "Meskipun tidak mengharuskan anak-anak harus mau membaca, tapi ternyata aktivtas kami mempengaruhi anak-anak juga," papar Ningrum senang.&lt;br /&gt;Melihat ketertarikan kedua anaknya dengan buku, sejak dini Ningrum mulai membekali mereka dengan buku bacaaan yang menarik. "Sesuai dengan usia mereka, untuk saat ini tentu saja mereka menyukai buku-buku yang bergambar," jelasnya.&lt;br /&gt;HeriMetode Fonem, Tidak hanya Bisa Membaca&lt;br /&gt;Sementara menurut Heri dari Yayasan Fonem di Sungai panas, metode anak belajar membaca sangat mempengaruhi apakah ke depannya anak suka membaca atau tidak. Karena alasan itu jika ingin anak tidak sekadar bisa membaca, metode saat mengajarkan anak membaca harus diperhatikan. "Dulu yang kita tahu belajar membaca dengan mengeja uruf, tapi itu sebenarnya kurang efektif, karena anak jadi menghafal huruf, bukan memahami setiap uruf yang ada,’’ ujar Heri.&lt;br /&gt;Dengan metode fonem, kata Heri, anak akan lebih memahami setiap huruf yang mereka ketahui. Sesuai dengan arti fonem itu sendiri, bunyi terkecil dari sebuah huruf, maka metode pengajarannya setiap uruf dalam kata yang disebutkan bahasa yang digunakan lebih ditekankan. Heri mencontohkan kata "makan" maka saat mengenalkan huruf ditekankan setiap huruf yang terkait didalamnya dimulai dari kata M,’’ ujarnya. Tidak hanya menekatkan huruf yang disebutkan, suasana belajar juga harus menyenangkan dan pengenalan huruf juga dibantu dengan menggunakan lambang-lambang yang begitu dikenal anak.&lt;br /&gt;"Seperti M identik dengan lambang MC Donald yang pasti anak tahu, ini akan membuat suasana belajar jadi menyenangkan,’’ ujar Heri yang juga Kepala Superbrain Batam. (dew)&lt;br /&gt;Tips Agar Anak Gemar Membaca&lt;br /&gt;- Orang tua harus jadi teladan juga, jadi orang tua tunjukkan hobi membaca. - Biasakan memberi hadiah berupa buku pada anak- Sempatkan diskusi tentang buku yang dibaca - Obrolan antara ortu dan anak sedapat mungkin dikaitkan dengan bacaan, misalnya: lihat lah gedung itu dirancang seperti rumah pangeran dalam dongeng seribu satu malam.- Tidak perlu ruangan khusus untuk membaca, namun perpustakaan keluarga akan membantu anak untuk mengetahui aneka bacaan dan memilih yang disukainya.- Pilihkan buku-buku aneka warna, yang berbunyi, yang berbau, bergambar banyak dan hal-hal yang menarik anak lainnya, supaya anak menjadi suka dan mau mulai membukanya pada anak-anak usia dini.- Jika anak bertanya, walaupun ibu sudah tahu jawabannya, usahakan referensi kebuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; http://www.batampos.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26636772-8651629119003954880?l=infosiswa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infosiswa.blogspot.com/feeds/8651629119003954880/comments/default' title='Catat Ulasan'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26636772&amp;postID=8651629119003954880' title='0 Ulasan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/8651629119003954880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/8651629119003954880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infosiswa.blogspot.com/2007/06/membiasakan-membaca-pada-anak.html' title='Membiasakan membaca pada anak'/><author><name>jhibriel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26636772.post-3243872006282944674</id><published>2007-06-16T05:37:00.000-07:00</published><updated>2007-06-16T06:43:16.603-07:00</updated><title type='text'>Kiat Efektif Agar Anak Suka Belajar</title><content type='html'>Semua orang tua pasti ingin anaknya suka belajar, tapi bagaimana caranya? Membuat anak suka belajar memang gampang-gampang susah, namun berikut ini 5 kiat yang efektif untuk diterapkan: Pertama Suasana yang menyenangkan adalah syarat mutlak yang diperlukan supaya anak suka belajar. Menurut hasil penelitian tentang cara kerja otak, bagian pengendali memori di dalam otak akan sangat mudah menerima dan merekam informasi yang masuk jika berada dalam suasana yang menyenangkan. Kedua Membuat anak senang belajar adalah jauh lebih penting daripada menuntut anak mau belajar supaya menjadi juara atau mencapai prestasi tertentu. Anak yang punya prestasi tapi diperoleh dengan terpaksa tidak akan bertahan lama. Anak yang bisa merasakan bahwa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan akan mempunyai rasa ingin tahu yang besar, dan sangat mempengaruhi kesuksesan belajarnya di masa yang akan datang. Ketiga Kenali tipe dominan cara belajar anak, apakah tipe Auditory (anak mudah menerima pelajaran dengan cara mendengarkan), Visual (melihat) ataukah Kinesthetic (fisik). Meminta anak secara terus menerus belajar dengan cara yang tidak sesuai dengan tipe cara belajar anak nantinya akan membuat anak tidak mampu secara maksimal menyerap isi pelajaran, sehingga anak tidak berkembang dengan maksimal. Keempat Belajar dengan jeda waktu istirahat setiap 20 menit akan jauh lebih efektif daripada belajar langsung 1 jam tanpa istirahat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak mampu melakukan konsentrasi penuh paling lama 20 menit. Lebih dari itu anak akan mulai menurun daya konsentrasinya. Jeda waktu istirahat 1-2 menit akan mengembalikan daya konsentrasi anak kembali seperti semula. Kelima Anak pada dasarnya mempunyai naluri ingin mempelajari segala hal yang ada di sekitarnya. Anak akan menjadi sangat antusias dan semangat untuk belajar jika isi atau materi yang dipelajari anak sesuai dengan perkembangan anak. Anak akan menjadi mudah bosan jika yang dipelajari terlalu mudah baginya, dan sebaliknya anak akan menjadi stres dan patah semangat jika yang dipelajari terlalu sulit.Kuncinya adalah mengenali keunikan anak anda. Jika anda sudah tahu apa saja yang dapat memotivasi dia, maka tidak akan sulit untuk membuatnya menyukai belajar. Kenalilah minatnya, kembangkan itu dengan mengarahkannya secara lebih terfokus. Hal yang perlu diingat adalah, setiap anak mempunyai perbedaan-perbedaan dan keunikannya masing-masing, tugas kita sebagai orang tua adalah mengenalinya dan mengasahnya. Selain itu, jadilah teladan yang baik bagi mereka, jika mereka melihat bahwa orang tuanya juga antusias dalam mempelajari hal-hal baru, maka pasti mereka akan terpengaruh. Peran anda sangat kuat sebagai orang tua, karena mereka menjadikan anda sebagai panutan.(fis)&lt;br /&gt;taken from : &lt;a href="http://www.jawaban.com/"&gt;http://www.jawaban.com/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26636772-3243872006282944674?l=infosiswa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infosiswa.blogspot.com/feeds/3243872006282944674/comments/default' title='Catat Ulasan'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26636772&amp;postID=3243872006282944674' title='0 Ulasan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/3243872006282944674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/3243872006282944674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infosiswa.blogspot.com/2007/06/kiat-efektif-agar-anak-suka-belajar.html' title='Kiat Efektif Agar Anak Suka Belajar'/><author><name>jhibriel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26636772.post-397268814067452599</id><published>2007-06-08T20:53:00.000-07:00</published><updated>2007-06-16T05:36:20.627-07:00</updated><title type='text'>Anak Miskin Bisa masuk Sekolah Internasional</title><content type='html'>Sekolah standar nasional dan standar internasional bukan sekolah eksklusif yang hanya untukanak-anak kaya. Anak-anak pandai meski miskin bisa juga masuk ke sekolah tersebut. Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Depdiknas Suyanto mengatakan setiap orang memilikipeluang yang sama untuk memasuki sekolah berstandar nasional maupun internasional."Jadi sekolah tersebut untuk siapa saja, bukan sekolah eksklusif. Dan, tidak membedakan menurut jenis kelamin, statussosial ekonomi, agama, dan lokasi geografis," kata Suyanto ketika membuka Workshop Program Sekolah BertarafInternasional dan Sekolah Standar Nasional di Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/3) malam.Ia mengatakan setiap orang tanpa memandang asal usulnya mempunyai akses yang sama terhadap sekolah tersebutpada semua jenis, jenjang dan jalur pendidikan. Sekolah dengan standar tersebut, kata Suyanto, dikatakan bermutumemiliki proses belajar mengajar yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan serta pro perubahan. Yaitu, prosesbelajar mengajar yang menekankan pengembangan daya kreasi, inovasi, dan eksperimentasi untuk menemukankemungkinanan-kemungkinan atau ide-ide baru yang belum pernah ada. Sehingga, output-nya memiliki keunggulan-keunggulan mutu secara nasional dan sekaligus internasional. Baik itu menyangkut aspek kognitif, afektif, maupunpsikomotornya.Menurut dia, sekolah dengan standar tersebut di tingkat SD hendaknya dikembangkan prinsip relevansi, yaitu sesuaidengan kebutuhan peserta didik, kebutuhan keluarga, kebutuhan berbagai sektor dan sub-sub sektornya, serta sesuaidengan tuntutan lokal dan internasional."Yang terakhir ini mempunyai implikasi penting, yakni sekolah internasional harus mampu meningkatkan kemampuandaya saing lulusannya, sehingga sekolah tersebut dituntut untuk pro perubahan dengan tuntutan-tuntutan internasionaldi bidang iptek," ujarnya.Pengembangan sekolah ini dituntut menganut prinsip-prinsip tata kelola yang baik, yaitu partisipasif, transparan,akuntabel, profesional, demokratis, tanggung jawab, pelayanan prima, dan yang penting ada kepastian jaminan mutu.Akan tetapi, menurut Suyanto, pengembangan sekolah bermutu ini tetap memegang teguh pengembangan jati diribangsa atau nilai-nilai bangsa Indonesia. Di samping mengembangkan daya progresif global yang diupayakan melalui pengenalan, penghayatan, dan penerapannilai-nilai yang diperlukan dalam era global, yaitu religi, iptek, ekonomi, seni, solidaritas dan etika global. "Untukmemperlancar komunikasi global sekolah ini menggunakan bahasa internasional, terutama bahasa Inggris danmenggunakan teknologi komunikasi informasi (ICT)," katanya. (cn/broto &lt;a href="http://www.menkokesra.go.id/"&gt;http://www.menkokesra.go.id&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26636772-397268814067452599?l=infosiswa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infosiswa.blogspot.com/feeds/397268814067452599/comments/default' title='Catat Ulasan'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26636772&amp;postID=397268814067452599' title='0 Ulasan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/397268814067452599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/397268814067452599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infosiswa.blogspot.com/2007/06/anak-miskin-bisa-masuk-sekolah.html' title='Anak Miskin Bisa masuk Sekolah Internasional'/><author><name>jhibriel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26636772.post-246032690600012259</id><published>2007-06-08T20:44:00.000-07:00</published><updated>2007-06-08T20:50:53.913-07:00</updated><title type='text'>Memilih Sekolah yang Tepat  Bagi Anak</title><content type='html'>Menjelang tahun ajaran baru, iklan sekolah semakin gencar di media massa dan orang tua pun pasti sibuk memilihkan sekolah yang terbaik untuk putra putrinya. Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan orang tua saat memilih sekolah untuk anak-anaknya:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;I. Lokasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pastikan bahwa sekolah yang kita pilih berada di lingkungan yang memenuhi persyaratan:&lt;br /&gt;Mudah dijangkau dari rumah. Bayangkan, betapa tersiksanya anak kita ketika harus berangkat ke sekolah jauh lebih pagi dikarenakan jarak sekolah yang sangat jauh atau melalui kawasan lalu lintas yang macet. Sarapan pagi menjadi percuma karena perjalanan ke sekolah telah membuang energi yang cukup besar.&lt;br /&gt;Tidak dekat pusat keramaian Bukanlah hal yang menyenangkan ketika sekolah berada di samping terminal atau tidak jauh dari pusat perbelanjaan. Konsentrasi menjadi sulit karena suasana yang ramai. Sekolah di pemukiman padat di mana sebagian besar penduduknya tidak bekerja juga dapat menjadi ancaman tersendiri bagi para siswa. Tidak sedikit siswa sekolah yang ditawari obat-obatan terlarang oleh mereka yang bertempat tinggal di sekitar sekolah pada saat istirahat atau pulang ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;II. Fasilitas dan SDM Sekolah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Fasilitas Sekolah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan pembelajarana akan berjalan dengan efektif apabila sekolah memiliki fasilitas dengan baik. Saat akan memilih sekolah perhatikan fasilitas-fasilitas berikut:&lt;br /&gt;Ruang kelas Dengan melihat ruang kelas, sesungguhnya ada beberapa hal yang bisa kita lihat: * Penghargaan terhadap anak Kertas yang memiliki hiasan-hiasan karya siswa, tempelan-tempelan nasihat-nasihat yang menyejukan ataupun rangsangan-rangsangan pembelajaran lain seperti foto siswa akan mampu membngkitkan harga diri siswa dan kreativitas mereka. * Kerjasama dan komunikasi antara siswa dan antar siswa dengan guru Susunan tempat duduk, papan tulis, dan alat-lat belajar lain dapat menggabarkan dinamika di dalam kelas termasuk juga interaksi antar individu yang ada di dalamnya.&lt;br /&gt;Fasilitas Olah raga dan bermain Fasilitas olah raga dan bermain merupakan hal penting yang perlu dilihat untuk kesempurnaan perkembangan jasmani dan rohani. Ruang gerak yang memadi akan membantu anak-anak kita menyalurkan energi mereka ke hal-hal yang positif.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Sumber Daya Manusia Sekolah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kepala Sekolah Sempatkan untuk berbicara dengan kepala sekolah dari sekolah yang akan anda pilih. Biasanya saat sekolah mengadakan open house, berdialog dengan kepala sekolah menjadi salah satu acaranya. Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa kepala sekolah memegang peranan sampai 60% dalam menentukian keberhasilan sekolah.Dialog sekolah menjadi lebih penting dalam masyarakat kita yang sangat mengutakan panutan/keteladanan dari pimpinan. Dengan mengetahui bagaimana kepala sekolah menerjemahkan visi dan ms\isi sekolah . Degan berdialog orang tua memperoleh bayangan bagaimana sistem sekolah dapat berjalan.&lt;br /&gt;Guru dan karyawan sekolah Berbicara dengan salah satu guru juga harus menjadi agenda penting dalam memilih sekoah. Para guru akan menjadi teladan bagi anak-anak kita. Hal yang selalu ingin kita hindari adalah apabila hampir 1/3 waktu nya dihabiskan di sekolah dengan model yang kurang sesuai dengan yang kita harapkan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;III. Kondisi Putra putri Kita&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Putra-putri kita adalah pusat dari kegiatan yang kita lakukan dalam memilih sekolah. Ada 2 hal yang harus menjadi patokan dalam hal ini:&lt;br /&gt;Kemampuan anak Seringkali banyak anak-anak terutama pada usia balita sudah sangai\t ingin bersekolah. Konsultasikan masalah ini dengan psikolog anda. Dalam banyak kasus orang tua sudah terlalu bangga dengan keadaan ini sehingga tidak mengatisipasi hal-hal yang mungkin terjadi di kemudian hari seperti anak mengalami kejenuhan yang bukan mustahil membuat mwereka mogok sekolah. Kebanyakan orang tua yang memiliki anak remaja juga lebih bangga ketika anak mereka masuk sekolah umum daripada sekolah kejuruan. Atau masuk IPA bukan IPS. Padahal kemampuan anak akan sangat menentukan keberhasilan mereka mengikuti pelajaran dan tentu saja dukungan orang tua bahwa sekolah kejuruan bukanlah sekolah buangan, atau IPS bukanlah jurusan yang buruk, akan sangat membantu putra-putri kita.&lt;br /&gt;Kemauan anak Anak-anak terutama remaja seringkali memilih sekolah berdasarkan pilihan sebagian besar temannya. Diskusikan dengan anak anda sekolah yang mereka inginkan. Ajak mereka ke sekolah tersebut, dan yakinkan mereka bahwa kesalahan memilih sekolah akan mengakibatkan kerugian waktu dan finansial. Hal yang menyebalkan ketika kita harus pindah sekolah dan beradaptasi lagi dengan lingkungan baru.&lt;br /&gt;Akhirnya orang tua dan anak harus bersama-sama mendiskusikan tujuan mereka, sehingga sekolah bukan untuk prestise orang tua tetapi untuk mengoptimalkan kemampuan mereka sehingga dapat mempersiapkan masa depan yang lebih baik lagi.&lt;br /&gt;taken from : &lt;a href="http://www.lpi-dd.net"&gt;http://www.lpi-dd.net&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26636772-246032690600012259?l=infosiswa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infosiswa.blogspot.com/feeds/246032690600012259/comments/default' title='Catat Ulasan'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26636772&amp;postID=246032690600012259' title='0 Ulasan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/246032690600012259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/246032690600012259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infosiswa.blogspot.com/2007/06/memilih-sekolah-yang-tepat-bagi-anak.html' title='Memilih Sekolah yang Tepat  Bagi Anak'/><author><name>jhibriel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26636772.post-4111100833670308688</id><published>2007-05-31T20:12:00.000-07:00</published><updated>2007-05-31T20:18:48.253-07:00</updated><title type='text'>Tips Memilih Universitas</title><content type='html'>"Mau nerusin ke mana?" Itu adalah satu pertanyaan yang sering dilontarkan sesudah kita menyelesaikan studi di SLTA. Pertanyaan klasik yang sederhana tetapi tidak semudah itu untuk menjawabnya. Ngomong-ngomong, apa jawaban anda?&lt;br /&gt;Di Indonesia saat ini terdapat 1465+ Perguruan Tinggi Swasta (PTS), tersebar dari Sabang sampai Merauke (tidak termasuk Timor Leste). Ada PTS berbentuk Universitas, Sekolah Tinggi, Akademi, dan lain-lain. Masing-masing PTS mungkin menyelenggarakan lebih dari satu program studi, dan bisa jadi suatu program studi diselenggarakan dalam 2 atau lebih jalur/jenjang pendidikan, misalnya D1, D3, S1. (Kalau anda kurang memahami istilah-istilah tersebut, saya sarankan anda membaca kembali &lt;a href="http://www.blogger.com/struktur.asp"&gt;Struktur Pendidikan Tinggi&lt;/a&gt;). Bagaimana anda menentukan PTS pilihan anda? Jurusan apa? Lalu jalur/jenjang pendidikannya? Faktor apa saja yang perlu anda pertimbangkan dalam menentukan pilihan tersebut? Permasalahan menjadi jauh lebih sederhana jika di kota anda hanya ada satu PTS dan, karena satu atau lain hal, anda tidak bisa kuliah di luar kota. Tetapi, kasusnya biasanya tidak demikian. Permasalahan muncul karena anda bisa memilih.&lt;br /&gt;Minat&lt;br /&gt;Faktor utama yang harus anda pertimbangkan adalah minat anda. Hampir boleh dipastikan, tidak ada mahasiswa yang berhasil dalam studinya jika itu bertentangan dengan minatnya. Orang lain, termasuk orang tua, boleh memberikan saran atau masukan apapun, tetapi andalah yang akan menjalani sekian tahun proses belajar di perguruan tinggi. Sudah terlalu sering kita mendengar kegagalan mahasiswa karena ketidakcocokan dengan bidang studi yang diminatinya. Jangan sampai hal ini terjadi pada anda.&lt;br /&gt;Biaya&lt;br /&gt;Kemampuan keuangan sangat menentukan pilihan anda. Ini adalah faktor terpenting berikutnya yang harus anda perhitungkan. Kuliah di perguruan tinggi melibatkan banyak komponen biaya. Anda mungkin geleng-geleng kepala kalau saya sebutkan yang berikut ini, mulai uang pendaftaran, uang gedung, uang kuliah pokok, uang SKS, uang praktikum, uang ujian, uang jaket, uang buku, uang kesehatan, uang KKN, uang skripsi, uang ini, uang itu........ you name it. Belum lagi biaya-biaya tidak langsung, seperti biaya kos, biaya hidup, biaya transportasi, biaya buku, biaya foto copy, dan lain-lain. Kalikan itu dengan sekian tahun masa kuliah anda.&lt;br /&gt;Kalau anda bisa tinggal di rumah selama kuliah, sebaiknya ini yang anda pilih. Jadi, pilihlah PTS yang ada di kota anda. Kalau harus kuliah di luar kota, usahakan untuk tinggal di rumah saudara. Ini akan sangat banyak menghemat.&lt;br /&gt;Sebelum melakukan pendaftaran, tanyakan semua komponen biaya yang harus anda bayarkan di PTS yang bersangkutan. Ingat untuk kuliah anda tidak hanya membayar uang kuliah saja. Tanyakan juga waktu pembayarannya. Biasanya PTS memberlakukan sistem pembayaran yang diharapkan tidak memberatkan mahasiswa, misalnya uang gedung boleh diangsur sekian kali, uang kuliah pokok dan uang SKS tidak dibayarkan bersamaan, dan lain sebagainya. Perhitungkan semuanya jika anda tidak ingin gagal karenanya.&lt;br /&gt;Prospek&lt;br /&gt;Dari ratusan program studi yang ditawarkan oleh PTS, tentu tidak semuanya menjanjikan prospek pekerjaan yang cerah di masa mendatang, 4 - 6 tahun sesudah anda menginjak bangku kuliah. Ada program studi yang tidak populer, sepi peminat karena dianggap tidak menarik atau kurang memberikan harapan pekerjaan dengan hasil yang memadai. Ada juga program studi yang selalu menjadi favorit, walaupun banyak lulusannya yang menganggur. Baik karena kurangnya lapangan pekerjaan atau pun terlalu banyaknya lulusan.&lt;br /&gt;Anda dituntut untuk dapat memprediksi prospek bidang studi yang anda pilih dalam memasuki lapangan pekerjaan sesudah anda lulus nanti. Sebagai contoh, pemerintah pernah menyatakan program studi hukum sebagai jurusan yang sudah jenuh karena jumlah perguruan tinggi penyelenggara dan jumlah mahasiswa yang mengambil program studi ini. Anda harus sangat istimewa di bidang ini untuk dapat bersaing dengan sekian banyak lulusan lainnya.&lt;br /&gt;Apakah hal itu masih berlaku sekarang? Di era reformasi ini kita banyak melihat kasus-kasus hukum yang mulai mencuat ke permukaan. Orang bicara mengenai hak, kewajiban dan tanggung jawab. Banyak buruh melakukan demo menuntut haknya dipenuhi. Selesaikan secara hukum. Banyak perusahaan dan bank yang memerlukan penyelesaian hukum untuk menuntaskan permasalahan sesudah krisis ekonomi ini. Bukankah logis kalau hal-hal tersebut diselesaikan oleh para sarjana hukum?&lt;br /&gt;Kita lihat juga jurusan pertanian dan kelautan. Sesudah sektor industri dan perbankan terpuruk akhir-akhir ini, orang mulai melirik lagi sektor pertanian. Jumlah penduduk Indonesia yang demikian besar, dan semuanya butuh makan setiap hari, menuntut tersedianya bahan pangan yang cukup untuk itu. Dan bukankah Tuhan memberikan tanah yang demikian subur kepada bangsa kita? Kenapa kita kalah dari Thailand misalnya dalam produksi hasil pertanian?&lt;br /&gt;Bukan hanya tanah subur yang Tuhan berikan kepada kita, tetapi juga laut yang sangat luas dan kaya. Pemerintah pun menyadari hal ini dengan menunjuk seorang menteri yang bertugas untuk mengeksplorasi potensi kelautan Indonesia. Apakah bidang tersebut masih prospektif 5 tahun yang akan datang? Hei.... kita baru saja mulai.&lt;br /&gt;Globalisasi? Tentu saja ini akan sangat menentukan wajah dunia masa datang. Perdagangan bebas, banyaknya perusahaan asing yang masuk ke Indonesia (di antaranya karena aset negara kita terpaksa dijual kepada mereka!), semuanya menuntut standar dunia juga. Bahasa asing (bukan hanya bahasa Inggris), perdagangan internasional, lingkungan, peralatan berteknologi tinggi, komputer, internet, dan banyak lagi akan menjadi tuntutan yang tak terhindarkan.&lt;br /&gt;Saya ingatkan, tidak ada prediksi yang benar 100%. Tetapi akan sangat berguna kalau anda bisa mengantisipasi kondisi di masa depan. Kalau anda merasa tidak mampu melakukannya sendiri, bertanyalah kepada orang tua, guru, teman, konsultan, atau siapapun. Jangan pertaruhkan masa depan anda karena ketidaktahuan ini.&lt;br /&gt;Sesudah ketiga faktor di atas anda pertimbangkan masak-masak, kini tiba saatnya anda memilih perguruan tinggi yang sesuai dengan kriteria tersebut. Sediakan cukup banyak waktu, karena lebih banyak faktor eksternal dan bersifat teknis yang terlibat di sini.&lt;br /&gt;MEMILIH PERGURUAN TINGGI&lt;br /&gt;Dari 1465+ perguruan tinggi swasta di Indonesia, tentu saja tidak semuanya memenuhi kriteria minat, biaya dan prospek yang sudah anda tentukan. Coret PTS yang tidak memiliki program studi sesuai minat anda. Singkirkan PTS-PTS yang biaya kuliahnya terlalu mahal bagi anda, atau terlalu jauh dari tempat tinggal anda sehingga biaya untuk kuliah di sana akan terlalu tinggi. Dengan demikian daftar yang anda miliki akan semakin pendek. Tetapi itupun mungkin masih cukup panjang sehingga memerlukan pendalaman lebih jauh. Faktor apa lagi yang perlu dilihat dari suatu perguruan tinggi untuk menentukan pilihan akhir anda?&lt;br /&gt;Reputasi&lt;br /&gt;Kalau saya harus memilih salah satu PTS tanpa melihat faktor-faktor internal lainnya, pertimbangan utama yang paling gampang saya gunakan adalah reputasi PTS tersebut. Reputasi di sini berarti PTS yang bersangkutan secara umum dikenal sebagai PTS yang baik, memiliki sarana belajar mengajar yang baik dengan fasilitas yang memadai. Lulusannya pun tidak kesulitan dalam mencari pekerjaan. Bahkan ada lulusan PTS yang menjadi rebutan perusahaan-perusahaan pemakainya.&lt;br /&gt;Apakah tidak mungkin salah jika memilih PTS ini? Harus kita ingat, reputasi tidak datang dalam sekejap. Reputasi ini biasanya dibangun dengan kerja keras dan melalui proses yang panjang. Bisa saya katakan bahwa anda berada on the safe side jika memilih salah satu dari PTS-PTS ini. Bukan berarti lalu anda berhenti di sini saja. Masih ada hal-hal lain yang harus anda cermati.&lt;br /&gt;Status Akreditasi&lt;br /&gt;Status akreditasi ini adalah salah satu faktor yang paling sering digunakan oleh PTS untuk mengiklankan dirinya. Tidak terlalu salah memang, karena hal itu menunjukkan mutu/kemampuan PTS dalam menyelenggarakan suatu program studi. Status ini didapat setelah diadakan penilaian tentang semua unsur yang diperlukan untuk itu, termasuk fasilitas pendidikan, nisbah dosen tetap dan mahasiswa, kurikulum pendidikan, dan banyak hal lainnya. Masalahnya, tidak semua orang memahami dengan jelas tentang status ini, dan tampaknya banyak PTS yang menyadari dan memanfaatkan ketidaktahuan tersebut.&lt;br /&gt;Yang terutama adalah: status akreditasi diberikan kepada program studi di suatu PTS dan bukan kepada PTS yang bersangkutan. Jadi sebetulnya tidak ada istilah PTS yang disamakan. Yang benar adalah (satu atau lebih) program studi di PTS tersebut statusnya disamakan. Mungkin saja PTS tadi memiliki 3 program studi (misalnya A, B, dan C), masing-masing dengan jenjang S1 dan D3. Kalau program studi A jenjang D3 saja (satu dari enam) yang memperoleh status disamakan, apakah tepat kalau PTS tersebut mengatakan statusnya disamakan?&lt;br /&gt;Yang perlu anda ketahui juga, status akreditasi ini menentukan kemandirian suatu program studi dalam melaksanakan proses belajar mengajar, misalnya ujian negara atau penerbitan ijazah. Suatu program studi (sekali lagi bukan PTS) yang sudah dinyatakan terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) berhak untuk menyelenggarakan sendiri semua kegiatannya. Artinya anda tidak lagi harus mengikuti ujian negara yang dilaksanakan oleh Kopertis, dan ijazah yang anda terima cukup disahkan oleh PTS tempat anda kuliah.&lt;br /&gt;Sekali lagi, tanyakan dengan jelas status akreditasi program studi yang anda pilih. Jangan percaya begitu saja dengan klaim yang dikeluarkan oleh suatu PTS tentang statusnya. (Uraian yang lebih rinci tentang hal ini dapat anda lihat pada topik &lt;a href="http://www.blogger.com/akreditasi.asp"&gt;Akreditasi&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;Jalur dan Jenjang Pendidikan&lt;br /&gt;Berapa lama anda mau menghabiskan waktu di bangku kuliah? Secepatnya? Berapa cepat? Selain ditentukan oleh kemampuan anda, hal ini juga tergantung dari jalur/jenjang pendidikan yang anda ambil. Pendidikan tinggi di Indonesia mengenal dua jalur pendidikan, yaitu jalur akademik (jenjang sarjana) dan jalur profesional (jenjang diploma). Jalur akademik menekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan, sedangkan jalur profesional menekankan pada penerapan keahlian tertentu. (Untuk lebih lengkapnya silakan lihat &lt;a href="http://www.blogger.com/struktur.asp"&gt;Struktur Pendidikan Tinggi&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;Dalam kaitannya dengan waktu, jenjang sarjana membutuhkan waktu lebih lama (minimal 8 semester) dibandingkan dengan jenjang diploma (2 semester untuk D1 - 6 semester untuk D3). Hal ini tentu sangat berpengaruh pada biaya yang harus anda sediakan. Banyak orang, yang karena keterbatasannya, lebih memilih jenjang diploma dengan harapan cepat lulus dan mendapat pekerjaan.&lt;br /&gt;Perlu anda ketahui, jenjang diploma dirancang sebagai jenjang terminal. Artinya, lulusannya dipersiapkan untuk langsung memasuki dunia kerja, bukan untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi (walaupun sekarang ada yang disebut program lintas jalur, dari diploma ke sarjana). Ini berbeda dengan jenjang sarjana, yang membuka kesempatan lulusannya untuk terus mengembangkan ilmunya.&lt;br /&gt;Hal lain yang harus anda perhatikan adalah tingkat persaingan di pasar kerja. Kalau banyak tenaga sarjana yang tersedia, perusahaan akan lebih memprioritaskannya dibandingkan lulusan diploma.&lt;br /&gt;Gelar dan Sebutan&lt;br /&gt;Sesudah anda lulus, anda akan mendapat ijazah dan salah satu dari ini: gelar akademis atau sebutan profesional. Yang pertama anda tentu tahu, Sarjana Ekonomi (SE), Sarjana Hukum (SH), dan gelar lainnya. Gelar akademis ini diberikan kepada mereka yang menyelesaikan pendidikan melalui jalur akademik (jenjang sarjana).&lt;br /&gt;Lalu bagaimana kalau kita menyelesaikan pendidikan jalur profesional (jenjang diploma)? Bukan gelar akademis (Sarjana Muda, misalnya) yang kita dapatkan, melainkan sebutan profesional seperti Ahli Madya Komputer (AMd Komp). Sebutan ini mungkin belum terlalu memasyarakat, dan kadang-kadang dianggap kurang bergengsi. Banyak yang masih menggunakan (dan lebih menyukai) istilah D3-Komputer. Anda yang menentukan, gelar atau sebutan yang ingin anda tambahkan di belakang nama anda.&lt;br /&gt;Fasilitas Pendidikan&lt;br /&gt;Gedung megah dan ber-AC saja tidak cukup untuk menjamin berlangsungnya proses belajar mengajar yang baik. Bukan (hanya) itu yang dimaksud dengan fasilitas pendidikan. Fasilitas seperti laboratorium (komputer, akuntansi, bahasa, dan lain-lain), bengkel, studio dan perpustakaan sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan mahasiswa. Mereka tidak hanya dituntut untuk menguasai wawasan keilmuannya saja, tetapi juga bagaimana menerapkannya di lapangan. Apalagi untuk jalur pendidikan profesional yang lebih bersifat aplikatif dan menekankan pada ketrampilan.&lt;br /&gt;Sekali lagi, jangan hanya tampilan fisik yang anda perhatikan. Boleh saja PTS memasang foto-foto gedungnya yang megah, laboratorium komputernya yang canggih. Tidak ada salahnya anda coba menanyakan, kapan mahasiswa berkesempatan untuk menggunakan fasilitas-fasilitas tersebut. Jangan-jangan hanya satu-dua kali per semester, atau hanya untuk mahasiswa tingkat akhir saja. Perhitungkan juga jumlah mahasiswa yang harus menggunakan fasilitas tersebut.&lt;br /&gt;Kualitas dan Kuantitas Dosen&lt;br /&gt;Perkembangan suatu PTS paling gampang dilihat dari jumlah mahasiswanya yang (selalu) bertambah. Ini sangat penting bagi PTS, karena mahasiswa adalah sumber utama (seringkali satu-satunya) pendapatan PTS. Dari merekalah PTS mencukupi kebutuhannya untuk membiayai operasional pendidikan, membangun gedung, menambah fasilitas pendidikan, termasuk membayar gaji dosen dan karyawannya. Oleh karena itulah ada kecenderungan PTS untuk menggali sebanyak mungkin potensi ini, baik secara kualitas (memperbesar uang gedung dan uang kuliah) maupun kuantitas (menerima sebanyak mungkin mahasiswa).&lt;br /&gt;Pada sisi lain, bertambahnya mahasiswa menuntut ditambahnya jumlah dosen. Bukan hal yang mudah mendapatkan dosen dengan jumlah yang memadai, apalagi yang memenuhi kualitas yang dibutuhkan. Padahal Undang-Undang Pendidikan Tinggi mensyaratkan tercapainya nisbah (rasio) antara dosen tetap dan mahasiswa sebesar 1:30 untuk bidang studi IPS dan 1:25 untuk bidang studi IPA. Mungkin faktor dosen ini merupakan salah satu faktor paling sulit bagi suatu PTS, dan karenanya sering diabaikan atau direkayasa.&lt;br /&gt;Pengabaian secara kuantitatif dilakukan dengan membebani dosen yang terbatas jumlahnya dengan beban mengajar yang besar, sehingga waktu dan tenaga dosen-dosen tersebut betul-betul tersita untuk itu. Seringkali hal ini dilakukan dengan mengabaikan aspek kualitas pengajarannya. Hampir tidak tersisa lagi waktu untuk melakukan penelitian atau pengabdian masyarakat yang merupakan pilar-pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi.&lt;br /&gt;Bisa juga suatu PTS memenuhi aspek kuantitas dosen tetap ini, tetapi dengan mengkompromikan kualitasnya. Misalnya dosen yang mengajar tidak sesuai dengan bidang ilmunya, tidak terpenuhinya kepangkatan akademik dalam pengajaran atau bimbingan tugas akhir, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Perekayasaan positif terjadi dengan penggunaan dosen-dosen tidak tetap. Biasanya dosen tidak tetap ini memenuhi persyaratan kelayakan mengajar, seperti latar belakang pendidikan, gelar dan kepangkatan akademis dan profesionalismenya. Masalahnya, dosen-dosen ini hanya menyediakan waktu yang terbatas kepada mahasiswa sesuai dengan status tidak tetapnya. Bagi PTS, mereka tidak bisa disertakan dalam penghitungan nisbah dosen tetap dan mahasiswa sehingga tidak berpengaruh dalam penentuan status akreditasi.&lt;br /&gt;Yang paling memprihatinkan adalah jika terjadi perekayasaan negatif. Dalam hal ini PTS berusaha dengan segala macam cara untuk memenuhi nisbah tersebut. Misalnya PTS masih mencantumkan nama dosen yang sudah tidak lagi menjadi dosen tetap di sana, atau nama seseorang tercantum sebagai dosen tetap di lebih dari satu PTS. Contoh lain adalah dengan cara meminjam nama. Seseorang yang memenuhi kualifikasi akademis "diangkat" sebagai dosen tetap dengan mendaftarkannya secara resmi ke instansi yang berwenang. Artinya, secara administratif seluruh persyaratan sudah dipenuhi dan "dosen" tersebut juga menerima gaji dari PTS. Tetapi, keterlibatannya dalam kegiatan akademik hampir atau memang tidak ada sama sekali.&lt;br /&gt;Sebelum anda mendaftar, cobalah untuk mencari tahu jumlah dosen tetap di PTS tersebut. Berapa orang yang bergelar S2, S3, dan mungkin ada yang sudah bergelar profesor. Kualitas keilmuan anda sangat banyak ditentukan oleh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;taken from : &lt;a href="http://www.pts.co.id"&gt;http://www.pts.co.id&lt;/a&gt; &lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26636772-4111100833670308688?l=infosiswa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infosiswa.blogspot.com/feeds/4111100833670308688/comments/default' title='Catat Ulasan'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26636772&amp;postID=4111100833670308688' title='0 Ulasan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/4111100833670308688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/4111100833670308688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infosiswa.blogspot.com/2007/05/tips-memilih-universitas.html' title='Tips Memilih Universitas'/><author><name>jhibriel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26636772.post-6475941319942995234</id><published>2007-05-26T11:16:00.000-07:00</published><updated>2007-05-26T11:24:19.305-07:00</updated><title type='text'>USM ITB dan Perubahan Strata Sosial Mahasiswa ITB</title><content type='html'>Sabtu kemaren saya harus susaha payah memasuki kampus ITB karena kedua sisi jalan si seputar kampus (Jl Ganesha, Skanda, Ciung Wanara, dan Gelapnyawang) dipenuhi mobil-mobil peserta Ujian Seleksi Masuk (USM) ITB. Kebanyakan kendaraan tersebut memiliki nomor polisi B yang menandakan banyak peserta ujian berasal dari Jakarta dan sekitarnya. Tahun ini boleh dibilang peserta USM ITB melonjak tajam. USM ITB tidak hanya diadakan di Bandung, tetapi juga di beberapa daerah seperti Bogor, Surabaya, Pekanbaru, Balikpapan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Melihat mobil-mobil mewah yang terparkir tersebut menunjukkan status sosial keluarga peserta ujian. USM ITB memang jalur seleksi di luar SPMB tetapi dengan “uang pangkal” yang lumayan mahal, minimal 45 juta (tahun ini diturunkan dengan variasi 15 juta, 30 juta, dan 45 juta). Ada yang mengatakan USM adalah untuk kalangan yang mampu, sedangkan SPMB untuk kalangan bawah (tetapi ini tidak berarti yang memilih jalur SPMB berasal dari kalangan kurang mampu, faktanya tidak semua peserta yang berasal dari kalangan mampu mengikuti USM).&lt;br /&gt;Dari tahun ke tahun mahasiswa baru ITB memang berasal dari kalangan berada. Jalur USM saja misalnya memperebutkan 45% jatah kursi mahasiswa baru. Ini berarti minimal 45% mahasiwa baru ITB memang dari kalangan atas. Jika mobil dijadikan indikator status sosial mahasiswa, maka status sosial mahasiswa ITB tercermin pada hari-hari kuliah. Kita dapat melihat areal kampus ITB, baik lahan parkir di dalam kampus maupun lahan parkir di seputar kampus baik utara maupun selatan, dipenuhi mobil-mobil mahasiswa. Bahkan beberapa mahasiswa entah bagaimana caranya berhasil memperoleh stiker masuk kampus sehingga mereka bisa leluasa memarkir mobilnya di dalam kampus seperti halnya mobil dosennya (stiker parkir di dalam kampus hanya untuk dosen dan karyawan ITB saja, mahasiswa dan tamu tidak berhak memperoleh stiker ini. Hal ini dimaksudkan karena kampus ITB luasnya terbatas, selain itu agar areal di dalam kampus tidak penuh sesak dengan mobil). Pemandangan seperti ini agak berbeda dengan 15 atau 20 tahun lalu dimana lahan parkir tidak terisi mobil sebanyak ini (disamping itu memang jumlah mahasiswa yang diterima oleh ITB bertambah terus setiap tahun).&lt;br /&gt;Tentu saja kita kita tidak akan membuat dikotomi mahasiswa kaya dan mahasiswa miskin. Setiap warga negara Indonesia mempunyai hak yang sama kuliah di ITB, tidak peduli status sosialnya. Mahasiswa dari kalangan kurang mampu masih cukup banyak di ITB, namun dari tahun ke tahun jumlahnya makin berkurang. Hal ini disebabkan SPP di ITB semakin mahal dan tidak terjangkau oleh rakyat miskin (sebenarnya SPP di ITB masih lebih kecil dibandingkan dengan SPP mahasiswa UI). Keberadaan jalur USM sebenarnya berdampak positif, sebab mahasiswa dari jalur USM mensubsidi mahasiswa yang tidak mampu. Tetapi di sisi lain kita melihat kesempatan calon mahasiswa kurang mampu untuk masuk ITB semakin lama semakin kecil bila porsi mahasiswa jalur USM semakin lama semakin besar. Meskipun saya tidak mempunyai data yang akurat, tetapi dari cara bergaul dan penampilan mahasiswa ITB saya dapat melihat bahwa mahasiswa yang kurang mampu saat ini sudah berkurang jumlahnya, khususnya di Informatika ITB tempat saya mengajar.&lt;br /&gt;Secara umum mahasiswa yang diterima lewat jalur USM mempunyai kemampuan akademik yang setara dengan mahasiswa jalur SPMB. Sudah kaya, pintar lagi. Kehidupan mereka glamor dan suka bersenang-senang (ini tercermin dari blog mereka yang bercerita keseharian mereka mengunjungi tempat bilyar, arena bowling, makan di fast food, selalu nonton film bioskop terbaru, dll). Kebanyakan mereka berasal dari Jakarta yang gaya hidupnya sudah biasa denga kesenangan semacam itu.&lt;br /&gt;Namun, mengajar mahasiswa dari kalangan “the haves” tidak selalu menyenangkan. Sebagian dari mereka (jadi, tidak semua), mempunyai semangat juang yang rendah dan cenderung manja. Mereka sering mengeluh jika diberi tugas yang berat, minimalis kalau mengerjakan tugas, malas melakukan eksplorasi, kurang menghargai orang lain, dan parahnya lagi berani menyontek dalam membuat tugas, baik nyontek dari temannya maupun nyontek dari internet. Generasi instan, begitulah tepatnya menyebut istilah untuk sebagian mahasiswa kaya ini. Ingin cepat lulus dan dapat nilai bagus, tapi malas berusaha.&lt;br /&gt;Hal ini berbeda dengan mahasiswa yang pas-pasan secara ekonomi. Kelompok mahasiswa yang terakhir ini umumnya mempunyai daya juang yang tinggi karena terpacu dari keterbatasan ekonomi orangtua mereka yang menuntut mereka bersungguh-sungguh dalam kuliah. Keterbatasan yang ada membuat mereka kreatif dan mampu menunjukkan prestasi yang tidak kalah dengan mahasiswa yang kaya. Secara moral mereka juga baik, ini tampak dari cara mereka menghormati dosen, karyawan, dan teman-temannya.&lt;br /&gt;Begitulah kondisi mahasiswa ITB saat ini. Apapun mereka, kami tetap memperlakukan sama untuk setiap mahasiswa. Tidak ada perbedaan perlakuan antara mahasiswa jalur USM dan jalur SPMB, antara mahasiswa yang mampu dan mahasiswa yang kurang mampu, dan sebagainya. Mampu atau tidak orangtua mereka itu masalah nasib dan kebetulan saja. Semua mereka harus mampu melewati fase kuliah di ITB yang berat dan melelahkan. Hanya mahasiswa yang bekerja keraslah yang dapat menyelesaika kuliah di sini, tidak peduli status sosialnya apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;taken from : &lt;a href="http://rinaldimunir.wordpress.com"&gt;http://rinaldimunir.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26636772-6475941319942995234?l=infosiswa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infosiswa.blogspot.com/feeds/6475941319942995234/comments/default' title='Catat Ulasan'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26636772&amp;postID=6475941319942995234' title='3 Ulasan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/6475941319942995234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/6475941319942995234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infosiswa.blogspot.com/2007/05/usm-itb-dan-perubahan-strata-sosial.html' title='USM ITB dan Perubahan Strata Sosial Mahasiswa ITB'/><author><name>jhibriel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26636772.post-287995317050702799</id><published>2007-05-26T11:08:00.000-07:00</published><updated>2007-05-26T11:11:16.860-07:00</updated><title type='text'>Tips Sukses Menembus SPMB</title><content type='html'>Buat kamu-kamu yang pengen ikutan spmb, berikut ada sedikit tips praktis tentang persiapan menjelang umptn. Sebenarnya kamu-kamu nggak perlu takut ya untuk ikutan spmb, yang penting kita harus mempersiapkan diri untuk menghadapi spmb.&lt;br /&gt;Langkah pertama :&lt;br /&gt;Kalo mau ikutan spmb, ya... Diniatkan yang mantap, jangan setengah hati. Siapkan semua "senjata" serta "perlengkapan perang" untuk menghadapi yang satu ini. Mantapkan tujuan kita pengen masuk kemana, misalnya kedokteran ui, teknik elektro itb, psikologi ugm atau teknik mesin undip. Pertimbangkan pula keadaan ekonomi orang tua, cita-cita, harapan orang tua, serta peluang kerjanya setelah lulus nanti.&lt;br /&gt;Beli atau pinjam soal-soal spmb tahun-tahun terdahulu dari kakak-kakak kelas atau saudara, terus kerjakan soal-soal itu sebanyak mungkin. Karena soal spmb itu mengulang dari soal-soal tahun terdahulu, paling angkanya yang berubah. Oya, dari dulu spmb itu namanya selalu berubah, tapi inti-nya tetap sama. Dulu namanya proyek perintis, skalu, sipenmaru, umptn kemudian spmb.&lt;br /&gt;Juga jangan remehkan mata ujian hari pertama, terutama bahasa indonesia. Rugi lho kalo nilai bhs. Indonesianya kecil, karena itu merupakan tambang nilai di spmb. Minimal bisa 25 soal yang benar.&lt;br /&gt;Langkah kedua :&lt;br /&gt;Kalo bisa ikutan bimbingan belajar alias bimbel, tapi kalo nggak bisa, usahakan untuk mencari referensi lain di luar bimbel, jangan malu minta ajarin sama kakak kelas yang sudah kuliah, bahkan jangan malu juga nanya sama adik kelas yang lebih pintar. Yang penting kan ilmunya bisa diserap.&lt;br /&gt;Langkah ketiga :&lt;br /&gt;Untuk mengukur sejauh mana persiapan dan kemampuan kita, ikut try-out spmb, pasti donk banyak tempat atau instansi di kotamu yang ngadain try-out spmb. So jangan ragu untuk ikutan. Begitu keluar nilai try-out kamu segera cocokkan sendiri dengan passing grade jurusan dan ptn yang akan kamu tuju. Kalo nilainya cukup pilih saja, tapi kalo nggak cukup pilih alternatif lain, misalnya pilih jurusan atau ptn dengan nilai passing grade yang lebih rendah. O,ya untuk bisa mengetahui nilai passing grade jurusan di ptn, bisa dilihat di bimbel atau tanya saja sama teman yang ikutan bimbel. Jangan segan untuk konsultasi ke pengajar bimbel ataupun ke kakak kelas yang pernah lulus umptn.&lt;br /&gt;Langkah keempat :&lt;br /&gt;Jangan lupa untuk selalu meminta petunjuk serta pertolongan dari allah, karena hanya allah yang akan menentukan segalanya. Perbanyak ibadah sunnah, misalnya shalat qiyamul lail, puasa senin kamis, shalat dhuha, dll&lt;br /&gt;Langkah kelima :&lt;br /&gt;Hati-hati dengan masalah teknis pengisian formulir pendaftaran. Pengisian formulir harus tepat dan hati-hati. Tidak boleh kotor, basah, terlipat atau lecek. Karena formulir umptn akan dibaca oleh komputer sehingga hal-hal tsb sangat berpengaruh. Sayang kan..., Kalo sampai terjadi "kecelakaan" pada formulir spmb, padahal sebenarnya nilai spmb kamu cukup tinggi.&lt;br /&gt;Langkah keenam :&lt;br /&gt;Jangan lupa untuk survei tempat umptn minimal 2 hari sebelum spmb. Ambil resiko terburuk yaitu mendapatkan meja atau tempat duduk yang kurang memadai. Jadi, siapin semaksimal mungkin. Dan pada malam hari sebelum spmb jangan terlalu banyak belajar ataupun kegiatan berat lainnya, tapi istirahat untuk menenangkan pikiran, agar besoknya bisa segar. Pakailah pakaian yang nyaman, agar tidak menggangu konsentrasi.&lt;br /&gt;Siapkan "senjata-senjata" berikut : minimal 4 mata pensil 2b yang siap pakai, bisa dengan menyerut 2 ujung pensil 2b, penghapus yang bersih, penggaris, klip/penjepit kertas minimal 5 buah, pulpen, tissue/saputangan, alas, jam yang tepat, air minum. O, ya kartu ujian-nya nggak boleh lupa lho...&lt;br /&gt;Kalo bisa datang jangan terlalu kepagian atau terlambat. Kalo kepagian kita bisa be-te nungguin lama, kalo telat kita juga nggak tenang ngerjain soal. Waktu optimalnya kira-kira 15 menit sebelum masuk. Hindari membawa buku yang banyak, karena memberatkan, cukup "senjata" saja yang dibawa. Yakinlah bahwa kamu telah mengisi form nama, nomor ujian dan kode soal dengan benar. Jangan lupa periksa berulang-ulang.&lt;br /&gt;Untuk mengerjakan soal-soal hitungan, pertama bukalah klip pada naskah soal, kemudian pisahkan satu-satu per mata pelajaran, jepit dengan klip/penjepit kertas yang telah kamu siapkan, nah, misalnya untuk mengerjakan soal fisika, dapat menghitung/mencoret-coret pada belakang naskah soal pelajaran lainnya. Lebih mudah khan??&lt;br /&gt;Kerjakanlah soal yang kamu anggap paling mudah terlebih dahulu baru meningkat ke yang sedang kemudian yang sulit, sisakan waktu minimal 15 menit untuk memindahkan ke lembar jawaban. Manfaatkan waktu-waktu "injury time" untuk mengecek terakhir kebenaran form nama, nomor dll serta jawaban pada lembar jawaban komputer. Jangan terburu-buru tapi juga jangan membuang waktu. Hindari pekerjaan yang membuang waktu misalnya menyerut pensil, dsb. Rugi lho.&lt;br /&gt;Setelah selesai ujian, langsung pulang, jangan keluyuran, siapkan untuk hari kedua. Kalo perlu sembunyikan lembaran soal yang kita bawa pulang. Hindari ajakan teman untuk membahas soal atau mengungkit-ungkit tentang umptn, karena akan sangat mengganggu "jiwa" kita. Kecuali kalo sudah "kebal" sih nggak apa-apa. Kalau ketemu teman cukup dengan obrolan yang ringan saja.&lt;br /&gt;Hal-hal yang tak kalah penting dalam pemilihan jurusan&lt;br /&gt;Sebelum memilih jurusan, ada baiknya cari informasi terlebih dahulu agar tidak terjadi penyesalan di kemudian hari. Tanya-tanya sama kakak kelas atau teman, bagaimana kuliahnya, dosennya, fasilitasnya, pergaulannya, ospeknya, biaya kuliahnya, praktikumnya, dll.&lt;br /&gt;Oke deh, segini aja dulu tips dari syahril, kalo masih ada yang kurang hubungi aja syahril di &lt;a href="mailto:syahril_dian@yahoo.com"&gt;syahril_dian@yahoo.com&lt;/a&gt; atau via surat. Akhirnya syahril ngucapin selamat mencoba dan good luck!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;taken from :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.geocities.com/syahril_dian/tips_sukses_spmb1.htm"&gt;http://www.geocities.com/syahril_dian/tips_sukses_spmb1.htm&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26636772-287995317050702799?l=infosiswa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infosiswa.blogspot.com/feeds/287995317050702799/comments/default' title='Catat Ulasan'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26636772&amp;postID=287995317050702799' title='1 Ulasan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/287995317050702799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/287995317050702799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infosiswa.blogspot.com/2007/05/tips-sukses-menembus-spmb.html' title='Tips Sukses Menembus SPMB'/><author><name>jhibriel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26636772.post-5033256798710192470</id><published>2007-05-26T10:57:00.000-07:00</published><updated>2007-05-26T11:02:12.458-07:00</updated><title type='text'>Biaya Pendidikan di Indonesia * Perbandingan pada Zaman Kolonial Belanda dan NKRI</title><content type='html'>Nakoela Soenarta&lt;br /&gt;BIAYA pendidikan akademis tidak pernah murah. Yang membuat biaya pendidikan terlihat tinggi karena dibandingkan dengan penghasilan rata-rata rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;Di zaman kolonial Belanda, pemerintah kolonial sebenarnya tidak berniat mendirikan universitas. Mereka mendirikan hogeschool agar lulusan dapat membantu mission mereka menjajah rakyat Indonesia dengan mudah karena dapat memanfaatkan tenaga inlanders untuk diangkat sebagai pembantu utamanya.&lt;br /&gt;Meski demikian, pemerintah kolonial akhirnya membuat sekolah juga. Pada mulanya, pemerintah kolonial mendirikan sekolah Nederlands Indische Artsen School di Surabaya. Lalu, didirikan School tot Opleiding voor Indische Artsen di Batavia. Di beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta didirikan Algemene Middelbare School (AMS), Middelbare Opleiding School voor Indlandse Amstenaren di Magelang, Middelbare Opleiding School voor Inlandse Bestuur Ambtenaren di Bandung, Middelbare Landbouw School di Bogor dan Ungaran. Juga Veeartsen School di Bogor.&lt;br /&gt;Sekolah-sekolah itu adalah setara dengan jenjang sekolah menengah. Setelah itu, pemerintah kolonial baru mendirikan Rechts Hogeschool (RH) dan Geneeskundige Hogeschool di Jakarta. Di Bandung, pemerintah kolonial mendirikan Technische Hogeschool (TH). Kebanyakan dosen TH adalah orang Belanda.&lt;br /&gt;Pada zaman kolonial (kalau tidak salah ingat), hanya ada seorang pribumi yang menjadi guru besar, yaitu Prof Husein Djajadiningrat, yang kemudian menjabat Direktur Departement Van Onderwijs en Eredienst, disusul kemudian oleh Prof Dr Mr Supomo yang mengajar di RH. Sementara universitasnya baru didirikan setelah Perang Dunia II usai dan pemerintah kolonial mau menjajah kembali Indonesia.&lt;br /&gt;BAGI kaum inlanders atau pribumi, mereka agak sulit untuk masuk ke sekolah-sekolah tinggi itu. Bahkan, ketika almarhum Prof Roosseno lulus TH, jumlah lulusan yang bukan orang Belanda hanya tiga orang, yaitu Roosseno dan dua orang lagi vreemde oosterling alias keturunan Tionghoa. Bila demikian, lantas berapa orang yang lulus bersama almarhum Ir Soekarno (presiden pertama RI) dan Ir Putuhena? Di zaman pendudukan Jepang, pernah dicari 100 orang insinyur yang dibutuhkan. Padahal saat itu belum ada 90 orang insinyur lulusan TH Bandung.&lt;br /&gt;Biaya kuliah untuk satu tahun di salah satu sekolah tinggi itu besarnya fl (gulden) 300. Saat itu, harga satu kilogram (kg) beras sama dengan 0,025 gulden. Maka, besar uang kuliah sama dengan 12.000 kg beras. Bila ukuran dan perbandingan itu diterapkan sebagai biaya kuliah di universitas sekarang, sedangkan harga beras sekarang rata-rata Rp 3.000 per kg, maka untuk kuliah di universitas biayanya sebesar Rp 36 juta per mahasiswa per tahun.&lt;br /&gt;Biaya di MULO, setingkat sekolah lanjutan tingkat pertama, adalah sebesar 5,60 gulden per siswa per bulan, setara dengan 224 kg beras. Bila dihitung dengan harga beras sekarang, akan menjadi Rp 672.000 per siswa per bulan. Maka, saat itu banyak rekan sekolah saya masuk ke Ambachtschool atau Technische School, karena biayanya agak murah sedikit. Berbekal keterampilan yang diperoleh di Ambachtschool atau Technische School, siswa bisa langsung bekerja setelah lulus.&lt;br /&gt;Meski biaya sekolah mahal, bagi siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu secara ekonomis, tetapi mempunyai bakat dan nilai rapor bagus, kepala sekolah dapat mengajukan pembebasan biaya uang sekolah ke Departement O &amp; E. Biasanya, bila pengajuan pembebasan biaya diajukan oleh Direktur MULO atau AMS, Departemen O &amp;amp; E akan mengabulkan, bahkan amat mungkin siswa bersangkutan juga diberi beasiswa untuk hidup.&lt;br /&gt;Dari pengalaman pribadi, orangtua saya berhenghasilan 100 gulden sebulan. Dengan penghasilan itu, hampir mustahil orangtua saya bisa mengirimkan keempat anaknya menikmati pendidikan tinggi. Meski demikian, dengan kerja keras, saya dan semua adik saya dapat menikmati pendidikan tinggi. Bahkan, saya dan beberapa ratus teman pada tahun awal kemerdekaan, ketika Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) masih miskin, dapat menikmati beasiswa.&lt;br /&gt;PADA tahun 1950, NKRI baru saja menyelesaikan perang kemerdekaan melawan penjajah Belanda. Toh Pemerintah NKRI yang masih miskin mampu memprogramkan pendidikan bagi kader bangsanya. Ratusan pemuda Indonesia dibiayai Pemerintah NKRI untuk meneruskan pendidikannya di perguruan tinggi, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Dewasa ini NKRI sudah begitu kaya, mengapa beasiswa bagi para kader bangsa tidak lancar? Padahal NKRI ingin mencerdaskan kehidupan bangsa, sedangkan penghasilan rakyatnya amat rendah. Kepada mereka yang rajin dan cerdas, sudah seharusnya pemerintah memberikan beasiswa karena pendidikan akademis memang mahal.&lt;br /&gt;Seyogianya industri atau instansi pemerintah menyerahkan tugas penelitiannya kepada universitas sehingga biaya penelitian yang harus dipikul perguruan tinggi dapat dibantu atau bahkan dipikul industri dan instansi pemerintah. Dengan demikian, biaya bagi mahasiswa dapat dikurangi.&lt;br /&gt;Juga cara perguruan tinggi melakukan pembibitan, jangan langsung diambil dari yang fresh graduate. Lebih-lebih kalau dosen muda itu lulusan perguruan tinggi itu karena akan timbul inbreeding bila mereka tidak disekolahkan ke tingkat lanjutan atau dimagangkan di profesi tertentu. Dosen di perguruan tinggi membutuhkan pengalaman kerja di luar perguruan tinggi, di mana mereka dapat menerapkan ilmu dan pengetahuan yang dikuasai. Maka, di luar negeri banyak profesor yang diambil dari industri atau instansi. Mereka sudah pernah menguji kemampuannya untuk berkompetisi dengan alumni dari perguruan tinggi lain. Setelah diketahui kemampuannya, mereka dipanggil untuk menjadi profesor di perguruan tertentu.&lt;br /&gt;Profesor yang mengajar di universitas seyogianya mampu mengembangkan ilmunya melalui riset yang dilakukan para kandidat doktor yang dibimbingnya. Bila ada profesor yang tidak membimbing doktor, maka risetnya sudah berhenti atau ilmunya tidak berkembang. Mereka yang tidak mampu mempromotori doktor jangan diangkat sebagai profesor, cukup lektor kepala saja. Apakah tugas seorang profesor hanya mengajar dari buku yang ditulis rekannya saja?&lt;br /&gt;Seorang profesor harus mau mengembangkan ilmunya dengan cara mempromotori kandidat doktor bidang ilmunya. Bila tidak demikian, perkembangan perguruan tinggi akan menjadi seperti sekolah menengah atas plus. Pada umumnya, perguruan tinggi mengembangkan ilmu yang dikuasai profesornya, maka biaya untuk belajar di perguruan tinggi selalu mahal. Dari perguruan tinggi inilah timbul inovasi dan kreasi yang selanjutnya dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mempertahankan hidupnya aman dan nyaman.&lt;br /&gt;Perguruan tinggi yang satu akan bersaing dengan perguruan tinggi lainnya, terutama dalam kemajuan ilmu dari hasil risetnya. Mengingat biaya penelitian tidak murah, untuk dapat mengikuti kuliah di perguruan tinggi dibutuhkan biaya tidak sedikit. Bila hasil riset dapat langsung diaplikasikan dan dapat dijual ke industri atau instansi terkait, hasil ini secara kumulatif dapat digunakan membiayai riset berikutnya. Jadi, hasil riset dapat menumbuhkan multiplier effect.&lt;br /&gt;BIAYA mengikuti pendidikan di perguruan tinggi yang mahal bukan hanya terjadi di Indonesia. Di negara mana pun tetap tinggi dan penghasilan para profesornya pun amat memadai. Dengan demikian, tidak ada profesor yang bekerja di tempat lain (nyambi), kecuali di bidang pendidikan.&lt;br /&gt;Di luar negeri, bila ada seorang direktur industri atau instansi dipanggil untuk menjabat profesor di salah satu perguruan tinggi, jabatannya akan ditinggalkan. Karena, jabatan profesor di perguruan tinggi lebih terhormat dan penghasilannya meningkat. Keadaan ini berbeda dengan situasi perguruan tinggi di Indonesia. Bila seorang profesor diminta menjadi direktur salah satu industri atau instansi, jabatan di perguruan tingginya akan ditinggalkan. Karena, penghasilan profesor di perguruan tinggi Indonesia rendah.&lt;br /&gt;Dengan biaya kuliah yang tinggi, perguruan tinggi diharapkan akan menghasilkan riset dan ilmu yang sepadan. Menurut saya, tidak semua pemuda harus kuliah di perguruan tinggi bila kemampuan berpikirnya tidak cukup baik. Lebih baik mereka masuk akademi yang mengajarkan ilmu terapan, profesi dan kompetensi yang amat dibutuhkan oleh masyarakat.&lt;br /&gt;Sebetulnya, yang dibutuhkan masyarakat adalah ilmu dari seseorang yang dapat disumbangkan, bukan suatu gelar yang menempel pada namanya, tetapi tidak dapat dimanfaatkan masyarakat. Janganlah membanggakan diri dengan gelar yang dijualbelikan seperti pernah disinyalir Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Semoga masyarakat tidak silau melihat beberapa gelar yang dipajang di sekitar nama seseorang.&lt;br /&gt;Nakoela Soenarta Guru Besar Ilmu Teknik Mesin di FTUI, ISTN, dan FTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;taken from : &lt;a href="http://www.kompas.com"&gt;http://www.kompas.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://technorati.com/claim/nuxcyj7t7v" rel="me"&gt;Technorati Profile&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26636772-5033256798710192470?l=infosiswa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infosiswa.blogspot.com/feeds/5033256798710192470/comments/default' title='Catat Ulasan'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26636772&amp;postID=5033256798710192470' title='0 Ulasan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/5033256798710192470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/5033256798710192470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infosiswa.blogspot.com/2007/05/biaya-pendidikan-di-indonesia.html' title='Biaya Pendidikan di Indonesia * Perbandingan pada Zaman Kolonial Belanda dan NKRI'/><author><name>jhibriel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26636772.post-103061297646640617</id><published>2007-05-17T20:51:00.000-07:00</published><updated>2007-05-17T20:54:15.684-07:00</updated><title type='text'>Menjalin Hubungan antara Orang Tua dan Anak</title><content type='html'>Oleh : Vera Fadhillah&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;1.1.Latar Belakang&lt;br /&gt;Keberhasilan orang tua dalam mendidik anak tentu menjadi harapan besar bagi setiap orang tua. Namun, untuk mewujudkan itu semua bukanlah hal yang mudah, keberhasilan pendidikan, membangun potensi anak, hingga anak menjadi mahkota bagi orang tuanya, maka tanggung jawab tersebut terletak pada pundak orang tua.&lt;br /&gt;Terlebih saat anak mulai beranjak dewasa, sering kali orang tua tidak mampu untuk mengawasi anak. Perbedaan sudut pandang yang banyak sering kali membuat hubungan diantara keduanya terlihat kaku. Banyak factor yang membuat hubungan kaku itu terjadi, diantaranya, lingkungan dan kebiasaannya, keluarga dan kebiasaannya, juga factor dari dalam diri keduannya.&lt;br /&gt;Perubahan yang terjadi pada anak, tiap tahapnya, menimbulkan efek tersendiri dalam jiwa orang tua, baik itu efek positif, (semisal termotivasinya orang tua untuk lebih mengayomi anak) ataupun efek yang negative, (semisal ketidak pedulian orang tua dalam memperhatikan perkembangan anak). Perubahan panjang yang terjadi pada anak sering kali tidak disadari oleh orang tua.&lt;br /&gt;Banyak orang tua yang kewalahan menghadapi tingkah “aneh” anak, bukan karena tidak ingin memahami anak, melainkan banyak orng tua yang tidak faham betul bagaimana menjadi orang tua yang baik bgi anak. Pengetahuan yang minim itulah yang mengakibatkan orang tua tidak menyadari tanggung jawab dalam pendidikan anak.&lt;br /&gt;Seperti firman-Nya dalam Al’quran, yang artinya:&lt;br /&gt;“wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka.” (QS. Attahrim: 6). Perintah menjaga diri dan keluarga dari siksa api neraka, apabila ditinjau dari segi pendidikan ialah, agar orang tua mampu mendidik diri sendiri dan anak, agar terhindar dari api neraka. Perintah tersebut menjadi sangat penting melihat beratnya memiliki tanggung jawab sebagai orang tua.&lt;br /&gt;Mengingat bahwa orang tua memiliki peranan penting dalam perkembangan anak, maka tidak salah jika orang tua lebih mengutamakan anak disbanding degan dirinnya sendiri. Hubungan yang baik tidak dapat terjalin jika anak tidak memberi respon terhadap masukan dari orang tua. Maka dari situlah hubungan yang baik dapat terjalin. Keduanya harus mampu mengikat hubungan yang kausatif, yaitu hubungan yang didasari karena adanya timbale balik dan saling menguntungkan.&lt;br /&gt;Pribadi seseorang dapat terbentuk sejak usia dini, yang tentunya akan mempengaruhi terhadap masa depan. Saat anak mulai berbenturan dengan lingkungan, maka berbagai konfik akan dihadapi, dan pada saat-saat itulah kecerdikan orang tua dalam menhadapi tingkah anak mulai terlihat.&lt;br /&gt;Yang terjadi kini orang tua tidak menyadari bahwa dalam perkembangannya anak memerlukan berbagai hal positif dari orang tuanya. Agar anak mudah menggeluti hidup. Orang tua kebanyakan berfikiran bagaimana konsumsi material anak dapat terpenuhi, tanpa menyandingkan aspek pentng diluar itu, asemisal pendidikan, agama, komunikasi, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Pada dasarnya, hubungan baik antara orang tua dan anak tidak ditekankan pada orang tua saja, melainkan stabilitas emosi anakpun dapat berpengaruh terhadap baik buruknya hubungan. Sebab, tidak dapat dipungkiri bahwa, perbedaan diantara keduanya sangatlah nampak jelas adanya, baik usia ataupun gaya berfikir. Kadang orang tua yang tidak memahami dunia anak, ataupun sebaliknya.&lt;br /&gt;Fenomena yang banyak terjadi, orang tua tidak cedas berkomunikasi dengan anak, sehingga banyak orang tua yang tidak dapat menerima keadaan anak, kurang ataupun lebihnya. Dengan berbagai alasan yang dikemukakan, orang tua seperti diatas dapat menimbulkan kesalah fahaman anak memandang orang tua. Sehingga dari hal itulah hubungan baik tidak terjalin, keduanya tidak saling memahami satu sama lain, maka timbulah berbagai pemandangan yang tidak sedap diantara keduanya.&lt;br /&gt;Bersandar atas itu, maka penulis dengan karya tulis ini, mengungkap hal tersebut diatas dengan berbagai sudut pandang, yang sekiranya perlu untuk dicantumkan dam karya tulis ini.&lt;br /&gt;1.2. Rumusan Masalah.&lt;br /&gt;1. Apakah makna orang tua dan anak?&lt;br /&gt;2. Bagaimana hubungan yang harmonis antara orang tua dan anak dapat terjalin?&lt;br /&gt;3. Bagaimana orang tua menjadi idola anak?&lt;br /&gt;1.3. Tujuan Penulisan.&lt;br /&gt;1. Untuk mengetahui makna orang tua dan anak.&lt;br /&gt;2. Untuk memahami terjalinnya hubungan harmonis antara orang tua dan anak.&lt;br /&gt;3. Untuk mengidentifikasi orang tua menjadi idola anak.&lt;br /&gt;1.4. Metode Pelitian dan Penulisan.&lt;br /&gt;1.4.1. Metode Penelitian.&lt;br /&gt;Dalam penelitian ini, Penulis mengunakan metode kepustakaan (Library Research), yaitu mengumpulkan dengan mengumpulkan sumber-sumber bacaan, diantaranya;&lt;br /&gt;Sumber Primer&lt;br /&gt;Yaitu buku berjudul “Membangun Kreatifitas Anak Secara Islami”, karangan Maimunah Hasan, dan&lt;br /&gt;Sumber Skunder&lt;br /&gt;Yaitu dengan cara mengumpulkan dan merangkum sumber-sumber bacaan, baik berupa artikel, buku-buku, jurnal, yang berhubungan dengan pembahasan ini.&lt;br /&gt;1.2.4. Metode Penelitian&lt;br /&gt;Dalam penelitian karya tulis ini, Penulis menggunakan metode deskriptif analitis, yaitu mendeskripsikan atau memaparkan apa yang telah Penulis baca, serta Penulis mencoba memberikan sebuah analisa atau pandangan ilmiyah terhadap masalah yang menjadi objek penelitian ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;ORANG TUA dan ANAK&lt;br /&gt;Makna Orang Tua dan Anak.&lt;br /&gt;Makna Orang Tua&lt;br /&gt;Dalam bukunya Ngegeng Sama Papi Mami, Izzatul Jannah menyatakan: “Orang tua adalah orang-orang yang mengasuh, mendidik, dan memelihara sejak kecil. Dengan bentuk memiliki hubungan darah ataupun tidak memiliki hubungan darah.”&lt;a name="_ftnref1" href="file:///F:/Ebook%20Penting/Lowongan/Menjalin%20Hubungan%20Harmonis%20antara%20Orang%20tua%20dan%20anak.htm#_ftn1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari devinisi tersebut dapat difahami bahwa orang tua merupakan orang-orang yang dengan penuh keikhlasan mengasuh anak, tanpa memandang status ataupun kedudukan anak tersebut. Orang tua rela menerima segala bentuk baik buruk anak, untuk dididik dan diasuh sebaik mungkin, sekuat tenaga.&lt;br /&gt;Orang tua telah terlebih dahulu ad, disbanding dengan anak, sehingga memiliki pengalaman hidup yang lebih banyak disbanding anak. Dan itu sebabnya mengapa orang tua lebih banyak melarang anak dengan berbagai alas an, disbanding dengan setuju dengan anak. Pengalaman berharga yang telah dilalui membuat orang tua mengaplikasikan dalam cara mendidik anak. Orang tua memiliki pertimbangan yang proporsional dalam mendidikan anak, sehingga orang tua memiliki sifat yang sering kali divonis oleh anak, arogan, feodal, egois, dan berbagai sifat “menyeramkan” bagi anak.&lt;br /&gt;Seperti halnya anak, orang tua pun mimiliki keinginan dan harapan untuk lebih memperbaiki hidup, termasuk di dalamnya menjadikan pengalaman buruk masa lalunya tidak akan terjadi pada anaknya. Allah swt. telah memberikan naluri terhadap diri orang tua, yang tentu saja tidak akan dimiliki seorang anak sebelum menginjak masa orang tua. Demi anak, orang tua rela melakukan apa saja, bahkan hal yang dilarang sekalipun. Karena naluri yang telah Allah swt. berikan itulah, banyak orang tua yang tidak mampu mengontrol emosinya demi kebahagiaan anak.&lt;br /&gt;Orang tua adalah mereka yang tidak peduli berbagai halangan dan rintangan, asalkan anak mampu menjadi seperti yang orang tua ingini. Tidak ada orang tua yang tidak peduli terhadap anaknya. Orang tua merupakan penentu baik buruknya tingkah laku anak kelak. Allah swt. begitu memuliakan orang tua, Dia melarang keras kepada seluruh anak untuk tidak menyakiti hati dan raga orang tua. Kehadiran orang tua di muka bumi ini tentu menjadi penentu kemana jalan hidup anak, Surga ataukah Neraka. Hingga untaian doa yang terlantun dari bibir orang tua pun menjadi batu loncatan yang luar biasa untuk anak.&lt;br /&gt;Allah swt. memberikan tanggung jawab kepada orang tua, untuk mendidik anak sesempurna mungkin. Orang tua yang memiliki kewajiban besar terhadap anak, karena yang menjadi kewajiban orang tua merupakan hak anak yang tentu saja harus dilakoni.&lt;br /&gt;Kewajiban orang tua = Hak anak&lt;br /&gt;Memilihkan Ibu Yang Shalehah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari Aisyah ra.:”Pilihlah untuk tempat air mani kamu, dan nikahilah orang-orang yang sepadan.”&lt;br /&gt;Hadits tersebut menyatakan bahwa sebaik-baiknya orang tua adalah yang memilihkan ibu yang shalehah yang dipercaya untuk mendidik anak kelak. Dalam hal ini, bagi seorang ayah. Sama halnya dengan seorang ibu, jika ia hendak menikah, maka terlebih dahulu harus mempertimbangkan calon yang akan dinikahinya. Dan, Allah telah menciptakan pasangan menurut kualitas masing-masing. Dengan kata lain, jika seorang laki-laki ingin mendapatkan istri yang baik, maka sebelum itu iapun harus menjadi manusia yang baik, begitupun sebaliknya.&lt;br /&gt;Jika dianalogkan, anak merupakan buah-buahan, maka agar dihasilkan dengan baik, tentu petani harus menanam benih yang baik, memilih lahan yang yang baik, yang subur untuk menanam. Begitupun dengan seorang anak, jauh sebelum mendapat anak, ketika seseorang belum menikah, harus memikirkan tentang calon ayah atau ibu untuk anak.&lt;br /&gt;Memberikan Nama Yang Baik&lt;br /&gt;Sering anak merasa bangga diri, karena memiliki nama yang popular dan bagus. Rasa percaya diri akan merasuki hatinya, jka orang lain tau dan memanggil namanya. Sebaliknya, anak yang memiliki nama (yang menurutnya) jelek, anak tersebut mungkin memiliki respon yang kurang terhadap namanya. Mungkin saja anak akan merasa minder, gak pede, dan lain sebagainya. Sedit banyak, nama pasti memiliki pengaruh terhadap anak.&lt;br /&gt;“Apalah arti sebuah nama?” Ternyata, ungkapan itu tidak selamanya benar. Karena dalam islam, nama memiliki arti yang pasti, nama merupakan sebuah doa, doa adalah harapan. Rasulullah saw. pernah meminta kepada seorang ayah untuk mengganti nama anaknya Shab(sulit) menjadi Sahl(mudah). Peristiwa itu menandakan bahwa, betapa pentingnya sebuah nama pada diri seseorang. Dalam pemberian nama pada anak, hendaknya orang tua memberikan nama yang mengandung makna pujian, doa dan semangat.&lt;br /&gt;Memberi nama kepada anak jangan hanya sekedar sebagai panggilan tidak bermakna indah, melainkan harus mencerminkan adanya pujian, doa dan semangat sebagai bentuk cita-cita dan harapan orang tua terhadap anak. Karena, nama memiliki fungsi ideal bagi tumbuh kembangnya anak.&lt;br /&gt;Menyembelihkan aqiqah&lt;br /&gt;Aqiqah adalah menyembelih kambing untuk menyatakan rasa syukur kepada Allah atas lahirnya seorang bayi.&lt;a name="_ftnref2" href="file:///F:/Ebook%20Penting/Lowongan/Menjalin%20Hubungan%20Harmonis%20antara%20Orang%20tua%20dan%20anak.htm#_ftn2"&gt;&lt;/a&gt;dalam hal ini, yang menjadi sembelihan adalah kambing, 2 bagi anak laki-laki dan seekor kambing bagi anak perempuan.&lt;br /&gt;Dari Samurah, sesungguhnya Nabi saw. Telah bersabda tentang aqiqah: “Setiap bayi yang tergadai pada aqiqahnya, disembelih pada hari ke tujuh, dan pada hari itu pula dicukurlah ia dan diberi nama.”(HR. Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibnu Majah, dari Hasan).&lt;br /&gt;Dalam keterangan, tidak dijelaskan syarat kambing yang harus disembelih seperti pada kambing untuk iedul adha. Tergantung dari kemampuan orang tua yang akan menyembelihkan, karena hal ini merupakan sesuatu yang dianjurkan, sebagai rasa syukur kepada Allah swt., atas karunia-Nya.&lt;br /&gt;Memperlakukan Anak Dengan Lemah Lembut dan Kasih Sayang&lt;br /&gt;Perilaku orang tua akan terpantul kepada kelakuan atau tingkah anak. Jika orang tua memperlakukan anak dengan syariat Allah, maka anak akan menjadi anaak yang bebakti kepada orang tuanya. Sebaliknya, jika orang tua memperlakukan anak tidak sesuai dengan nyang dianjurkan Allah, maka jangan harap anak akan mnenjadi anak yang berbakti. Rasulullah menjellaskan bahwa orang tua yang mendidik anak menjadi anak yang berbakti kepada orang tuanya, akan mendapat rahmat dari Allah.&lt;br /&gt;Dalam berlaku lemah lembut dan berkasih saying terhadap anak, Allah memberikan petunjuk dalam QS. Ali Imran ayat 134, yaitu dengan cara tidak mudah marah dan gemar memaafkan kekeliruan anak. Selain itu, orang tua hendaknya memperlakukan anak dengan kasih sayang, karena dengan sikap ini akan tumbuh kecintaan anak terhadap orang tuanya.&lt;br /&gt;Untuk mendidik anak agar berbuat baik kepada orang tua dengan akhlaq yang baik, yaitu dengan cara mengajarkan anak ajaran-ajaran Allah dan Rasulullah disertai dengan pengejawantahan sikap baik orang tua kepada anak. Jangan sampai pada saat orang tua mengajarkan sesuatu kepada anak justru anak tidak melihat orang tua melakukan hal yang sama yang telah diajarkan kepada anak. Rasulullah memberikan contoh kepadaa para orang tua bagaimana memperlakukan anak dengan kasih sayang, diantaranya:&lt;br /&gt;Mencium kening anak&lt;br /&gt;Memberi nasihat tentang ajaran agama&lt;br /&gt;Berbicara dengnan anak sesuai dengan kemampuan nalar anak&lt;br /&gt;Melayani anak sebagai penghibur hati anak&lt;br /&gt;Memperlakukan Anak Dengan Adil&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nabi Muhammad saw. Berssabda:” Berbuat adillah dalam pemberian kepada anak-anak kalian, sebagaimana kalian senang bila mereka adil dalam berbakti yang sama kepada kalian.”(HR. Muslim).&lt;br /&gt;Keharusan untuk berlaku adil kepada anak-anaknya tercantum dalam makna hadits tersebut. Setiap orang tua menginginkan anaknyaanaknya untuk berbakti. Setiap orang tua tidak senanh jika anaknya tidak menghormati dan menghargai. Untuk itu, dikarenakan tingkah orang tua atau sikap orang tua sanat mempengaruhi terhadap anak, orang tua hendaknya mampu menempatkan segala sesuatu dengan adilterhadap anak, baik dalam masalah materi maupun dalam masalah lainnya demi mencegah terjadinya ketidakpuasan anak terhadap orang tua.&lt;br /&gt;Konotasi bahwa orang tua cenderung mengutamakan kepentingan anak perempuan dibanding dengan anak laki-laki merupakan hal yang keliru. Orang tua tidak boleh mengikuti dorongan naluri semacam itu sehingga orang tua mengesampingkan kebutuhan anak laki-laki. Walau kebanyakan persfektif orang tentang keperkluan anak perempuan lebih rumit disbanding dengan anak laki-laki, adalah alasan yang kuno. Sebab prinsip keadilan kepada anak harus diterapkan sebagai pegangan orang tua dalam mendidik anak. Orang tua hendaknya mengetahui keperluan mana yang lebih penting, agar dapat berbuat adil terhadap anak. Berbuat adil terhhadap anak nerarti memperlakukan anak sesuai dengan tingkat kepentingan dasarnya.&lt;br /&gt;1.1.2 Makna Anak&lt;br /&gt;Anak adalah amanat yang telah Allah titipkan kepada orang tuanya. Karena itu, anak dilahirkan dalam keadaan suci. Bagaimana jadinya kelak dikemudian hari tergantung kedua orang tuanya mendidik, membina, merawat sekaligus mengarahkannya.&lt;a name="_ftnref3" href="file:///F:/Ebook%20Penting/Lowongan/Menjalin%20Hubungan%20Harmonis%20antara%20Orang%20tua%20dan%20anak.htm#_ftn3"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Anak merupakan sebongkah daging yang terlahir karena adanya penyatuan sperma dan ovum, sehingga dalam perubahannya anak dapat berkembang secara bertahap, dengan selluruh yang diberikan oleh orang tuanya. Dunia anak begitu menjadi focus orang tua, karena tidak dipungkiri bahwa anak adalah harta harta yang paling berharga bagi orang tuanya yang telah diberikan oleh Allah. Masa depan orang tua ada pada diri anak, harapan yang besar tertancap pada orang tua dalam hidup anak.&lt;br /&gt;Perkembanan anak begitu luar biasa sehingga menjadikan anak berada terus dalam perhatian orang tua. Sebongkah janin, kemudian 9 bulan menjadi bayi tangisannya menguasai telinga, kemudian anak-anak, yang tingkahnya sulit difahami, dan setelah itu menjadi remaja yang telah memiliki berbagai pemahaman hidup yang luas, hingga menjadi orang dewasa yang harus siap dengan segala resiko hidup, hingga akhirnya tumbuhlanh anak menjadi seorang orang tua. Begitulah pertumbuhan dan perkembangan anak. Maka tak aneh jika banyak orang tua yang uring-uringan menghadapi anak.&lt;br /&gt;Allah menciptakan anak dengan segala keunikannya, anak dapat dirombak sesuai dengan yang diinginkan orang tua, hitam, putih, pelangi, lurus, bengkok, terserah orang tua.&lt;br /&gt;“Setiap anak dilahirkan atas fitrah sampai lisannyapun menyatakan demikian, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nashrani atau Majusi.”(HR. Abu Ya”la, Thabrani, dan Baihaqi).&lt;br /&gt;Anak memiliki tanggung jawab seperti halnya orang tua, anak berkewajiban memberikan hak orang tuanya, sama halnya dengan yang Allah perintahkan kepada orang tua untuk memenuhi kewajiban.&lt;br /&gt;Kewajiban Anak = Hak Orang Tua&lt;br /&gt;Birrul Walidaini&lt;br /&gt;Allah swt. sangat mewanti-wantikan terhadap hak orang tua yang dalam hal ini merupakan kewajiban anak. Sehingga perintah untuk memuliakan orang tua ditempatkan dalam urutan setelah perintah untuk beribadah kepada Allah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan dalam ayat lain nya Allah swt. telah berfirman:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Birrul Walidaini artinya berbuat baik kepada orang tua, menunaikan hak orang tua. Berbakti kepada orang tua merupakan suatu ketetapan yang harus dilakukan selama tidak menjauhi syariat islam. Itu berarti, jika anak tidak sependapat dengan orang tua, dalam kata lain anak melakukan penolakan, maka tetap penolakan itu harus dengan cara yang baik dan sopan.&lt;br /&gt;Berbakti kepada orang tua sebaik mungkin merupakan amal yang paling baik untuk dijadikan sebagai sarana memasuki surga dan jalan untuk meraih derajat yang paling luhur di dalamnya.&lt;br /&gt;Taat Pada Orang Tua (Dalam Ketaatan KepadaAllah)&lt;br /&gt;Dalam surat Luqman: 15 disebutkan:&lt;br /&gt;“Dan sekiranya keduanya memaksamu untuk berbuat musyrik kepadaKu, sedangkan kamu tidak mengetahuinya, maka janganlah kamu menguikuti keduanya. Namun tetaplah berbuat baik kepada mereka di Dunia.”&lt;br /&gt;Seburuk apapun orang tua tetaplah mereka harus ditaati, selama mereka tidak melenceng dari aturan Allah swt., dan sekalipun hal buruk tersebut terjadi, maka kewajiban anak adalah membawa ke jalan yang lurus. Orang tua telah membesarkan anak dengan penuh kasih sayang, maka sebagai anak hendaknya memberikan yang terbaik bagi orang tua.&lt;br /&gt;Menyambung Silaturahmi Dengan Sahabat-sahabat Orang Tua&lt;br /&gt;Sahabat-sahabat orang tua pada dasarnya adalah orang tua anak juga. Persahabatan orang tua dengan teman-temannya akan sangat baik, jika anak turut serta menjaganya, meski orang tua telah meninggal dunia. Dalam sebuah hadits disebutkan:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Sesungguhnya diantara kebaikan yang terbaik adalah apabila seseorang menyambungkan silaturahmi kepada keluarga yang dicintai Ayahnya setelah Ayahnya meninggal dunia.”&lt;br /&gt;4. Mendoakan&lt;br /&gt;Mendoakan orang tua merupakan satu amalan yang mulia di sisi Allah swt.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mendoakan orang tua dapat dilakukan anak setiap saat, dalam keadaan apaapun. Orang tua yang telah meninggal mengharapkan anaknya untuk mendoakannya di dalam kubur. Mendoakan orang tua yang telah meninggal tidak dibatasi oleh ziarah kubur saja, karena inti ziarah kubur adalah untuk mengingatkan kepada kematian.&lt;br /&gt;Sebuah doa yang yang dilontarkan untuk orang tua dari anak yang shaleh akan menjadi sebuah perisai dari neraka bagi orang tua. Lain halnya dengan doa yang dipinta oleh anak yang berlainan keyakinan dengan orang tuannya. Orang tua yang non muslim yang masih hidup, maka anak hanya dapat mendoakan orang tua tersebut agar diberikan hidahah sebelum menjelanh ajalnya. Karena dalam Qs. Attaubah: 113 dijelaskan bahwa kerabat yang non muslim tidak ada ampunan bagi mereka dari Allah swt. Rasulullah saw. pun tidak dapat melakukan sesuatu untuk membuat pamannya Abu Thalib masuk surga, namun Beliau tidak pernah berhenti berdoa kepada Allah agar Pamannya diberi hidayah sebelum meninggal.&lt;br /&gt;Menunaikan Janji Orang Tua&lt;br /&gt;Wahai Rasulullah saw., apakah aku masih bisa berbuat baik kepada orang tuaku setelah keduanya meninggal? Beliau menjawab: “Ya, 4 hal, mendoakan keduanya, memenuhi janji keduanya, menghormati sahabat keduanya, bersilaturahmi terhadap orang yan gtidak menyambung silaturahmi kepadamu selain dari keduanya. Itulah diantara yang masih bisa kamu lakukan terhadap kedua orang tuamu, setelah mereka meninggal dunia.(HR. Abu Daud)&lt;a name="_ftnref4" href="file:///F:/Ebook%20Penting/Lowongan/Menjalin%20Hubungan%20Harmonis%20antara%20Orang%20tua%20dan%20anak.htm#_ftn4"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apabila orang tua yang memiliki janji atau keingina yang belum terwujud, karena ajal telah terlebih dahulu menjemput, maka kewajiban anak untuk memenuhi janji itu, jika janji itu merupakan hal baik. Namun jika janji atau keinginan itu bukanlah hal yang baik, maka anak tidak perlu susah payah untuk memenuhi janji tersebut. Kembali kepada larangan Allah untuk tidak mengikuti perintah orang tua yang melanggar aturan Allah.&lt;br /&gt;2.2 Masa Perkembangan Anak&lt;br /&gt;Dalam pandangan ilmu kejiwaan, perkembangan anak merupakan hal yang memiliki tahapan tertentu, melihat dari pengertian perkembangan itu sendiri, yaitu perubahan secara bertahap dan dalam waktu yang relative, serta perkembangan merupakan kesatuan dari pertunbuhan. Dalam ilmu kejiwaan(psikologi) perkembangan anak terbagi kepada beberapa tahapan:&lt;br /&gt;perkembangan masa bayi (sejak lahir – 2 tahun)&lt;br /&gt;Dalam tahap ini, perkembangan bayi sangat didominasi oleh perasaan, senang ataupun tidak senang. Perasaan di sini muncul bukan dari dirinya sendiri, melainkan berkembang sebagai akibat dari adanya stimulus atau rangsangan dari lingkungan sekitar. Untuk hal itu, seyogyanya orang tua dapat menjaga hal-hal yang membuat bayi tidak nyaman akan lingkungan. Hal kecil, semisal suara-suara atau ucapan-ucapan yang tidak baik, hendaknya tidak dibicarakan di depan bayi. Fenomena itu sering terjadi secara tidak disadari, tanpa diketahui bayi mampu merekam apa yang dilihat dan didengarnya.&lt;br /&gt;Masa bayi ini disebut juga periode vital, karena kondisi fisik dan psikis bayi merupakan pondasi yang kokoh bagi perkembangan dan pertumbuhan selanjutnya. Dalam masa bayi ini pula, perkembangan fisiknyapun belum sempurna, terbukti pada saat lahir bayi melahir memiliki kepala yang sangat besar dibanding bagian tubuh lainnya, dalam rentang waktu 12 bulan, bayi dapat duduk, berdiri, memanjat, hgingga berlari.&lt;br /&gt;Perkembangan masa kanak-kanak (2- 12 tahun)&lt;br /&gt;Dalam masa kanak-kanak ini, dimulai dengan makin berkembangnya fungsi-fungsi indera anak untuk mengadakan pengamatan. Perkembangan fungsi ini memperkuat perkembangan fungsi pengamatan pada anak. Bahkan, dalam masa ini, apa yang menjadi pengamatan anak sangat mendominasi dalam perkembanngan kejiwaannya.&lt;br /&gt;Sedang dalam perkembangan fisiknya, masa kanak-kanak berlangsung lambat disbanding pada masa bayi. Dalam hal ini, Desmita berpendapat bahwa walaupun perkembangan fisik berlangsung lambat, namun keterampilan-keterampilan motorik kasar dan halus justru berkembang sangat pesat.&lt;a name="_ftnref5" href="file:///F:/Ebook%20Penting/Lowongan/Menjalin%20Hubungan%20Harmonis%20antara%20Orang%20tua%20dan%20anak.htm#_ftn5"&gt;&lt;/a&gt; Seperti, anak dapat berjalan secara sempurna hingga mampu menirukan cara berjalan yang lain.&lt;br /&gt;Perkembangan pada masa preadolesen (12 – 15 tahun)&lt;br /&gt;Pada masa ini, perkembangan fungsi penalaran intelektual pada anak sangat dominant. Dengan adanya pertumbuhan system saraf serta fungsi fikirannya, anak mulai kritis dalam menanggapi sesuatu ide-ide atau pengetahuan dari orang lain. Dengan pikirannya yang berkembang, maka pada masa ini anak memiliki keinginan yang mulai beragam.&lt;br /&gt;Perkembangan fisik dalam masa ini merupakan gejala primer, yang berdampak terhadapperkembangan psikologis. Dalam konteks ini, kematangan organ-organ seks tumbuh dengan cepat, yang sering disebut growth spurt.&lt;br /&gt;Perkembangan pada masa adolesen (15 – 20 tahun)&lt;br /&gt;Perkembangan pada masa adolesen ini, kualitas kehidupan manusia diwarnai oleh dorongan seks yang kuat. Disamping itu, pada masa ini mulai mengembangkan pengertian hidup, serta mulai memikirkan berbagai pola tingkah laku, mural ataupun amoral. Dalam usia ini anak mulai memikirkan kepentingan pribadi dan social. Sejalan dengan berkembangnya keinginan dan emosi yang dominant dalam pribadi orang dalam masa ini, maka dalam masa ini sering terjadi kegoncangan dan ketegangan dalam jiwanya.&lt;br /&gt;Secara fisik, pada dasarnya masa adolesen ini mengalami kemampuan fisik memuncak sekaligus mengalami penurunan selama masa ini&lt;a name="_ftnref6" href="file:///F:/Ebook%20Penting/Lowongan/Menjalin%20Hubungan%20Harmonis%20antara%20Orang%20tua%20dan%20anak.htm#_ftn6"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan perkembangan anak dalam tingkat psikologi, dalam tingkat idiologipun anak berkembang sesuai dengan lingkungan beserta masyarakat pembentuknya. Secara umum, dalam perkembangannya, anak tidak terlepas dari ajaran orang tuanya. Ketika orang tua mengajarkan anak mengenal Tuhan, maka secara tidak langsung aspek intelektual serta emosioal anakpun ikut berkembang. Ketika anak menginjak usia dibawah lima tahun, dengan pengenalan tuhan oleh orang tuanya, membuat anak berimajinasi bahwa Tuhan itu seprti yang orang tuanya kenalkan. Anak akan berusaha mencari dan terus mencari wujud Tuhan karena rasa penasaran yang dimiliki oleh anak. Dalam pencarian Tuhan sebagai Sang Khaliq, lingkungan serta komponen dari lingkungan tersebut akan mempengaruhi akal dan hati anak.&lt;br /&gt;Imajinasi anak tentang Tuhan sebagai Penolong, mungkin seperti pahlawan-pahlawan dalam film, atau Tuhan sebagai Pencipta, anak mungkin mengimajinasikan seperti orang tuanya yang telah melahirkannya ke dunia. Banyak hal yang akan menjadi imajinasi anak tentang Tuhannya.&lt;br /&gt;Ketika usia ini, orang tua hendaknya mampu mengarahkan dan membimbing anak dalam mengolah berbagai pemikirannya tentang Tuhan. Karena pada saat anak anak terbentur dengan pencarian Tuhan, anak akan mengalami sifat apatis terhadap hidup, anak berfikiran bahwa Tuhan itu hanyalah karangan orang tua saja.&lt;br /&gt;Beranjak lebih dari usia lima tahun hingga sepuluh tahun, anak mulai tau bahwa Tuhan itu ada dan bukan cerita bohong. Anak mengalami peningkatan dalam pemmikirannya tentang Tuhan, karena masa ini anak sudah mulai menginjak mas sekolah. Kepercayaannya terhadap sosik Tuhan dikuatkan oleh Guru dan teman-temannya. Beranjak remaja, seperti halnya pada masa perkembangan secara psikologis, anak mulai kembali ragu akan keberadaan Tuhan sehingga hal itu mempengaruhi perkembangan intelektual serta perkembangan emosionalnya. Keadaan jiwa yang labil membuat anak pada masa ini sulit untuk semakibn percaya akan adanya kekuasaaan Tuhan. Berbagai benturan yang telah dialami pada masa ini menguatkan fikiran anak untuk lebih banyak menyalahkan Tuhan. Namun dalam masa ini jika seorang anak telah yakin akan Tuhan, dia akan mudah untuk menjadi orang yang tidak takut terhadap resioko hidup. Dan pada masa ini, kondisi yang tengah dialaminya akan menjadikan dia semakin dewasa dalam menghadapi suatu persoalan hidup.&lt;br /&gt;2.4 Dampak Hubungan Orang Tua Terhadap Anak&lt;br /&gt;Bila seorang anak dilahirkan ke dunia dan menemukan kedua orang tuanya dalam suasana yang nyaman dan rukun, maka anak tersebut akan tumbuh dan berkembang dalam suasana ketenteramandan ketenangan. Apabila seorang anak merasakan bahwa sentuhan keislaman dalm hubungan kekeluargaan, maka perkembangan kepribadian akan terbentuk dengan rapi dan sejalan dengan tuntutan Rasulullah saw. Demikian pula, jika seorang anak di dalam rumahnya menemukan suasana yang penuh dengan kasih sayang, dimana seorang Ibu mampu menjalankan kewajibannya dengan sesempurna mungkin, seorang Ayah mampu menjalankan kewajibannya dengan baik dan penuh tanggung jawab, maka hal itu akan memberi pengaruh positif terhadap ketentraman jiwa anak serta moral dan perilakunya.&lt;br /&gt;Sebaliknya, bila seorang anak berhadapan dengan ketidak harmonisan sebuah keluarga, maka akan timbul pula dampak negative. Ketika seorang anak harus mendapat kasih dan kedamaian dari orang tuanya, maka saat anak tidak mendapatkan hal tersebut, tidak dapat dipungkiri anak akan memiliki ketidak stabilan emosi, berfikiran yang rancu, bahkan anak akan berperilaku amoral.&lt;br /&gt;Dalam hal ini, kerjasama antara suami dan istri sangat mempengaruhi, dan harus diutamakan, bagaimana keduanya mampu menciptakan suaasana kebersamaan yang sejujurnya. Komunikasi suami dan istr harus benar-benar ditata rapi agar menciptakan interaksi yang baik sebagai orang tua.&lt;br /&gt;Disamping itu, suasana ilmiyah dan budaya yang diciptakan orang tuanya akan memberi pengaruh positif bagi perkembangan kepribadian anak secara sehat. Kualitas dan cara berfikir orang tua dalam menghadapi berbagai persoalan, kektivan orang tua mengikuti berbagai aktivitas pendidikan, akan memberi pengaruh terhadap perkembangan kesadaran ilmiyah anak. Selain itu pula, pada saat Ibu mengandung anaknya, konsumsi ilmiyah yang telah diberikan nantinya diharapkan dapat memudahkan anak untuk beradaptasi dengan berbagai persoalan hidup yang mengitarinya.&lt;br /&gt;Tidak dipungkiri, keharmonisan hubungan orang tua akan menjadi tolak ukur bagi masa depan anak. Saat anak beranjak dewasa, dia akan membandingkan figure orang tuanya dengan teman sebayanya, dan barang tentu akan memberi dampak bagi perkembangan anak di dalam lingkungannya.&lt;br /&gt;Orang tua hendaknya berfikir cerdas bagaimana pembagian tugas antara suami dan istri di rumah, dalam memenuhi hak-hak anak. Hendaknya orang tua mampu memahhami keberadaannya dalam perkembangan anak, karena tidak dipungkiri bahwa anak adalah amanat yang Allah titipkan untuk dijaga sebaik mungkin.&lt;br /&gt;Anak yang mengalami kekurangan kasih saying dari orang tuanya, karena orang tua yang terlalu sibuk sehingga tidak memiliki waktu untuk lebih dekat dengan anak, cenderung anak akan merasa jenuh dan melakukan apapun yang diinginkan, karena anak tersebut berkeyakinan bahwa orang tuanya tidak akan mempedulikannya. Seiring dengan itu, anak korban perceraian atau ketidak harmonisan orang tua (broken home), akan mengalami kegoncangan emosi sehingga anak lebih banyak berfikir egois dan keras hati untuk dengan sigap tidak menerima segala keramahan lingkungan di sekitarnya.&lt;br /&gt;2.5 Hubungan Harmonis Antara Anak dan Orang Tua&lt;br /&gt;Orang tua yang telah banyak memiliki pengetahuan tentang bagaimana cara mendidik anak dengan baik, hendaknya bersyukur. Karena pada dasarnya berbagai pengetahuan orang tua tentang mendidik anak merupakan hal yang paling utama. Namun, pengetahuan itu tidak dapat membuat orang tua sukses dalam mendidik anak jika orang tua tidak dapat mengekspresikannya dalam mendidik anak.&lt;br /&gt;Anak sulit menerima didikan orang tua jika dia sendiri yang menjalaninya. Oleh sebab itu, orang tua harus ikut serta dalam membentuk kepribadian anak. Banyak ditemukan bahwa pada saat mulai berani memunculkan potensinya, orang tua meninggalkan anak begitu saja. Orang tua hendaknya mengikuti langkah anak tapi jangan terlalu dekat. Dalam artian, orang tua harus tetap berada pada saat-saat anak menjalani fase pertumbuhan dan perkembangannya.&lt;br /&gt;Untuk menjalin hubungan yang harmonis sebenarnya tidak cukup sulit, karena pada intinya keinginan orang tua ataupun anak untuk saling memahami muncul atau tidak. Jika keinginan itu telah muncul, maka mudah bagi orang tua untuk ikut terjun ke dunia anak. Orang tua dapat melakukan kegiatan bersama anak, mengajak anak bicara tentang banyak hal, meluangkan waktu dari pekerjaan untuk mendampingi anak melakukan kegiatan sekolahnya, atau liburan akhir pekan bersama. Hal semacam itu dapat dilakukan kapan saja, dan dengan hal itu, anak akan meras nyaman berada bersama orang tua, dan perkembangan intelektual, emosional serta spiritualnya berkembang secara merata.&lt;br /&gt;Yang sering terjadi, bahwa anak meras tidak nyaman untuk membiasakan berbagi hal kecil dengan orang tuanya, itu disebabkan kurangnya pendekatan orang tua terhadap anak. Orang tua kebanyakan memikirkan bagaimana anak pintar di sekolah, disukai banyak orang, mengejakan tugas-tugas sekolah di rumah dengan baik, jarang orang tua berfikir bagaimana agar anak bisa menjadi orang yang memiliki potensi pribadi dan mengembangkan potensi itu dengan baik.&lt;br /&gt;Kesalahan yang dilakukan anak sering kali menjadi alas an orang tua untuk memarahi anak, padahal cara seperti itu tidak tepat. Sekalipun anak melakukan kesalahan dan anak telah menginjak masa remaja, orang tua hendaknya mencari penyebab kesalahan itu, kemudian ajak anak bicara setelah emosinya reda. Hal semacam itu dapat menjadi awal untuk terus menuntun anak menjelajahi dunianya. Seringnya orang tua mengajak anak berkomunikasai akan membuat kepribadian anak nyaman dan berani menjaga kepercayaan orang tua.&lt;br /&gt;Pad dasarnya, motivasi anak untuk melakukan suatu hal adalah orang tuanya. Karena orang tua merupakan panutan anak untuk berperilaku. Dalam hal ini, anak tidak perlu diberi banyak larangan, melainkan anak harus diberi banyak dukungan. Sekalipun orang tua melarang anak, maka orang tua harus memberi alas an atas pelarangan itu.&lt;br /&gt;Anak membutuhkan kenyamanan dan kedamaian dalam kehidupannya, untuk itu orang tua harus selalu mnyeimbangkan emosinya dalam mendidik anak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;MENUJU ORANG TUA IDAMAN&lt;br /&gt;Orang Tua yang Baik Dalam Mendidik Anak&lt;br /&gt;Baik bukan berarti memberikan segala sesuatu yang diinginkan anak, membolehkan apa saja yang anak akan lakukan. Hal semacam itu bukanlah yang biasa disebut baik. Karena, orang tua yang baik adalah orang tua yang memahami perkembangan serta gejalanya, sehingga tidak mudah untuk melakoni segala sesuatu yang diinginkan anak.&lt;br /&gt;Tidak baik jika seorang anak selalu mengandalkan orang tuanya dalam segala hal. Kebiasaan orang tua dalam mendidik anak akan terus terbawa sampai anak menjadi dewasa dan menjadi orang tua.&lt;br /&gt;Orang tua hendaknya tau waktu dan batasan untuk memberikan berbagai konsumsi terhadap anak. Anak usia dibawah lima tahun belum waktunya untuk diberikan makanan anak remaja, anak remaja tidak pantas menangis karena ingin balon. Didikan orang tua terhadap anaknya harus sesuai dengan usia dan masa anak. Orang tua yang baik tentu mengetahui batas-batas anak hingga mudah untuk mengatur serta mengarahkan anak. Jika anak dibiasakan hidup hemat oleh orang tuanya sejak masih usia 3 tahun, maka otomatis ketuka anak menginjak usia remaja, anak tidak akan sulit untuk mengatur segala sesuatu yang harus dihematnya.&lt;br /&gt;Sekarang banyak, difilm-film bahkan di kehidupan sehari-hari, orang tua yang tidak tega melihat anaknya menangis ingin sesuatu, padahal usia anak itu belum cukup umur untuk memilikinya. Banyak orang tua yang kalah oleh sifat anaknya, itu karena orang tua tidak bisa mendidik anak dengan baik. Baik tidaknya orang tua dalam mendidik anak tidak dilihat dari mampu atau tidaknya orang tua memberikan fasilitas yang anak inginkan. Melainkan, bagaimana orang tua memberikan fasilitas sesuai dengan tingkat sia anak.&lt;br /&gt;Jangan Hambat Dunia Anak&lt;br /&gt;Pertumbuhan dan perkembangan pada manusia meripakan sifat ilmiyah, yaitu suatu proses yang harus terjadi terhadap diri manusia, yang telah ditentukan oleh Allah swt. Dalam Qs. Al mukmin: 12-14 dinyatakan:&lt;br /&gt;Sesungguhnya Aku telah menjadikan manusia dari tanah, kemudian Aku jadikannya dari setitik nutfah yang tersimpan dalam tempat yang aman, yang teguh. Kemudian air mani(nutfah) itu Aku jadikan ‘alaqah(segumpal darah) kemudian Aku jadikan segumpal daging(mudghah) itu menjadi tulang belulang. Kemudian tulang belulang itu aku selaputi dengan daging. Setelah itu Aku jadikannyasuatu bentuk yang lain, maka berkah Allah Maha Pencipta yang paling utama.&amp;shy;&lt;a name="_ftnref7" href="file:///F:/Ebook%20Penting/Lowongan/Menjalin%20Hubungan%20Harmonis%20antara%20Orang%20tua%20dan%20anak.htm#_ftn7"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ayat tersebut menjelaskan bagaimana manusia berproses dalam pertumbuhan biologisnya sejak masa prenatal, sehingga menjadi bentuk manusia yang sempurna. Ayat quran tersebut dapat dijadikan landasn dalm bimbingan jiwa, manusia diperlukan proses kependidikan secar bertahap dari sejak mempengaruhi jiwanya secara psikologis sampai dengan megamalkan perlaku yang diajarkan. Bahkan hukum alampun menghendaki segala sesuatu di dalam alam berproses menurut hokum tertentu, yang akhirnya akan mencapai ke tingkat yang sempurna.&lt;br /&gt;Dengan landasan ajaran Alquran serta fenomena yang ada saat ini, hendaknya para orang tua memahami perjalanan perkembangan anak. Kesabaran, itulah kuncinya, karena Allah mencintai orang-orang yang sabar, namun sabar di sini bukan berarti sabar tanpa arah dan tujuan.&lt;br /&gt;Banyak orang tua yang sering merasa tertekan dan ingin berpacu dalam mengembangkan potensi anak. Dari mulai belajar bicara, makan, belajar membaca, semua orang tua ingin mengajarkan berbagai hal pada anak. Agar anak tumbuh menjadi anak yang kreatif, dinamis. Hanya saja, orang tua kebanyakan memiliki kekhawatiran yang luar biasa, dan hal tersebut sering menjadi perusak perkembangan anak bahkan orang tua sendiri. Pelu difahami oleh para orang tua bahwa anak memiliki sifat yang berbeda dan kretifitas anak akan tumbuh sesui dengan waktunya yang berbeda.&lt;br /&gt;Perkembangaan anak bukan merupakan lomba&lt;br /&gt;Berbagai informasi dan cara pendidikan anak yang dipelajari orang tua secara berlebihan, dan kadang orang tua merasa cemas, bagaikan sedang mengaakan perlombaan yang akan berakhir pada garis finish. Hal ini disebabkan adanya keinginan orang tua untuk mempelajari berbagai cara pendidikan dan menerapkannya kepada anak sebanyak mungkin. Anak seringkali dituntut oleh orang tua untuk segera memiliki kemampuan seperti yang dimiliki oleh anak lain.&lt;br /&gt;Banyak pembicaraan-pembicaraa orang tua yang mengarah kepada perbandingan perkembangan anak. Dan pembicaraan itu hanya tertuju pada satu hal, yaitu persoalan kemampuan anak. Orang tua sering kali lupa bahwa perkembangan anak tidak hanya dilihat dari kemampuan membaca atau bebicara saja. Ada banyak hal yang orang tua lupakan dalam perkembangan anak, seperti kemampuan anak untuk bersosialisasi, kemampuan anak untuk menyiapkan keperluan pribadi, kemampuan anak untuk menyelesaikan masalah secar proporsional, dan berbagai kemampuan lainnya.&lt;br /&gt;Dilain pihak, kekhawatiran orang tua terhadap perkembangan anak secara berlebihan, justru akan mematahkan semangat serta keinginan anak untuk terus belajar. Selain itu, hal tersebut dapat menghambat perkembangan kemampuan lain yang dimiliki anak. Misalnya, anak tumbuh dengan kepribadian yang mudah cemas dan kaku, karena tuntutan untuk belajar yang berlebihan.&lt;br /&gt;Anak lahir dengan kemampuan yang mendasar&lt;br /&gt;Setiap anak lahir dengan fitrahnya, yakni kemampuan dasar berkembang manusia yang dianugerahkan Allah swt. Didalamnya terkandung brbagai komponen psikologis yang satu sama lain saling berkaitan dan saling menyempurnakan bagi hidup manusia. Diantar jenis kemampuan dasar(fitrah) itu adalah:&lt;br /&gt;fitrah beragama&lt;br /&gt;Fitrah intelek&lt;br /&gt;Fitrah social&lt;br /&gt;Fitrah harga diri&lt;br /&gt;Fitrah kemajuan&lt;br /&gt;Fitrah keadilan, dll.&lt;br /&gt;Dengan demikian, anak yang baru lahir memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Fitrah manusia sebagai anugerah Allah yang tidak ternilai harganya itu harus dikembangkan agar menjadi manusia yang sempurna (insan alkamil). Dan pengembangan ini merupakan tugas orang tua, yang harus dilakukan dengan sadar, proporsional dan sistematis. Pengembangan fitrah anak harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin, apabila fitrah itu tidak dilaksanakan secara baik, maka akan ditemukan keganjilan pada diri anak.&lt;br /&gt;Seorang anak lahir, tumbuh dan berkembang menurut waktunya. Adalah tugas orang tua untuk mengembangkan kemampuan anak ketika masa perkembangan itu tiba. Tidak dapat orang tua menghendaki perkembangan baru yang belum waktunya.&lt;br /&gt;Tidak sepenuhnya orang tua bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dilakukan anak dalam hidupnya. Anak memiliki keinginan dan kemampuan sendiri, apalagi pada saat anak mulai menginjak masa remaja, emosi yang labil. Tugas orang tua hanya mengarahkan dan mengembangkan potensi anak.&lt;br /&gt;Bakat dan kreativitas anak tumbuh ibarat tanaman&lt;br /&gt;Tanaman, jika tidak disiram, tidak dipupuk, maka akan layu dan kemudian mati. Begitupun bakat dan kreativitas anak. Karena itu, orang tua sangat berperan penting dalammembangun bakat dan kreativitas anak.&lt;br /&gt;Pada dasarnya, anak sebagai generasi yang unggul tidak akan tumbuh dengan sendirinya. Anak sungguh membutuhkan lingkungan yang baik yang sengaja diciptakan untuk itu, sehingga memungkinkan potensi anak dapat tumbuh dengan optimal. Suasana penuh kasih sayang, menerima anak apa adanya, menghargai potensi anak, memberi rangsangan yang kaya untuk aspek perkembangan anak, merupakan jawaban yang logis untuk tumbuhnya generasi unggul di masa depan.&lt;br /&gt;Anak yang memiliki bakat dan kretivitas yang positif, cenderung pada saat beranjak dewasa akan sulit untuk menyesuaikan diri, sulit ditangani oleh orang tua. Tetapi hal itu menunjukan bahwa bakat yang dimiliki anak adalah sebuah modal agar anak mampu terus bertahan dalam seleksi alam. Dan orang tua tidak boleh berlepas tangan akan hal itu. Orang tua hendaknya mengulurkan tangan untuk sekedar memupuk dan merawat serta mengembangkan bakat dan kreativitas anak.&lt;br /&gt;Menumbuhkan Percaya Diri Pada Anak&lt;br /&gt;Rasulullah saw. menggunakan banyak cara untuk menumbuhkan percaya diri pada anak, antara lain:&lt;br /&gt;Memperkuat kemauan anak&lt;br /&gt;Ini dilakukan oleh Rasulullah biasanya dengan dua cara: pertama, dengan membiasakan menjaga rahasia. Ketika anak belajar menjaga rahasia dan tidak membocorkannya, maka kemauannya tumbuh dan menguat. Dan karenanya rasa percaya diri akan tumbuh. Kedua, membiasakan puasa. Ketika anak mampu bertahan dalam keadaan lapar dan haus karena puasa, ia akan merasakan kemenangan mengalahkan hawa nafsu. Maka kemampuannya menjadi kuat dalam menghadapi kehidupan. Dan itu akan menjadikan percaya diri.&lt;br /&gt;Menumbuhkan Kepercayaan Sosial&lt;br /&gt;Ketika anak bergaul dengan orang lain disekitarnya, maka akan tumbuh rasa kepercayaan sosialnya. Rasulullah saw. sering mengajak sahabat-sahabat beliau untuk menghadiri sebuh majelis. Karena hal itu menandakan bahwa sedikit banyak kepercayaan social seseorang dipengaruhi oleh interaksi dengan lingkungan social.&lt;br /&gt;Kehadiran anak dalam acara-acara di masyarakat ataupun di keluarga merupakan hal yang baik, karena secara tidak disadari bahwa jiwa dan hati anak merasa senang.&lt;br /&gt;Menumbuhkan Kepercayaan Ilmiyah&lt;br /&gt;Ini dicapai dengan cara mengajari anak untuk membaca buku, mengajak anak untuk berdiskusi, ataupun belajar bersama. Kelak anak akan tumbuh dengan membawa ilmu yang luas.&lt;br /&gt;Menumbuhkan Kepercayaan Ekonomi dan Bisnis&lt;br /&gt;Hal itu dapat diwujudkan dengan membiasakan anak berjual beli, bejalan di Pasar dengan disertai orang tua untuk memenuhi keperluan. Karena dengan menanamkan kepercayaan bisnis, anak yang tadinya malas untuk berusaha, nantinya akan mengerti sehingga menginginkan untuk segera memiliki jiwa ekonomi. Kepercayaan dalam hal ini dibutuhkan karena saat anak menjadi orang tua akan menjadi tumpuan hidup.&lt;br /&gt;Dan orang tua perlu ingat bahwayang menyebabakan anak kurang percaya diri, adalah:&lt;br /&gt;Cara mendidik dengan mengandalkan bentakan dan pukualan.&lt;br /&gt;Dominasi orang tua yang tidak memberikan keluasaan bagi anak untuk berfikir dan bertindak.&lt;br /&gt;Tidak mendorong anak untuk mandiri.&lt;br /&gt;Tidak mewujudkan suasana psikologi yang membuat anak meras nyaman, penuh percaya diri, berani, dan tidak dicekam ketakutan.&lt;br /&gt;Orang Tua Idaman Itu…?&lt;br /&gt;Ibarat Buku Harian&lt;br /&gt;Tempat dimana seseorang mencurahkan segala isi hatinya adalah dalam buku harian. Buku harian menerima apa yang menjadi ungkapan perasaan pemiliknya. Tanpa memandang bagaimana orang yang menulisinya. Buku harian yang tidak pernah bosan menerima berbagai ungkapan perasaan.&lt;br /&gt;Seperti itulah ilustrasi tentang orang tua yang diibaratkan buku harian. Anak membutuhkan tempat dimana dia mampu mencurahkan segala perasaannya. Maka disinilah peran orang tua, kesiapan menjadi buku harian anaknya. Orang tua harus mampu mengambil hati anak sedini mungkin untuk membiasakan anak mengungkap perasaannya, bukan hanya pada sat anak sedih, namun apapun kondisi anak orang tua hendaknya turut serta dalam hal itu.&lt;br /&gt;Anak membutuhkan orang tua yang selalu siap mendengarkan keluhan serta kebahagiaan yang didapatnya. Orang tua yang mampu menjaga rahasia tanpa anak memintanya, seperti halnya buku harian.&lt;br /&gt;Ibarat Rem Kendaraan&lt;br /&gt;Rem harus mampu mengendalikan laju kendaraan, selalu waspada dan pandai dengan keadaandisekitar. Rem harus mengetahui kapan saat harus menghindari kecelakaan hingga selamat sampai tujuan, dan rem mengetahui kapan digunakan dan kapan tidak diperlukan&lt;br /&gt;Begitulah orang tua, mampu bertindak sebagai rem kendaraan yang bauk untuk anak. Orang tua hendaknya mengetahui kapan saat yang tepat untuk melarang dan kapan saat untuk membebaskan anak. Orang tua bertindak sebagai rem yang berfungsi mencegah terjadi peristiwa fatal. Rem bukan berarti mampu menguasai segala yang ada pada kendaraan, namun rem faham saat harus terjun dan sat harus diam.&lt;br /&gt;Ibarat Cahaya Bulan&lt;br /&gt;Cahaya bulan itu terang, terutama pada bulan purnama, sungguh indah dan terang. Namun cahaya itu tidak menyengat seperti matahari, yang terkadang seolah membakar kulit. Cahaya bulan memiliki sifat tersendiri, menyinari penuh malam kelam, cahanya menyejukkan, bersinar terang, menerangi seluruh aspek alam dalam gelapnya malam.&lt;br /&gt;Seperti itulah gambaran orang tua idaman, memberikan kasih sayangnya secara utuh dengan segenap hati dan fikiran, tanpa harus memanjakan anak. Orang tua seperti inilah, yang mampu memberikan kasih sayangnya secara proporsional. Seperti halnya cahaya bulan, orang-orang tidak menggantungkan diri terhadap cahayanya, namun setiap orang selalu menantikannya. Begitupun orang tua, saat benar-benar melimpahkan kasih saying kepada anak, namun tidak menjadikan anak manja.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4.1 Kesimpulan&lt;br /&gt;Dari pembahasan yang tercantum dalam karya tulis ini, bahwa keterbukaan dan interaksi yang tertata rapi, berkaitan erat dengan terwujudnya hubungan yang baik antara orang tua dan anak.&lt;br /&gt;Saran – saran&lt;br /&gt;Setelah karya tulis ini sampai kepada Pembaca, maka Penulis berharap para orang tua lebih mengontrol perubahan – perubahan anak, juga para anak tidak perlu merasa canggung untuk mengutarakan berbagi hal kepada orang tua.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama, RI, Departemen, Tafsir Al-quran ( 30 Juz) ,1967&lt;br /&gt;Asyur Isa Ahmad, Kewajiban dan Hak Ibu, Ayah, dan Anak, CV.Diponegoro, Bandung: 1993&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Darajat Zakiah, Ilmu Jiwa Agama, Bulan Bintang, Jakarta : 1990&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Desmita, Psikologi Perkembangan, Rosda, Bandung:2005&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dimas Rasyid Muhammad, 25 Kiat Mempengaruhi Jiwa dan Akal Anak, Dar Ibn Hazm, Beirut:1999&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hasan Maimunah, Membangun Kreatifitas Anak Secara Islami,Bintang Cemerlang, Yogyakarta: 2001&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jannah Izzatul, Ngegeng Sama Papi Mami, Eureka,Solo :2004&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Thalib M., 40 Tanggung jawab Orang Tua Terhadap Anak, IBS, Bandung: 1995&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26636772-103061297646640617?l=infosiswa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infosiswa.blogspot.com/feeds/103061297646640617/comments/default' title='Catat Ulasan'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26636772&amp;postID=103061297646640617' title='0 Ulasan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/103061297646640617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/103061297646640617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infosiswa.blogspot.com/2007/05/menjalin-hubungan-antara-orang-tua-dan.html' title='Menjalin Hubungan antara Orang Tua dan Anak'/><author><name>jhibriel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26636772.post-6360771508066440518</id><published>2007-05-12T11:17:00.000-07:00</published><updated>2007-05-12T11:18:32.514-07:00</updated><title type='text'>Belajar Efektif 2</title><content type='html'>Bertanggung jawab atas dirimu sendiri.Tanggung jawab merupakan tolok ukur sederhana di mana kamu sudah mulai berusaha menentukan sendiri prioritas, waktu dan sumber-sumber terpercaya dalam mencapai kesuksesan belajar.&lt;br /&gt;Pusatkan dirimu terhadap nilai dan prinsip yang kamu percaya.Tentukan sendiri mana yang penting bagi dirimu.  Jangan biarkan teman atau orang lain mendikte kamu apa yang penting.&lt;br /&gt;Kerjakan dulu mana yang penting.Kerjakanlah dulu prioritas-prioritas yang telah kamu tentukan sendiri.  Jangan biarkan orang lain atau hal lain memecahkan perhatianmu dari tujuanmu.&lt;br /&gt;Anggap dirimu berada dalam situasi "co-opetition" (bukan situasi "win-win" lagi)."Co-opetition" merupakan gabungan dari kata "cooperation" (kerja sama) dan "competition" (persaingan).  Jadi, selain sebagai teman yang membantu dalam belajar bersama dan banyak memberikan masukkan/ide baru dalam mengerjakan tugas, anggaplah dia sebagai sainganmu juga dalam kelas.  Dengan begini, kamu akan selalu terpacu untuk melakukan yang terbaik (do your best) di dalam kelas.&lt;br /&gt;Pahami orang lain, maka mereka akan memahamimu.Ketika kamu ingin membicarakan suatu masalah akademis dengan guru/dosenmu, misalnya mempertanyakan nilai matematika atau meminta dispensasi tambahan waktu untuk mengumpulkan tugas, tempatkan dirimu sebagai guru/dosen tersebut.  Nah, sekarang coba tanyakan pada dirimu, kira-kira argumen apa yang paling pas untuk diberikan ketika berada dalam posisi guru/dosen tersebut.&lt;br /&gt;Cari solusi yang lebih baik.Bila kamu tidak mengerti bahan yang diajarkan pada hari ini, jangan hanya membaca ulang bahan tersebut.  Coba cara lainnya.  Misalnya, diskusikan bahan tersebut dengan guru/dosen pengajar, teman, kelompok belajar atau dengan pembimbing akademismu.   Mereka akan membantumu untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik.&lt;br /&gt;Tantang dirimu sendiri secara berkesinambungan.Dengan cara ini, belajar akan terasa mengasyikkan, dan mungkin kamu mendapatkan ide-ide yang cemerlang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26636772-6360771508066440518?l=infosiswa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infosiswa.blogspot.com/feeds/6360771508066440518/comments/default' title='Catat Ulasan'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26636772&amp;postID=6360771508066440518' title='0 Ulasan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/6360771508066440518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/6360771508066440518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infosiswa.blogspot.com/2007/05/belajar-efektif-2.html' title='Belajar Efektif 2'/><author><name>jhibriel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26636772.post-3131836225468453343</id><published>2007-05-12T11:05:00.001-07:00</published><updated>2007-05-12T11:09:40.577-07:00</updated><title type='text'>Cara belajar Efektif</title><content type='html'>&lt;em&gt;They know enough who know how to learn&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah belajar efektif adalah mengetahui&lt;br /&gt;diri sendiri&lt;br /&gt;kemampuan belajar anda&lt;br /&gt;proces yang berhasil anda gunakan, dan dibutuhkan&lt;br /&gt;minat, dan pengetahuan atas mata pelajaran anda inginkan&lt;br /&gt;Anda mungkin belajar fisika dengan mudah tetapi tidak bisa belajar tenis, atau sebaliknya. Belajar apapun, adalah proces untuk mencapai tahap-tahap tertentu.&lt;br /&gt;Empat langkah untuk belajar.Mulai dengan cetak halaman ini dan jawab pertanyan-pertanyaannya. Lalu rencanakan strategi anda dari jawaban-jawabanmu, dan dengan "Pedoman Belajar" yang lain.&lt;br /&gt;Mulai dengan masa lalu&lt;br /&gt;Apakah pengalaman anda tentang cara belajar? Apakah anda&lt;br /&gt;What was your experience about how you learn? Did you&lt;br /&gt;senang membaca? memecahkan masalah? menghafalkan? bercerita? menterjemah? berpidato?&lt;br /&gt;mengetahui cara menringkas?&lt;br /&gt;tanya dirimu sendiri tentang apa yang kamu pelajari?&lt;br /&gt;meninjau kembali?&lt;br /&gt;punya akses ke informasi dari banyak sumber?&lt;br /&gt;menyukai ketenangan atau kelompok belajar?&lt;br /&gt;memerlukan beberapa waktu belajar singkat atau satu yang panjang?&lt;br /&gt;Apa kebiasaan belajar anda? Bagaimana tersusunnya? Yang mana terbaik? terburuk?&lt;br /&gt;Bagaimana anda berkomunikasi dengan apa yang anda ketahui belajar paling baik? Melalui ujian tertulis, naskah, atau wawancara?&lt;br /&gt;Teruskanke masa sekarang&lt;br /&gt;Berminatkah anda?Berapa banyak waktu saya ingin gunakan untuk belajar?Apa yang bersaing dengan perhatian saya?&lt;br /&gt;Apakah keadaannya benar untuk meraih sukses?Apa yang bisa saya kontrol, dan apa yang di luar kontrol saya?Bisakah saya merubah kondisi ini menjadi sukses?&lt;br /&gt;Apa yang mempengaruhi pembaktian anda terhadap pelajaran ini?&lt;br /&gt;Apakah saya punya rencana? Apakah rencanaku mempertimbangkan pengalaman dan gaya belajar anda?&lt;br /&gt;Pertimbangkanproses,&lt;br /&gt;persoalan utama&lt;br /&gt;Apa judulnya?Apa kunci kata yang menyolok?Apakah saya mengerti?&lt;br /&gt;Apakah yang telah saya ketahui?Apakah saya mengetahui pelajaran sejenis lainnya?&lt;br /&gt;Sumber-sumber dan informasi yang mana bisa membantu saya?Apakah saya mengandalkan satu sumber saja (contoh, buku)?Apakah saya perlu mencari sumber-sumber yang lain?&lt;br /&gt;Sewaktu saya belajar, apakah saya tanya diri sendiri jika saya mengerti? Sebaiknya saya mempercepat atau memperlambat?Jika saya tidak mengerti, apakah saya tanya kenapa?&lt;br /&gt;Apakah saya berhenti dan meringkas?Apakah saya berhenti dan bertanya jika ini logis?Apakah saya berhenti dan mengevaluasi (setuju/tidak setuju)?&lt;br /&gt;Apakah saya membutuhkan waktu untuk berpikir dan kembali lagi?Apakah saya perlu mendiskusi dengan "pelajar-pelajar" lain untuk proces informasin lebih lanjut?Apakah saya perlu mencari "para ahli", guruku atau pustakawan atau ahliawan?&lt;br /&gt;Buatreview&lt;br /&gt;Apakah kerjaan saya benar?Apakah bisa saya kerjakan lebih baik?Apakah rencana saya serupa dengan "diri sendiri"?&lt;br /&gt;Apakah saya memilih kondisi yang benar?Apakah saya meneruskannya; apakah saya disipline pada diri sendiri?&lt;br /&gt;Apakah anda sukses?Apakah anda merayakan kesuksesan anda?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26636772-3131836225468453343?l=infosiswa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infosiswa.blogspot.com/feeds/3131836225468453343/comments/default' title='Catat Ulasan'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26636772&amp;postID=3131836225468453343' title='0 Ulasan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/3131836225468453343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/3131836225468453343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infosiswa.blogspot.com/2007/05/cara-belajar-efektif.html' title='Cara belajar Efektif'/><author><name>jhibriel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26636772.post-3019851183867442246</id><published>2007-05-12T11:01:00.000-07:00</published><updated>2007-05-12T11:02:23.476-07:00</updated><title type='text'>Australian Development Scholarship (ADS)</title><content type='html'>Australian Development Scholarship (ADS) are funded by the government of Australia for postgraduate study at Australian Universities. The main goal of ADS is to promote Indonesia's human resource capacity to contribute to:&lt;br /&gt;Improving economic management;&lt;br /&gt;Strengthening democratic institutions and practise;&lt;br /&gt;Increasing the accessibility and quality of basic social services; and&lt;br /&gt;Enhancing security and stability.&lt;br /&gt;ADS have played a significant role in Australia's development cooperation program in Indonesia, with around 10.000 scholarships provided over more than 50 years. ADS continues to be a major component of the program with up to 300 scholarships offered in 2007/2008.&lt;br /&gt;Please note that the ADS scholarship program is a different program to the new Australian Partnership Scholarship (APS) Program. For full details on APS go to &lt;a href="http://www.apsprogram.or.id/"&gt;http://www.apsprogram.or.id/ &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;The off-shore component of the ADS Program is managed by IDP through an IDP established ADS Project Office in Jakarta to ensure efficient end effective administration of the ADS scheme in Indonesia.&lt;br /&gt;Each year,  the Australian Government sponsors people from some developing countries to study in  Australia through Australian Development Scholarships (ADS). The Australian Development Scholarship program in Indonesia aims to promote private and public sector human resource development in areas of agreed development priority.&lt;br /&gt;This will be achieved by providing post-graduate scholarships for Indonesians to study in Australia and by working in close cooperation with the Indonesian Government to deliver a program which is flexible to Indonesia's changing training needs.&lt;br /&gt;Consistent with the principles of AusAID's education and training policy (August 1996), the ADS program will be implemented to ensure : quality (of project personnel, fellows and procedures);  transparency (of selection); equity and merit (in the awarding of  fellowships); access (of beneficiaries to scholarship documentation and information); and consistency (in award administration).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26636772-3019851183867442246?l=infosiswa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infosiswa.blogspot.com/feeds/3019851183867442246/comments/default' title='Catat Ulasan'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26636772&amp;postID=3019851183867442246' title='0 Ulasan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/3019851183867442246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/3019851183867442246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infosiswa.blogspot.com/2007/05/australian-development-scholarship-ads.html' title='Australian Development Scholarship (ADS)'/><author><name>jhibriel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26636772.post-114740365708246679</id><published>2006-05-11T20:13:00.000-07:00</published><updated>2006-05-11T20:14:17.310-07:00</updated><title type='text'>Tips Belajar Efektif</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt;Musim liburan sudah berlalu sekarang waktunya balik lagi ke sekolah. Ada baiknya kamu buat persiapan yang baik buat satu semester ke depan. Persiapannya itu bukan hanya masalah buku tulis atau baju seragam saja, bahkan ada yang lebih penting lagi. Pertama, tentukan target kamu di semester ini apa trus buat jadwal harian yang isinya langkah-langkah menuju target tersebut. Nah, supaya target belajarmu lebih cepat golnya, simak deh tips-tips dari teman kamu di seluruh dunia soal belajar yang efektif. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt;1.Seorang teman dari Amerika memberi saran belajar yang dia dapat dari ayahnya. Hari pertama sekolah, ulang kembali pelajaran yang telah didapat. Setelah itu baca singkat dua halaman materi berikutnya buat cari kerangkanya saja. Begitu pelajaran tersebut diterangkan guru esoknya, kamu sudah punya gambaran atau dasarnya, tinggal menambahkan saja apa yang belum kamu tahu. Jadi begitu pulang sekolah, kamu hanya mengulang saja untuk mencari kesimpulan atau ringkasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Usahakan selalu konsentrasi penuh waktu mendengarkan pelajaran di sekolah. Materi yang kamu dengar bakal mudah dipanggil lagi begitu kamu menghapal ulang pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Beberapa temanmu merekomendasikan untuk mengetik ulang catatan pelajaran ke dalam komputer. Logikanya, dengan mengetik ulang catatan berarti sama saja dengan membaca ulang pelajaran yang baru saja kamu dapat dari sekolah. Materi yang diulang tadi bisa tersimpan di memori otak buat jangka waktu yang lama. Lebih bagus lagi kalo kamu mau membaca kembali atau mempelajari catatan tersebut setelah diketik. Susah lupanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Cara lain adalah dengan membaca ulang catatan pelajaran kemudian buat kesimpulan dengan kata-katamu sendiri. Supaya dapat terpatri lama di memori, tulis kesimpulan kamu tadi di secarik kertas kecil seukuran kartu nama. Kartu-kartu tersebut efektif untuk mengulang dan membaca singkat kala senggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Teman lainnya menyarankan untuk selalu menggunakan buku catatan yang berbeda pada setiap mata pelajaran. Cara ini dinilai lebih teratur sehingga pada waktu ingin mengulang suatu pelajaran kita tidak perlu lagi harus membuka semua buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Mengulang pelajaran tidak selamanya harus dengan membaca atau menulis. Mengajari teman lain tentang materi yang baru diulang bisa membuatmu selalu ingat akan materi tersebut. Bagusnya lagi, kamu menjadi lebih paham akan materi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Belajar mendadak menjelang tes memang tidak efektif. Paling nggak sebulan sebelum ulangan adalah masa ideal buat mengulang pelajaran. Materi yang banyak bukan masalah. Caranya : selalu buat ringkasan atau kesimpulan pada setiap pelajaran, kalau perlu pakai tabel atau gambar ilustrasi supaya mudah diingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.&lt;br /&gt;Ada beberapa temanmu di Australia yang menyukai waktu belajar di siang hari. Maklum, badan masih segar setelah tidur cukup di malam hari, jadi semangat masih tinggi. Kondisi yang bagus tersebut tidak mereka sia-siakan begitu saja. Pagi mereka konsentrasi penuh pada pelajaran di kelas dan siangnya konsentrasi untuk mengulang kembali. Malam hari hanya mereka gunakan untuk mengerjakan aktifitas ringan atau pekerjaan rumah. Jadi tidak pernah ada kata begadang. Boleh juga tuh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.&lt;br /&gt;Kalau badan capek, bakal susah buat konsentrasinya. Beberapa temanmu menyarankan untuk libur dulu dari acara olah raga atau kegiatan fisik lainnya sehari menjelang ulangan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.&lt;br /&gt;Belajar sambil mendengarkan musik memang asik. Pilih musik yang tenang tapi menggugah. Musik klasik macam Beethoven ato Mozart bisa dicoba. Musik tipe ini cocok banget buat menemani kamu selama mengerjakan tugas yang jawabannya sudah pasti, kayak matematika, ilmu alam atau bahasa asing. Dijamin stamina belajarmu akan selalu berisi dan penuh semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang bingung ya kalau semua orang saling memberitahu apa yang harus kamu kerjakan. Paling penting adalah utamakan prioritasmu sendiri. Karena biasanya kita menilai diri sendiri dari apa yang dirasakan, sedang orang lain hanya melihat dari apa yang telah kita hasilkan. Sementara apa yang bisa kita hasilkan hanya kita sendiri yang tahu. Jadi, buat target yang kamu percaya mampu meraihnya bukan apa yang dipikirkan orang lain. Begitu juga dengan cara belajar efektif, pilih cara baik mana yang paling pas dengan kondisimu. Selamat mencoba!&lt;br /&gt;Sumber : Study Tips from Students, www.adprima.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26636772-114740365708246679?l=infosiswa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infosiswa.blogspot.com/feeds/114740365708246679/comments/default' title='Catat Ulasan'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26636772&amp;postID=114740365708246679' title='0 Ulasan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/114740365708246679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/114740365708246679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infosiswa.blogspot.com/2006/05/tips-belajar-efektif.html' title='Tips Belajar Efektif'/><author><name>jhibriel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26636772.post-114740218771405408</id><published>2006-05-11T19:45:00.000-07:00</published><updated>2006-05-11T19:49:48.063-07:00</updated><title type='text'>Matematika, Siapa Takut?</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5515/2517/1600/exact.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5515/2517/320/exact.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang cerdas matematika merupakan aset untuk mengembangkan banyak hal dengan menyimpulkan sesuatu dari fakta-fakta yang dianalisanya.&lt;br /&gt;Pada dasarnya setiap anak dianugerahi kecerdasan matematika Psikolog pendidikan dari Fakultas Psikologi UI, Gagan Hartana MPsi, mengatakan, kecerdasan matematika diartikan kemampuan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kebutuhan matematika sebagai solusinya. Misalnya, saat menanam kecambah kacang hijau, di hari pertama anak melihat kecambah tumbuh, anak dengan kecerdasan matematika akan menebak kecambah akan tumbuh lebih tinggi tanpa melihat kelanjutan pertumbuhannya. "Anak menghadapi problem yang dasar penyelesainnya membutuhkan kemampuan matematika dan mampu berpikir abstrak,"katanya.&lt;br /&gt;Menurut Linda dan Bruce Campbell, penulis buku Teaching and Learning Through Multiple Intelligences, inteligensi logika matematika biasanya dikaitkan dengan otak yang melibatkan beberapa komponen, yaitu perhitungan secara matematis, berpikir logis, pemecahan masalah, pertimbangan induktif (penjabaran ilmiah dari umum ke khusus), pertimbangan deduktif (penjabaran ilmiah secara khusus ke umum), dan ketajaman pola-pola serta hubungan-hubungan. Intinya, anak bekerja dengan pola abstrak serta mampu berpikir logis dan argumentatif.&lt;br /&gt;Anak dengan kemampuan ini akan senang berkutat dengan rumus dan pola-pola abstrak. Tapi tak hanya pada bilangan matematika, juga meningkat pada kegiatan yang bersifat analitis, dan konseptual. Hal ini ditegaskan Howard Gardner dalam bukunya Multiple Intelligences, The Theory in Practice, bahwa ada kaitan logika matematika dengan kecerdasan linguistik. Pada kemampuan matematika anak menganalisa atau menjabarkan alasan logis, serta kemampuan mengkonstruksi solusi dari persoalan yang timbul. Kecerdasan linguistik diperlukan untuk merunutkan dan menjabarkannya dalam bentuk bahasa.&lt;br /&gt;Gardner memaparkan ciri anak cerdas matematika, pada usia balita, anak gemar bereksplorasi untuk memenuhi rasa ingin tahunya seperti menjelajah setiap sudut, mengamati benda-benda yang unik baginya. Selain itu, anak juga hobi mengutak-atik benda serta melakukan uji coba. Seperti, bagaimana jika kakiku masuk ke dalam ember penuh berisi air atau penasaran menyusun puzzle.&lt;br /&gt;Wakil Presiden I Himpunan Matematika Indonesia, Abdur Rahman As’ari mengatakan, Number Sense bisa dimulai sejak anak masih dalam kandungan. Ketika sedang berhitung Anda bisa mengajak calon bayi berbicara atau berkomunikasi. Pada anak yang kecerdasannya tinggi bisa menyelesaikan persoalan matematika lebih cepat. Strategi memecahkan masalah soal matematika ialah dengan memberikan banyak stimulasi dan diwujudkan dalam keseharian, misalnya menghitung jumlah mobil sedan yang lewat selama 1 menit.&lt;br /&gt;Ciptakan lingkungan matematika&lt;br /&gt;Belajar matematika tak harus serius, namun bisa menyisipkannya dalam pengalaman sehari-hari. Berikan pemahaman konsep matematika seperti mengajarkan anak pemahaman kuantitas. Tanyakan padanya es krim A dengan B mana yang ukurannya lebih besar. Yang penting, papar Abdur, orangtua memberikan stimulasi yang memadai. Saat anak sudah bisa berkomunikasi, Anda bisa memasukkan informasi seperti pengenalan konsep perbandingan lebih besar, lebih kecil, dan sebagainya. Angka hanyalah simbol, sebaiknya anak memahami proses dibalik angka. "Dari magnitude inilah anak bisa mulai mengenal konsep angka, hal inilah yang terkadang sering diabaikan orangtua," ujarnya.&lt;br /&gt;Ketika Anda mengenalkan dan menanyakan pada anak si A berlari lebih kencang dibanding B atau si B lebih tinggi dibandingkan A, atau tas a lebih berat dibanding tas b, sebenarnya Anda sudah mengajarkan pada anak konsep kecepatan, panjang dalam meter atau berat dalam kilogram. Dengan demikian, fungsi kecerdasan matematika sudah aktif. "Sejauh anak bisa memahami itu, orangtua bisa memberikan stimulasi yang lebih tinggi," katanya. Jika ingin memasukkan anak ke lembaga khusus matematika, coba tinjau kembali apakah kebutuhan tersebut dapat terpenuhi.&lt;br /&gt;Berikan penguatan jika pemahaman anak benar, sebaliknya luruskan pemahamannya yang menyimpang. Misalnya, ketika anak mengatakan kecambah akan tumbuh bertambah besar, artinya anak berpikir tak hanya tambah tinggi namun juga volumenya lebih besar, katakan ‘Ya kamu benar’ sebaliknya jika anak tak mampu menebak Anda bisa memancing dengan pertanyaan ‘apakah jadi lebih besar atau lebih tinggi?’. Ini salah satu bentuk orangtua mengevaluasi anak.&lt;br /&gt;Gagan mengatakan, kecerdasan matematika bisa mengembangkan kecerdasan lainnya. ‘’Meski tidak berkaitan secara langsung, namun fungsinya bisa membantu anak menyelesaikan masalah menggunakan dimensi matematika,’’ katanya. Perkembangan kemampuan matematika melahirkan pemikiran sistematis pada anak.&lt;br /&gt;Di usia sekolah, Gagan menambahkan, anak mampu melihat pola dari pertanyaan matematika yang disodorkan gurunya. Penemuan pola atau disebut juga rumus ini membuat anak mampu menyelesaikan soal matematika lebih cepat dibanding temannya yang lain. Anak yang cerdas matematika merupakan aset untuk mengembangkan banyak hal dalam kehidupan manusia yang membutuhkan keterampilan matematika. Anak lebih mudah menyimpulkan sesuatu dari fakta-fakta yang dianalisanya.&lt;br /&gt;As’ari yang juga dosen jurusan matematika Universitas Negeri Malang menambahkan, secara kognitif anak mampu berasimilasi sehingga orangtua setidaknya memberikan pengajaran matematika yang dikaitkan dengan pengetahuan anak sebelumnya. Alhasil anak akan lebih mudah mencerna, misalnya pada anak usia 4 tahun, Anda mengajarkan penambahan ‘dua busway ditambah 2 busway jumlahnya berapa?’ jika anak belum pernah melihat busway sebelumnya maka akan sulit baginya untuk mencerna pertanyaan tersebut.&lt;br /&gt;As’ari menganjurkan agar anak diajari konsep perpindahan dan perubahan saat berhitung. Pada soal penjumlahan, beri tempat untuk mempresentasikan benda-benda yang jumlahnya mewakili angka lalu tambahkan pula kalimat pertanyaan sehingga anak tahu bahwa angka tak hanya sebatas simbol saja. Misal, gambar buah apel berjumlah delapan dan sembilan sebelum penulisan angka. "Agar anak mahir matematika, tentu harus memahami konsep dan kelancaran prosedur seperti cara menambahkan atau mengurangi, yang memerlukan drill and practice, latihan-latihan yang mengaitkan konsep,"ujarnya pada sebuah seminar Adventures in Math yang digelar Yayasan Tara Salvia, April 2006 lalu.&lt;br /&gt;As’ari mengatakan, syarat anak bisa dikatakan mahir matematika memiliki beberapa potensi dibawah ini,&lt;br /&gt;Menguasai konsep matematika.&lt;br /&gt;Kelancaran prosedur. Mengetahui dan memahami soal mana yang memerlukan penambahan, pembagian, pengalian atau pengurangan.&lt;br /&gt;Kompeten.&lt;br /&gt;Penalaran yang logis. Menyangkut kemampuan menjelaskan secara logika, sebab-akibatnya serta sistematis.&lt;br /&gt;Positive disposition. Sikap bahwa matematika bermanfaat dalam penerapan kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matematika menyenangkan atau menakutkan?&lt;br /&gt;Menurut Principal Sekolah Tara Salvia, Angie Siti Anggari mengatakan, dalam setiap periode kehidupan manusia tak lepas dari matematika. "Tanpa disadari matematika menjadi bagian dalam kehidupan anak yang dibutuhkan kapan dan dimana saja sehingga menjadi hal yang penting,"ujarnya.&lt;br /&gt;Angie mengamati umumnya anak menyukai matematika karena faktor pola pengajaran guru atau orangtua yang menyenangkan dan kreatif. Kebalikannya, anak tak suka matematika karena malas menghapal sehingga nilainya menjadi jelek kemudian timbul trauma pada matematika. Lalu apa yang harus dilakukan orang tua?&lt;br /&gt;Perbanyak referensi buku-buku mengenai konsep matematika.&lt;br /&gt;Luangkan waktu untuk mengajarkan dan melatih anak sendiri.&lt;br /&gt;Buat permainan seru dengan mengundang beberapa temannya untuk berlomba hitung cepat dan semacamnya.&lt;br /&gt;Kreatif dalam mengenalkan dan mengajarkan konsep matematika. Berikut beberapa cara yang bisa Anda praktekkan,&lt;br /&gt;Saat mengajarkan bangun datar seperti segitiga, atau bujur sangkar minta anak mengamati pola dari beberapa bendera negara.&lt;br /&gt;Saat mengajarkan sudut, manfaatkan benda-benda atau hal-hal disekeliling kita misalnya batang pohon, atap rumah, bingkai jendela, untuk mengenalkan beragam ukuran sudut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips membentuk situasi belajar yang kondusif untuk anak&lt;br /&gt;Lingkungan yang aman dan tidak mengancam anak&lt;br /&gt;Reward dan punishment sebaiknya tidak digunakan dalam belajar.&lt;br /&gt;Keduanya sukses digunakan untuk pembentukan kebiasaan namun bukan pada proses belajar.&lt;br /&gt;Beri respon secepatnya saat anak tengah belajar matematika, orangtua tak hanya berkomentar ketika menilai hasilnya.&lt;br /&gt;Jangan sampai membuat anak tertekan yang justru membuat anak menjadi sulit mencerna dan memahami matematika.&lt;br /&gt;Hindari menerapkan sistem pembelajaran konsolidasi yang membuat anak belajar menyelesaikan soal dengan cepat dengan menggunakan satu metode penyelesaian saja sehingga kemampuan anak tidak bertambah luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mary Vander Heijden, Principal dari Shell Elementary School, Brunei Darussalam dan perancang kurikulum nasional Qatar mengatakan, setiap kecerdasan dalam Multiple Intelligences dari Howard Gardner merupakan pintu masuk anak untuk mempelajari sesuatu.&lt;br /&gt;Sumber: Majalah Inspiredkids&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26636772-114740218771405408?l=infosiswa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infosiswa.blogspot.com/feeds/114740218771405408/comments/default' title='Catat Ulasan'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26636772&amp;postID=114740218771405408' title='0 Ulasan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/114740218771405408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/114740218771405408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infosiswa.blogspot.com/2006/05/matematika-siapa-takut.html' title='Matematika, Siapa Takut?'/><author><name>jhibriel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26636772.post-114739988309549548</id><published>2006-05-11T19:04:00.000-07:00</published><updated>2006-05-11T19:33:45.803-07:00</updated><title type='text'>Berburu Beasiswa ke Luar Negeri</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5515/2517/1600/gb_kemahasiswaan.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5515/2517/320/gb_kemahasiswaan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Belajar gratis di luar negeri? Mengapa tidak. Syaratnya hanya tiga, rajin mencari informasi, bersungguh-sungguh dan piawai berbahasa Inggris. Meskipun, untuk soal bahasa ini juga tak mutlak. Pasalnya, ada sebagian beasiswa yang akan memberikan pendidikan bahasa Inggris gratis kepada para penerima beasiswa tersebut.&lt;br /&gt;Namun, umumnya, kita mengalami kesulitan untuk memulai langkah pertama dalam menggapai beasiswa ke luar negeri itu. Padahal, caranya terbilang mudah. Anda tinggal membuka situs pencari, misalnya google atau yahoo dan ketik kata 'scholarship' maka, internet akan memberikan puluhan bahkan ratusan informasi mengenai hal tersebut. Lalu, mulailah pelayaran di dunia maya, untuk memperoleh informasi lebih detil.&lt;br /&gt;Cara lainnya, datangi kantor perwakilan pendidikan dari negara-negara yang menyediakan beasiswa tersebut. Sebutlah Australia, yang secara rutin memberikan beasiswa bagi ratusan warga negara Indonesia melalui program Australian Development Scholarship (ADS) yang setiap tahun biasanya dibuka pada akhir Juni dan akan ditutup pada awal September. Jadi, bulan-bulan ini adalah bulan pendaftaran untuk program ADS.&lt;br /&gt;Selain ADS, tahun ini, pemerintah Australia bekerja sama dengan pemerintah Indonesia juga membuka program Australian Partnership Scholarships (APS). Meskipun terlihat mirip, namun sesungguhnya ada perbedaan yang cukup signifikan antara ADS dan APS. ''Kalau ADS khusus untuk S-2 dan S-3, sedangkan APS, yang sudah S-2 di Indonesia, boleh mengambil S-2 lagi di Australia. Lalu, ADS terbuka untuk semua kalangan, sementara APS mensyaratkan pengalaman kerja,'' ujar Shendy Rhiza Achmadi, Branch Manager IDP Education Australia, Bandung.&lt;br /&gt;Yang pasti, kata Shendy, program APS baru dibuka tahun ini, sementara ADS sudah ada sejak lama. ''Jadi, peluang untuk dapatkan APS lebih besar,'' katanya tersenyum. Perbedaan lain, sambung dia, jurusan yang boleh diambil. Untuk ADS, jurusan yang boleh diambil oleh kandidat lebih luas sementara APS hanya membatasi pada ekonomi dan pendidikan saja.&lt;br /&gt;Persamaannya, biaya yang diberikan oleh ADS maupun APS meliputi semua biaya pendidikan, biaya hidup bahkan bagi yang sudah berkeluarga boleh mengajak keluarganya ke negeri Kangguru itu. Biaya pesawat pulang-pergi Indonesia-Australia juga ditanggung oleh lembaga pemberi beasiswa. Tak cuma itu, bagi para kandidat yang belum mencapai skor IELTS 6,5 (syarat untuk diterima di semua universitas di Australia) maka ada pendidikan bahasa Inggris gratis yang disediakan oleh ADS/APS, maksimal selama satu tahun.&lt;br /&gt;Pendidikan bahasa Inggris gratis ini, juga diberikan oleh pemerintah Inggris melalui beasiswa Chevening Awards. Kalau Anda tahu sutradara Riri Reza (pembuat film Gie dan mantan presenter, Ira Koesno, mereka adalah sedikit dari orang Indonesia yang mendapatkan beasiswa ini. Salah satu yang disyaratkan dalam program ini adalah kandidat belum pernah menerima beasiswa ke luar negeri, sebelumnya. Hanya saja, menurut bagian Humas British Council, Ria, tahun ini beasiswa tersebut tidak ada karena sedang mengalami perubahan sistem. ''Diperbaiki, dan disesuaikan dengan kebutuhan yang riil,'' katanya menjawab pertanyaan Republika, belum lama ini. Untuk tahun 2006, kata dia, akan dibuka kembali. Biasanya, pembukaan pendaftaran sekitar awal tahun.&lt;br /&gt;Bagi yang berminat mendapatkan beasiswa di universitas di Belanda, awal tahun juga harus bersiap. Pasalnya, Netherland Education Centre (NEC) Indonesia akan mengumumkan beasiswa tersebut di awal tahun. Jika program beasiswa ke Inggris dan Australia memberikan beasiswa sebelum mendaftar ke universitas, di Belanda justru sebaliknya. Para kandidat harus terdaftar dulu di universitas di Belanda, baru kemudian bisa mendaftar beasiswa.&lt;br /&gt;Namun, jangan khawatir, umumnya pendaftaran ke universitas di Belanda, seperti juga ke beberapa universitas di beberapa negara, bisa melalui internet. Bagaimana dengan bahasa? Sebagian universitas di negeri kincir angini ini membuka program internasional, sehingga kuliah diberikan dalam Bahasa Inggris. Menurut Marliza Marsin, PR dan Marketing Manager NEC Indonesia, untuk beasiswa yang membiayai seluruh biaya pendidikan dan biaya hidup -- termasuk tiket pesawat Indonesia-Belanda pp -- ada dua jenis. Yaitu, Netherlands Fellowship Programme (NFP) dan Studeren in Nederland (StuNed). Perbedaannya, NFP adalah untuk kandidat dari seluruh dunia dan tanpa batas usia sedangkan Stuned khusus untuk kandidat dari Indonesia dengan usia maksimal 40 tahun (laki-laki) dan 45 tahun (perempuan).&lt;br /&gt;Selain itu, ungkap Marliza, ada juga beasiswa yang hanya menutup sebagian biaya pendidikan. Yaitu, program Huygens dan DELTA. ''Beasiswa Huygens ini untuk fresh graduate tapi tidak lebih dari dua tahun setelah lulus, sedangkan DELTA untuk sarjana dengan usia tak lebih dari 35 tahun,'' ujarnya. Mengenai target khusus para penerima beasiswa ini, Marliza mengungkapkan, ada empat profesi yang diprioritaskan. Yaitu, para PNS, dosen di PTN dan PTS, staf LSM dan juga wartawan. ''Keempat kelompok ini memiliki keterkaitan yang erat dengan pembangunan,'' paparnya. Meski demikian, sambung perempuan berkerudung ini, peminat beasiswa di luar empat kelompok itu tetap memiliki peluang. Terutama, kata dia, mereka yang bekerja di instansi yang memiliki relevansi dengan pembangunan.&lt;br /&gt;Hadiri pameran&lt;br /&gt;Untuk tahun akademik 2006/2007, ungkap Marliza, pendaftaran mulai Januari-April 2006. Sedangkan pendaftaran ke universitas di Belanda, bisa dimulai sejak akhir tahun ini. ''Jadi, saat pendaftaran untuk beasiswa dibuka, tinggal apply saja,'' cetusnya. Guna memperkenalkan atau mengingatkan berbagai program beasiswa itu, selain menginformasikan di situsnya, para pemberi beasiswa ini juga melakukan roadshow ke berbagai kota di Indonesia pada jadwal yang ditentukan.&lt;br /&gt;Umumnya, dalam roadshow itu, penyelenggara juga akan melibatkan berbagai universitas di negaranya masing-masing. Peluang beasiswa juga bisa diperoleh dari masing-masing universitas. Meskipun jumlahnya tidak sebanyak dari lembaga internasional atau pemerintah negara yang bersangkutan, tapi beasiswa dari universitas ini juga cukup banyak dan umumnya menutup seluruh/sebagian biaya pendidikan. Jadi, lumayan juga.&lt;br /&gt;Karena itu, informasi mengenai pameran pendidikan ke luar negeri, atau pameran pendidikan yang diselenggarakan oleh lembaga internasional, menjadi tempat yang tepat bagi para pemburu beasiswa ke luar negeri. Saat mencari informasi beasiswa ke luar negeri itu, ada baiknya para peminat menanyakan juga mengenai jenis pendidikan yang akan dibiayai. Pasalnya, tidak semua jurusan yang ada di universitas di luar negeri memperoleh beasiswa.&lt;br /&gt;Seperti dikatakan Marliza, pemerintah Belanda memberikan beasiswa karena ingin membantu pembangunan di Indonesia. Begitu juga beasiswa ke Australia, Inggris dan Amerika untuk para kandidat dari Indonesia, umumnya diberikan untuk membantu pembangunan, demokrasi dan edukasi atau persoalan-persoalan yang terkait dengan anak dan perempuan.&lt;br /&gt;Maka itu pula, umumnya para pemberi beasiswa itu akan mensyaratkan para penerima beasiswa harus kembali ke tanah air setelah menyelesaikan studinya. Namun, di Singapura justru sebaliknya. Para penerima beasiswa dari pemerintah Singapura, diwajibkan bekerja untuk beberapa waktu di negara tersebut. Pertanyaan yang juga kerap muncul adalah, bisakah para mahasiswa ini bekerja di sela pelajarannya. Hal ini sangat tergantung dari jurusan yang diambil, kota tempat belajar hingga peluang pekerjaan yang ada. Secara umum, para mahasiswa diberi kesempatan bekerja sekitar 20 jam per minggu.&lt;br /&gt;Namun, seperti dikatakan Novita, Education Counsellor IDP Bandung, biaya pendidikan dan biaya hidup di Australia berbeda-beda tergantung besar kecilnya kota. ''Tapi di kota besar seperti Sidney, kesempatan kerjanya juga lebih besar daripada di Adelaide, misalnya,'' ujarnya. Sedangkan menurut Dwiharini, Direktur International Education Centre (IEDUC) Bandung, yang pernah memperoleh beasiswa Chevening Awards, sebaiknya para mahasiswa memilih pekerjaan yang hanya menggunakan otot saja. Misalnya, sebagai penjaga toko. ''Bekerja saja yang menggunakan otot, kalau otak, gunakan untuk belajar,'' kata perempuan yang pernah tinggal enam tahun di London ini.&lt;br /&gt;Harus dengan TOEFL atau IELTS?&lt;br /&gt;Kemampuan berbahasa Inggris, adalah suatu yang mutlak untuk belajar atau bekerja di luar negeri. Berbagai universitas di luar negeri, umumnya meminta skor TOEFL internasional atau IELTS internasional sebelum para mahasiswa itu memulai kuliahnya. Lalu, apa beda TOEFL dan IELTS? Menurut Dwiharini, Direktur International Education Centre (IEDUC) Bandung, sebuah lembaga kursus Bahasa Inggris, umumnya TOEFL diminta oleh universitas di Amerika Serikat dan beberapa negara lain. Sedangkan IELTS biasanya disyaratkan oleh universitas di Inggris, Australia, Canada dan beberapa universitas di AS.&lt;br /&gt;Diungkapkan Dwi, demikian perempuan yang hobi menyanyi dan menari ini biasa disapa, TOEFL adalah singkatan dari Test of English as a Foreign Language dengan skor antara 301-677. Umumnya, universitas meminta skor minimal 550 untuk TOEFL. Khusus di Amerika, kata Dwi, universitas tak cuma meminta skor TOEFL tetapi juga skor GMAT (Graduate Management Admission Test) untuk program MBA dan GRE (Graduate Record Examination) untuk jurusan di luar MBA.&lt;br /&gt;''Kalau mau ambil jurusan hukum, atau kesehatan dan kedokteran gigi, skor yang diminta selain TOEFL bukan GMAT atau GRE tapi LSAT, MCAT atau DAT,'' ujar ibu dua anak ini kepada Republika. LSAT adalah Law School Admission Test; MCAT singkatan dari Medical College Admission Test dan DAT adalah Dentistry Admission Test. Sedangkan IELTS, tutur perempuan berkaca mata ini, merupakan singkatan dari International English Language Test System dengan skor antara 1-9. Biasanya, skor minimal yang diminta oleh universitas adalah 6 atau 6.5 tergantung jurusan yang akan diambil.&lt;br /&gt;Menurut Dwi, baik TOEFL maupun IELTS sama-sama mengetes kemampuan listening, reading dan writing seseorang. Bedanya, bentuk soal listening dan reading dalam TOEFL seluruhnya multiple choices alias pilihan berganda. Sedangkan listening dalam IELTS hanya 25 persen yang multiple choices, selebihnya adalah taking note atau mendengarkan pembicaraan pengajar dan harus dicatat.&lt;br /&gt;Untuk tes writing TOEFL, ungkap Dwi, yang diteskan hanya analisis isu saja. Sementara writing dalam IELTS meliputi dua hal, analisis isu dan analisis grafik/gambar. ''Kemampuan analisis grafik ini sangat bermanfaat kelak jika mahasiswa belajar di luar negeri, baik di Inggris, Australia, Amerika atau di negara manapun,'' paparnya. Satu hal lagi yang membedakan, sambung Dwi, IELTS sudah meliputi tes speaking sedangkan untuk TOEFL, ada tes terpisah yang dinamakan Test of Speaking Examination (TSE). Biaya tes TOEFL internasional sekitar 140 dolar AS dan biaya TSE sekitar 40 dolar AS. Sementara biaya tes IELTS internasional adalah 130 dolar AS.&lt;br /&gt;Khusus untuk TOEFL, Dwi menginformasikan bahwa mulai September 2005 mendatang, tes TOEFL internasional akan berubah. ''Skornya menjadi 0-120 dan ada speaking test. Hanya speaking-nya bukan dengan orang tapi dengan komputer,'' ujarnya. Ia belum mendapatkan informasi, mengenai biaya tes TOEFL 'next generation' internasional ini.&lt;br /&gt;Bagi para calon mahasiswa di luar negeri, Dwi menyarankan, meskipun telah memiliki skor TOEFL internasional yang memadai, tetap mengambil kursus persiapan IELTS, khususnya writing. Ia juga menyarankan agar para kandidat mengambil kursus giving presentation. ''Karena belajar di luar negeri, membutuhkan keaktifan mahasiswa. Mahasiswa harus membuat paper, kemudian mempertahankan opini atau argumennya itu. Kalau tidak tahu triknya, bagaimana?'' ujarnya.&lt;br /&gt;Dwi menambahkan, kandidat dengan skor IELTS yang memadai, umumnya lebih siap untuk belajar di luar negeri karena memang telah terbiasa dengan taking note dalam kursus persiapan. Mengenai lama persiapan bahasa Inggris bagi calon mahasiswa, ia berkata, ''Minimal, mereka mempersiapkan diri enam bulan sebelumnya.'' (rci) (bps) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26636772-114739988309549548?l=infosiswa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infosiswa.blogspot.com/feeds/114739988309549548/comments/default' title='Catat Ulasan'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26636772&amp;postID=114739988309549548' title='1 Ulasan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/114739988309549548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/114739988309549548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infosiswa.blogspot.com/2006/05/berburu-beasiswa-ke-luar-negeri.html' title='Berburu Beasiswa ke Luar Negeri'/><author><name>jhibriel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26636772.post-114559418715858357</id><published>2006-04-20T21:36:00.000-07:00</published><updated>2006-04-20T21:36:27.170-07:00</updated><title type='text'>Pengantar</title><content type='html'>:: Beasiswa Indonesia ::10.29.2005&lt;br /&gt;Beasiswa S2 dan S3 Luar Negeri &lt;br /&gt;Berikut ini adalah beberapa teknik-teknik mendapatkan beasiswa sekolah untuk jenjang S2 dan S3 'gratis' di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengantar&lt;br /&gt;Penulis sering ditanya bagaimana caranya bisa bersekolah 'gratis' di luar negeri. Saya memberikan tanda kutip pada 'gratis' karena sebenarnya tidak 100% modal dengkul. Dalam beberapa kasus, at least kita harus bekerja terlebih dahulu untuk mengumpulkan uang untuk tiket pesawat + biaya hidup bulan pertama, dan situasi mungkin tidak memungkinkan kita untuk berkeluarga terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis beasiswa yang akan saya utarakan pertama adalah jenis beasiswa yang kansnya tinggi untuk mendapatkannya. Biasanya beasiswa jenis ini adalah beasiswa jenis riset, dan untungnya, hampir semuanya tanpa ikatan dinas. Untuk beberapa jenis beasiswa, mereka lebih senang kalau sang pelamar bekerja untuk institusi pendidikan, lembaga penelitian, atau LSM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu rule of thumb yang patut dihayati adalah: 'kita harus berkelat-kelit untuk mendapatkan beasiswa S2, tapi relatif jauh lebih mudah untuk mendapatkan beasiswa S3'. Makanya jika Anda mengejar waktu, sebaiknya ambil dulu S2 di Indonesia, sambil juga melamar S2/S3 di tempat lain. Kalau dapat S2 gratis di luar negeri, ya yang di Indonesia ditinggal saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Beasiswa Berdasarkan Negara&lt;br /&gt;Secara umum, beasiswa ini memiliki karakteristik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak memiliki ikatan dinas sama sekali&lt;br /&gt;mahasiswa harus mengerjakan penelitian sesuai minatnya, dan sekaligus sebagai thesisnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;1. Amerika Serikat&lt;br /&gt;Biasanya sekolah sekolah bagus di Amerika Serikat, (katakanlah top 50 pada bidangnya) sering memberikan beasiswa yang disebut stipend, meskipun baru mahasiswa S2. Besarnya stipend sekitar US$1000-1400, tergantung lokasi. Yang jelas cukup sekali untuk hidup. Mahasiswa yang menerima stipend itu, juga tidak perlu membayar uang sekolah (tuition fee). Lamanya stipend adalah per semester, tapi saat summer biasanya diberikan pekerjaan lain di universitas (mostly guaranteed). Kalau sedang sial (jarang sekali), tidak dapat assistantship untuk semester itu, ya pulang saja ke Indonesia dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat penting mendapat beasiswa adalah harus mau menjadi teaching assistant atau research assistant. Teaching assistant bertugas membantu proses belajar-mengajar di kelas, seperti fotokopi, setup komputer di lab untuk kelas itu, memeriksa tugas-tugas, dan memberikan tutorial di luar jam kelas. Sedangkan research assistant bertugas membantu professor di lab, seperti membuatkan program untuknya, mengatur laboratioriumnya, membuat dokumentasi riset dan sebagainya. Mahasiswa selain melakukan penelitian, juga masih diwajibkan untuk mengambil coursework (kelas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang harus diakui bahwa ada beberapa sekolah terkenal yang hanya memberikan jaminan beasiswa kepada mahasiswa S3. Untungnya, di AS, mahasiswa S1 bisa langsung masuk program S3, dimana di tengah-tengah perjalanan menumpuh S3 itu ada sertifikat bahwa ybs sudah melampaui jenjang S2. Jadi bisa ngerti sendirilah ... :-p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendaftar ke pendidikan pascasarjana ke AS, biasanya mereka mengharuskan pelamar memberikan hasil nilai TOEFL dan GRE General Test resmi dari ETS (www.ets.org). Beberapa universitas terkemuka juga mengharuskan mengambil GRE Subject Test, misalnya GRE Computer Science, GRE Biology, GRE Economics, dan sebagainya. Di Jakarta, cabang ETS terletak di Menara Emporium, Jl.Rasuna Said, Kuningan. Biaya TOEFL sekitar US$60, GRE sekitar US$120. Kalau punya TOEFL &gt; 580 (standar nilai lama) dan GRE General Test &gt; 1750 saya sarankan pergi ke AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, saya sarankan untuk mendaftar di top 20 jika memiliki GRE &gt; 1900. Go for it!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelamar dapat mendownload formulir pendaftaran langsung dari website universitas tersebut. Dalam formulir pendaftaran itu, biasanya ada pertanyaan dari mana sumber pendanaan untuk kuliah nanti. Pilihlah option untuk 'menggantungkan sepenuhnya pada universitas dengan stipend assistantship'. Biaya pendaftaran biasa antar US$30-$60.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mereka biasanya menyuruh kita untuk membuat statement of purpose. Tujuan dari statement of purpose adalah untuk meyakinkan bahwa Anda layak dapat beasiswa. Anda harus menunjukkan 'kemampuan' Anda, jangan malah merendahkan diri! Statement of purpose isinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengapa kita ingin melakukan pendidikan tinggi&lt;br /&gt;bidang peminatan kita apa, kalau bisa tunjukkan sedikit pengetahuan Anda mengenai 'trend' di bidang riset itu.&lt;br /&gt;mengapa kita ingin melakukan riset di bidang itu&lt;br /&gt;kalau sudah selesai mau jadi apa dan mau bekerja di mana (akademisi, industri, profesional, etc.) sebagai apa&lt;br /&gt;Selain itu Anda sebaiknya juga menceritakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau mungkin, tunjukkan bahwa Anda memiliki kompetensi di bidang itu (jadi memang ada baiknya dari sekarang Anda sudah memiliki bidang yang fokus).&lt;br /&gt;tunjukkan bahwa Anda bisa menjadi asisten pada mata kuliah S1 apa saja (jika jadi teaching assistant). Tapi jelaskan pula bahwa Anda bisa 'fleksibel'.&lt;br /&gt;Karena biasanya statement of purpose itu harus singkat dan lugas (sekitar 1/2 halaman, max 1 halaman), kalau perlu Anda menceritakan 2 point di atas di luar statement of purpose. Tapi kalau masih muat, ya masukkan saja dalam statement of purpose.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mendaftar, ada baiknya jika Anda memastikan terlebih dahulu bahwa bidang Anda minati, ada profesor yang memiliki minat yang kurang lebih sama di universitas itu. Sebaiknya, bercakap-cakap dahululah dengan profesor tersebut, katakan bahwa saya tertarik untuk melakukan riset. Tanyakan pula apakah dia berminat mengambil Anda menjadi mahasiswanya. Jangan lupa cari muka sedikit :-). Hal ini akan sedikit memperlicin jalan saat seleksi mahasiswa baru. Sekedar info, biasanya universitas di AS tidak meminta research plan yang kongkrit, karena baru saat di sana nanti merencanakan riset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By the way, sebelum pergi ke AS, kita juga harus memiliki persediaan uang selama satu bulan ($1500+), plus tiket pesawat ke Amerika Serikat.(sekitar $700).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;2. Kanada&lt;br /&gt;Sama seperti Amerika Serikat, dan banyak diantara mereka tidak memerlukan GRE Subject Test. Meskipun ada Canadian Education Centre (CEC) di World Trade Center, Jl.Jendral Sudirman, tapi saya pikir cukup ke website universitasnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;3. Jerman&lt;br /&gt;Di negara-negara Eropa daratan (excluding British), biasanya tidak mengenal program bachelor (S1), karena bachelor adalah pola pendidikan Anglo-Saxon. Yang bisa dibilang dekat dengan S1-nya adalah program-program politeknik. Nah, oleh karena itu lulusan S1 Indonesia harus diupgrade agar sama dengan lulusan uni Eropa daratan, yakni Doktorandus (Drs), Diplom (Dipl) atau Licente (Lc). Gelar kesarjanaan ini sama dengan S2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti banyak kita ketahui, universitas-universitas di Jerman sama sekali tidak memungut biaya. Tapi tentu saja kita harus memiliki sumber pendanaan untuk biaya hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAAD (www.daad.de) adalah lembaga Jerman yang menyediakan informasi pendidikan dan juga informasi beasiswa di Jerman. Kantornya di Jakarta berlokasi di Gedung Sumitmas II, Jl.Jendral Sudirman, di depan Depdikbud. Mereka memiliki program beasiswa setiap tahun. Skim beasiswa yang disediakan DAAD mencakup S2, S3, sandwich program, riset 3-6 bulan, dan juga postdocotoral research. Tiket pesawat disediakan. Kalau dapat beasiswa dari DAAD, bisa modal dengkul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula beasiswa dari industri seperti dari Siemens besarnya 1200 DM. Tidak harus pegawai negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk belajar di Jerman tidak harus melalui DAAD. Kalau untuk S3, setiap mahasiswa S3 pasti mendapatkan beasiswa. Jadi bisa saja setelah Anda lulus S2, Anda langsung mencari universitas di Jerman yang kebetulan ada profesor yang bidangnya sama dengan bidang peminatan Anda, dan melamar. Tapi tentu Anda akan butuh mencukupi sendiri biaya hidup 1 bulan dan tiket pesawat ke Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya, berbeda seperti di AS dan Kanada, biasanya di Jerman, Belanda, Austria, Belgia dan Switzerland, tidak memiliki kewajiban jadi teaching assistant atau research assistant. Kalaupun ada biasanya cuma 1 session tutorial per minggu. Tidak berat sama sekali. Kalaupun kita disuruh menulis paper, itu juga biasanya untuk kepentingan kita juga. Gaji (atau katakanlah beasiswa) kita cukup sekali untuk hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa kontak profesornya dahulu (sama dengan cara yang di AS). Kirimkan pula statement of purpose dan research plannya. Kalau perlu diskusikan dahulu research plannya (biar cocok dengan pembimbingnya) sebelum mendaftar ke universitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi research plan itu standar-standar saja: latar belakang masalah, problem, metodologi penelitan, bagaimana kamu kira-kira akan memecahkan masalah tersebut, dll. Garis besarnya saja, asal bisa memberikan gambaran apa yang akan Anda teliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sarankan untuk mengambil kursus bahasa Jerman di Goethe Institute, karena paling sedikit ada 3 negara yang menyediakan beasiswa, menggunakan bahasa Jerman, yakni Jerman, Switzerland dan Austria. Peluang beasiswa menjadi meningkat. Sudah begitu, kalau sudah bisa Jerman, belajar bahasa Belanda jadi gampang sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kalau Anda menempuh S3, dalam realitanya tidak harus menggunakan bahasa Jerman saat berdiskusi dengan peer atau profesor. Hal ini karena tidak banyak orang yang mau mengikuti program S3, dan biasanya universitas itu yang 'membutuhkan' mahasiswa S3. Cuma, untuk meningkatkan probabilitas mendapatkan beasiswa, kenapa tidak belajar bahasa Jerman?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26636772-114559418715858357?l=infosiswa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infosiswa.blogspot.com/feeds/114559418715858357/comments/default' title='Catat Ulasan'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26636772&amp;postID=114559418715858357' title='1 Ulasan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/114559418715858357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26636772/posts/default/114559418715858357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infosiswa.blogspot.com/2006/04/pengantar.html' title='Pengantar'/><author><name>jhibriel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
